Mengolah Daging (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengolah daging yang tebal seperti sapi, domba atau bebek memang butuh teknik memasak yang mumpuni. Tentunya agar hasil olahan daging tidak keras. Rupanya, ada kebiasaan yang agak nyeleneh saat memasak daging agar tak keras, yaitu dengan menggunakan obat pereda nyeri parasetamol.
Dilansir dari berbagai sumber, cara masak daging menggunakan parasetamol atau obat sakit kepala ini kerap dilakukan di Indonesia. Tak hanya itu, masyarakat di Afrika Barat juga menjadikan obat nyeri tersebut sebagai bumbu masakan.
Lalu apa manfaatnya? Banyak yang percaya kalau parasetamol akan membuat daging menjadi lebih empuk dalam waktu yang singkat. Dengan waktu yang singkat ini akan memangkas biaya masak di rumah tangga maupun restoran.
Dikutip dari NAFDAC, Badan Pengawas Obat dan Makanan Nigeria (NAFDAC), parasetamol memang bukan bahan tambahan untuk pangan dan sangat berisiko bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi sebagai masakan.
Dalam tulisannya juga mengatakan, saat digunakan untuk memasak, parasetamol akan dipecah menjadi zat beracun. Zat ini pada akhirnya bisa merusak hati, ginjal dan organ lainnya.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Dream - Bagi penggila hidangan daging, wagyu seperti 'emas' yang meleleh memanjakan lidah. Kualitas dagingnya begitu mumpuni. Rasanya gurih pas dengan lemak tipis, walau hanya dibumbui sangat minimalis.

Daging ini memang primadona. Hal itu pula yang membuatnya dijual dengan harga selangit. Di Indonesia, mulai banyak penjual daging yang mengklaim menjual wagyu. Begitu pula di kedai-kedai barbeque. Benarkah jenis daging yang digunakan benar-benar wagyu?
Butuh trik khusus untuk mendeteksinya. Bagi orang awam akan cenderung sulit membedakannnya, tapi ada hal-hal yang sebaiknya diperhatikan saat ingin membeli wagyu.
Hal pertama adalah perhatikan warna dagingnya. Daging wagyu memiliki warna merah muda cenderung pucat.
Dagingnya dipenuhi dengan titik-titik putih yang menyebar ke seluruh permukaan. Titik tersebut merupakan lemak yang bakal mengeluarkan rasa gurih saat dimasak. Kedua, selalu beli daging dari penjual yang punya reputasi baik.

Beberapa penjual bahkan memasang sertifikat khusus yang menandakan kalau hanya menjual daging wagyu asli. Ketiga, tanyakan juga asal dari daging wagyu tersebut.
Daging wagyu pasti impor, sapi penghasil daging wagyu tak mungkin dikembangbiakan di Indonesia. Bukan hanya dari Jepang, wagyu juga dikembangkan di Australia, Amerika Serikat.
Keempat, tanyakan juga tingkatan kualitasnya (grade). Secara umum ada lima grade daging wagyu. Grade tersebut berdasarkan aspek marbling (motif daging), warna dan faktor lainnya.
Angka 1 adalah grade terendah dan angka 5 adalah grade tertinggi. Semakin tinggi gradenya tentu semakin tinggi harganya. Kelima dan juga terakhir, perhatikan cara mengolah wagyu jika Sahabat Dream memesannya di sebuah restoran.
Wagyu termasuk daging berkualitas tinggi. Mengolahnya harus dengan tepat agar rasa aslinya bisa dipertahan. Biasanya, wagyu dimasak dengan cepat dan tak perlu banyak minyak karena lemaknya bakal meleleh sendiri saat terkena panas.
Hanya perlu dipanggang sebentar atau dipanaskan. Biasanya disajikan dalam potongan dadu atau irisan tipis untuk dipanggang atau dicelup ke dalam kuah panas. Akan sangat disayangkan jika wagyu malah diolah menjadi daging olahan seperti patty burger atau campuran masakan. Bisa jadi itu hanya daging biasa atau hanya ada sedikit campuran wagyu.
Sumber: RealSimple Food
Dream - Daging sapi selalu jadi hidangan spesial. Baik itu diolah dengan dipanggang, digoreng, atau pun dicampur dengan bahan masakan lain. Aromanya pasti akan memancing kita untuk makan lebih banyak.
Sayangnya, bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, mengonsumsi olahan daging tidak terlalu dianjurkan. Daging mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.
Selain perlu memastikan konsumsinya tak berlebihan, daging juga perlu diolah dengan baik untuk mengurangi potensinya meningkatkan kolesterol. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa diikuti untuk mengolah daging supaya rendah kolesterol.
1. Bagian Kulit Tak Ikut Dimasak
Dilansir dari everydayhealth.com, untuk menyiapkan olahan daging yang lebih rendah kandungan kolesterolnya, bagian kulitnya tak perlu ikut dimasak. Seperti pada daging ayam, kulitnya tak perlu ikut diolah dalam masakan yang akan dibuat.

Rania Batayneh, MPH, ahli gizi di San Fransisco menyebutkan dengan cara ini maka setidaknya separuh dari kandungan lemak jenuhnya akan berkurang.

Proses perebusan bisa bantu melunturkan lemak pada daging. Disarankan daging direbus selama 2-3 kali. Pada proses perebusan pertama, buang air rebusannya. Lalu, ganti dengan air baru kemudian rebus kembali.
3. Bumbu secukupnya
Kadang kita tak sadar telah menggunakan bumbu yang berlebihan seperti aneka saus yang malah meningkatkan kandungan lemak pada olahan daging yang kita buat.

Untuk itu, selain memperhatikan pemilihan daging yang tanpa lemak, bumbu yang digunakanya sebaiknya tidak sampai berlebihan.
4. Diolah dengan Kuah Bening
Penambahan santan pada olahan daging akan meningkatkan kadar lemak jenuhnya. Daging sebaiknya diolah menjadi masakan berkuah bening seperti olahan sup. Ditambah dengan aneka sayuran, olahan daging pun jadi lebih sedap dan sehat.
Menjaga kolesterol darah agar tidak naik memang perlu lebih disiplin dalam menjaga pola makan dan kebiasaan hidup sehat. Saat makan daging, selain memperhatikan proses pengolahannya, batasi juga konsumsinya dengan tidak sampai berlebihan, ya.
Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com