Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Mynewshub.cc)
Dream - Sepotong foto yang memperlihatkan tagihan warung makanan laut yang diduga menetapkan harga tidak wajar kepada pelanggan menjadi perbincangan di media sosial.
Foto yang diunggah oleh pengguna Facebook, Zuhairi Adnan, itu menunjukkan tagihan makan siang pada 12 Desember di Restoran Amin Floating, Langkawi, Malaysia, senilai 1,131 ringgit Malaysia atau Rp 3,6 juta.
" Terkejut sangat dapat tagihan makan siang tadi dengan keluarga yang mencapai 1,131 ringgit ... lihatlah itu harga ikan kerapu 4 ekor, ya ampun," tulis Zuhairi di Facebook.
Harga yang dikenakan itu berupa menu ikan kerapu, cumi goreng tepung, telur dadar, sayur goreng dan minuman jus yang dinikmati Zuhairi bersama keluarga sebanyak 19 orang.
Foto tagihan itu dibagikan lebih dari 4.000 kali di Facebook serta mendapat reaksi beragam dari banyak netizen yang terkejut dengan harga yang ditetapkan.
Seorang pengguna Facebook, Ryaikal Samsudin, menulis: " Mahalnya, kalau tak bisa bayar bagaimana itu? Lari lah? Hahaha."
Pengguna lainnya, Rogayah Kah, memberi komentar, warga harus memboikot restoran itu yang jelas-jelas menetapkan harga yang berlebihan kepada pelanggan.
Melihat masalah ini mendapat perhatian netizen, CEO Lembaga Pembangunan Langkawi (Lada) Tan Sri Khalid Ramli memberikan penjelasan.
Menurut Khalid, pelanggan sebenarnya dapat membuat perkiraan biaya yang harus dibayar, karena daftar harga makanan sudah diberikan dalam menu.
" Harga ikan kerapu harimau segar memang mahal di Langkawi. Namun pemilik restoran harus mengenakan biaya yang wajar," katanya kepada harian nasional Malaysia, Bernama.
Khalid menambahkan, pihaknya selalu peka dengan keluhan mengenai biaya barang dan jasa yang tinggi di pulau itu. Lada akan memastikan pengunjung mendapat layanan setimpal dengan biaya yang dikeluarkan.
Namun pengunjung juga harus memahami biaya yang harus ditanggung oleh penyedia layanan. " Harga memang punya kaitan dengan penawaran dan permintaan, namun kita tidak ingin harga (barang dan jasa) dinaikkan secara ekstrem ketika banyak orang berkunjung ke Langkawi," katanya.
Dalam statusnya, Zuhairi mengatakan dia memperkirakan akan habis sekitar 300 ringgit. Sebab, tempat dia makan bukan restoran mewah dengan suasana nyaman. Tidak ada kipas angin atau AC. Bahkan tempat tersebut dindingnya dari papan.
(Ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya