Jauh-Jauh Terbang dari Yunani demi Sepiring Nasi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 November 2019 11:20
Jauh-Jauh Terbang dari Yunani demi Sepiring Nasi
Rasa kangen pada nasi lemak membuat Cronian rela terbang jauh.

Dream - Pengusaha online dan YouTuber asal Inggris, Darren Cronian, 45 tahun, tengah menjadi sorotan publik Malaysia. Penyebabnya, dia rela terbang sejauh 9.600 kilometer dari Yunani ke Malaysia hanya demi sepiring nasi lemak.

Awalnya, Darren berencana menghabiskan liburan musim gugur di Yunani. Dia pun sudah beberapa hari di Athena sementara liburannya masih cukup panjang.

Saat memeriksa Instagram, muncul feed berisi foto kuliner kebanggaan Malaysia itu. Secara spontan, Cronian langsung memesan tiket pesawat dari Athena ke Kuala Lumpur untuk merasakan hidangan Malaysia yang lezat tersebut.

Dia merekam perjalanannya dari Yunani ke Malaysia. Tidak lupa, dia mengunggah rekaman tersebut di channel YouTubenya.

" Saya terbang dari Athena ke Singapura, sekitar sebelas jam, dan setelah enam jam singgah di Singapura, saya terbang ke Kuala Lumpur," ujar Cronian, dikutip dari Malay Mail.

 

1 dari 5 halaman

Cinta Nasi Lemak

Segera setelah mendarat di Kuala Lumpur, dia menikmati sepiring nasi lemak dengan ayam goreng. Meskipun menghabiskan waktu lama dan mengalami jet lag, Cronian mengatakan perjalanan yang telah dilaluinya sungguh berharga.

Kecintaan Cronian pada nasi lemak muncul lima tahun lalu ketika mengunjungi Malaysia dan merasakan kuliner itu untuk pertama kalinya.

" Itu benar-benar hidangan Malaysia pertama yang saya coba di kunjungan pertama saya ke Kuala Lumpur, dan seperti kebanyakan anak muda Inggris, saya makan semua yang ada di piring satu demi satu," ucap dia.

" Setelah melihat orang lokal makan nasi lemak dengan jari dan mencampur semuanya, membuat saya ingin melakukannya juga," kata Cronian melanjutkan.

Cronian punya selera makanan pedas, mengaku ketika mencoba makan nasi lemak menggunakan cara yang benar-benar khas Malaysia dengan mencampur ikan teri, kacang tanah, nasi, dan sambal, dia jatuh cinta dengan rasanya.

Dia juga mencoba beberapa kuliner lokal lain dan sejumlah hidangan favorit seperto laksa Sarawak, mee goreng mamak, kolo mee juga kuliner India dari Little India di Brickfields, Kuala Lumpur.

 

2 dari 5 halaman

Rumah Kedua Cronian

Selain makanan, Cronian mengaku sangat cinta pada perbedaan multi-kultural Malaysia, keramahan orang-orangnya membuat dia merasa tepat berkunjung ke negara ini.

" Setelah menghabiskan sepekan di Kuala Lumpur dan Penang sepanjang kunjungan pertama, saya merasa betah dan nyaman. Apa yang membuat saya merasa di rumah kedua yaitu orang-orang, makanan, dan aspek multi-cultural dari negara ini," kata dia.

Lima tahun kemudian, Cronian mengatakan dia kerap kembali ke Malaysia beberapa kali dalam setahun untuk selama sebulan atau dua bulan.

" Saya tidak pernah mengenal negara selama lima tahun traveling di mana masyarakatnya begitu begitu bersemangat mencintai rumah dan budayanya," kata dia.

Cronian berencana tinggal empat pekan lalu untuk menikmati Kuala Lumpur, lalu pindah ke Penang. Dia juga ingin berkunjung ke Sibu dan Kuala Terengganu untuk pertama kalinya.

Sumber: Malay Mail.

3 dari 5 halaman

Dapat Transfer Nyasar Rp6,7 Juta, Gadis Jujur Ini Cari Pemiliknya

Dream - Seorang gadis asal Malaysia ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Banyak netizen memberikan pujian atas kejujuran gadis tersebut.

Pada 6 November kemarin, gadis pemilik akun Twitter @Mijah16_ mengunggah pengumuman. Dia sedang mencari orang bernama Chandrakumar.

Dua hari sebelumnya, tepatnya pada 4 November kemarin, teman kakak gadis itu mendapat notifikasi uang masuk ke rekeningnya sebesar 2.000 ringgit, setara Rp6,7 juta. Setelah diperiksa, pengirim uang itu tidak dikenali.

Dalam catatan mutasi rekening, muncul nama Chandrakumar. Gadis itu kemudian membantu menyebarkan informasi agar pria tersebut ditemukan.

Dia lalu meminta pengguna Twitter memviralkan cuitannya. Harapannya pemilik sebenarnya dapat ditemukan dan uang tersebut dikembalikan.

" Tolong viralkan! Seorang pria India bernama CHANDRAKUMAR telah salah memasukkan uang senilai 2.000 ringgit ke nomor rekeong teman kakak saya namanya Ain pada 4 November 2019. Minta tolong viralkan agar dia dapat lagi uangnya," tulis @Mijah16_

 Salah transfer

 

4 dari 5 halaman

Niat Bantu Pemilik Uang

Salah satu teman Mijah mengatakan mereka telah menghubungi pihak bank dan pemilik uang tersebut. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil.

" Niat baik mau menolong orang. Sudah datang ke bank, sudah telepon pemiliknya berkali-kalli tapi tidak menjawab sampai sekarang. Siapa tahu dengan cara ini (viral) keluarga dia atau kenalannya bisa menghubungi kami," kata dia.

Kejujuran gadis tersebut membuat netizen terharu. Mereka pun memuji gadis itu dan teman-temannya yang ikhlas membantu mengembalikan uang tersebut.

" Bagus sekali kalian, tidak pakai uang itu. Saya kagum sama kalian berdua," tulis seorang netizen.

" Kalian sungguh baik, semoga hal baik terjadi pada kalian. Saya pernah mengalami salah transfer uang ke rekening orang lain dan saya hubungi dia tapi dia menolak menjawab," tulis netizen lainnya.

Sumber: Siakapkeli.my

5 dari 5 halaman

Pria Non-Muslim Saban Jumat Rapikan Alas Kaki Jemaah Masjid, Alasannya Buat Haru

Dream - Kisah seorang pria paruh baya di Singapura ini bisa menjadi cermin tentang indahnya toleransi. Tanpa pernah berhitung, dia melakukan kebaikan kepada umat Islam.

Tiap waktu sholat Jumat tiba, paman bertelanjang kaki ini pasti ada di halaman Masjid Al Mawaddah Singapura. Ketika jemaah khusyuk mendengarkan khutbah, paman ini sibuk menata alas kaki di halaman masjid.

Ketika sholat Jumat selesai, dia segera berada di jalanan. Membantu mengurai arus lalu lintas di depan masjid agar tidak terjadi kemacetan.

Meski non-Muslim, paman bernama Steven Tan Lee Meng, 55 tahun ini rutin menata alas kaki di masjid setiap Jumat. Untuk menghargai kesucian masjid, dia selalu berada di luar dan tak pernah mau menapakkan kaki di ruang sholat.

" Semua datang ke masjid dari kantor atau dari rumah memakai alas kaki, tetapi setelah itu ada yang kehilangan sandal. Makanya saya bantu menata," ujar pria yang pernah bekerja sebagai teknisi komputer ini.

 

 

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting