Kisah Perjalanan Mendiang Shin Choon Hoo Sebagai Raja Mi Instan Korea

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 6 April 2021 11:35
Kisah Perjalanan Mendiang Shin Choon Hoo Sebagai Raja Mi Instan Korea
Ini dia pendiri Shin Ramyun yang hits di seluruh penjuru dunia.

Dream – Setelah mengidap penyakit kronis sejak lama, Shin Choon-ho meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada 27 Maret 2021.

Dikenal sebagai raja mi instan di Korea Selatan, ia memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya membuat Shin Ramyun. Dia bahkan harus memimpin tim peneliti dalam bereksperimen berbagai resep, menguji lebih dari 20 jenis cabai sebelum menemukan Shin Ramyun dengan kemasan merah ikoniknya.

Setelah lebih dari tiga dekade kemudian, Shin Ramyun menjadi identik dengan mi instan Korea dan telah diekspor ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Shin Ramyun juga diketahui sebagai merek mi instan dengan penjualan tertinggi di Korea Selatan.

Shin Choon-ho adalah anak ke tiga dari sepuluh bersaudara, di mana kakak tertuanya adalah Shin Kyuk-ho merupakan pendiri Lotte. Setelah lulus dengan gelar sarjana hukum pada 1958, ia bekerja di bisnis milik kakaknya di Lotte Jepang dan mengembangkan minat yang besar pada mi instan yang baru saja populer saat itu.

1 dari 3 halaman

Ada penolakan

Tidak disetujui untuk mencantumkan nama Lotte pada mi instan oleh kakak tertuanya itu, akhirnya Shin Choon-ho mendirikan perusahaannya sendiri pada 1965 dengan modal awal lima juta won untuk mengembangkan mi dan makanan ringan Korea yang berbeda dari variasi di Jepang.

“ Jika kita bisa berdiri sendiri, kita bisa melangkah jauh. Kita harus membuat ramyeon kita sendiri yang disukai masyarakat Korea,” ujarnya.

Ilustrasi© Shutterstock

Menggunakan daging sapi pedas, Shin Ramyun akhirnya diluncurkan pada 1986 setelah melakukan eksperimen yang tak terhitung jumlahnya. Versi premium Shin Black diperkenalkan pada 2011 dan menjadi varian lainnya yang tak kalah disukai banyak orang, bahkan terpilih menjadi ramyeon (mi instan) terbaik di dunia menurut New York Times.

2 dari 3 halaman

Ia berpesan untuk saling mencintai

Sebagai putra tertua dari Shin Choon-ho, Dong-won diharapkan dapat menggantikannya dalam menjalankan Nongshim.

Tiga dari empat anaknya yang lain akan menjalankan perusahaan yang berafiliasi dengan Nongshim. Kata-kata terakhir Shin kepada keluarganya diketahui adalah " saling mencintai" .

Kalimat ini dipandang sebagai tanda bahwa dia berharap anak-anaknya akan memperbaiki keadaan dengan sepupu mereka yang sekarang menjalankan Lotte Group.

Nongshim founder Shin Choon-ho© NONGSHIM, ST FILE

Kepada karyawannya, ia menyuarakan harapan agar mereka terus " Menumbuhkan Nongshim dengan kualitas terbaik yang dibangun dari kejujuran" .

Pada upacara peringatan 30 Maret lalu, wakil ketua Nongshim, Park Joon memberikan penghormatan kepada pria yang memimpin perusahaan selama 56 tahun dan mengubahnya menjadi pembuat mi instan terbesar kelima di dunia.

" Pimpinan Shin selalu memilih jalan yang tidak akan dilalui orang lain, dan dia memperkenalkan produk inovatif yang akan mengubah sejarah," kata Park.

Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Straitstime

3 dari 3 halaman

Slurp... Akhirnya Ramyun Halal Khas Korea Hadir di Indonesia

Dream - Makanan ala Korea saat ini tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Mereka yang berduit akan rela terbang ke Korea hanya untuk mencicipi makanan khas Negeri Gingseng tersebut.

Tren yang tengah menjamut ini juga membuat bisnis jasa titip makanan Korea laris manis.

Dari banyak menu khas Korea, salah satu produk yang banyak diincar adalah mi instan Korea atau ramyun. Banyak yang penasaran dengan ramyun dan ingin membandingkannya dengan mi instan lokal.

Kini Sahabat Dream tak perlu jauh-jauh lagi terbang ke Korea hanya untuk merasakan ramyun. Nongshim Farmers Heart, salah satu produsen mi instan terbesar di Korea, kini menghadirkan produknya secara lengkap di Indonesia. Tentunya, dengan sertifikat halal.

" Masyarakat Indonesia sangat tertatik dengan budaya dan masakan Korea. Untuk itu kini Nongshim hadir memenuhi keinginan masyarakat Indonesia," ujar Martini Darmadi Marketing Director PT Sukanda Djaya saat di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2019.

Menurutnya mi dari Nongshim sangat bercita rasa otentik Korea. Meski demikian tidak menghalangi masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim untuk mencicipinya karena sudah diramu sedemikian rupa dan hanya menggunakan bahan-bahan halal.

" Untuk varian rasa Nonghsim menghadirkan 5 rasa, Shin Ramyun Spicy Mushroom, Kimchi Ramyun, Korean Clay Pot Ramyun, Shin Ramyun Shrimp dan Neoguri Udon," kata Martini.

Ukurannya terdiri dari 3 yaitu pack, cup dan bowl. Harganya pun cukup terjangkau mulai Rp12.000 hingga Rp18.000.(Sah)

Beri Komentar