Kuliner Khas Simeulue Aceh Jadi Warisan Budaya Indonesia 2019

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 19 Agustus 2019 18:36
Kuliner Khas Simeulue Aceh Jadi Warisan Budaya Indonesia 2019
Kuliner khas Simeleue, Aceh apa yang dinobatkan tersebut?

Dream - Selain pemandangannya, Indonesia juga dikaruniai kekayaan budaya dan kuliner. Hampir setiap daerah memiliki kuliner khas yang tak tak ada tandingannya.

Bisa kamu bayangkan dengan ribuan suku di Tanah Air, masing-masing daerah di Indonesia memiliki beragam macam resep kuliner khas.

Salah satunya kuliner khas itu ada di Simeulue, Aceh. Selain rasanya yang nikmat, kuliner ini juga memiliki nama khas yang mungkin terdengar terlalu vulgar untuk suku bangsa lain di luar Simeulue.

 Memek

Kuliner khas Simeulue itu baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2019.

1 dari 5 halaman

Empat Berhasil Lolos

Melansir disbudpar.acehprov.go.id, dari 11 karya budaya yang diusulkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, hanya empat yang berhasil lolos dan ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019.

Hal itu disampaikan dalam sidang penutupan karya budaya pada 13 hingga 16 Agustus 2019 kemarin.

" Untuk Aceh, ada empat karya budaya yang masuk WBTB, ada Memek dari Simeulue dan Gutel dari Aceh Tengah sebagai domain kemahiran dan kerajinan tradisional," ungkap Jamaluddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Jamaluddin menaruh harapan besar kepada kabupaten atau kota di Aceh untuk aktif mencatat warisan budaya di Aceh sebagai upaya perlindungan karya budaya lokal dari kepunahan dan klaim negara lain.

2 dari 5 halaman

Apa itu Kuliner Memek?

Melansir liputan6.com, nama kuliner khas itu adalah (maaf,red) Memek adalah makanan khas dari Kabupaten Simeulue. Kudapan ini terbuat dari beras ketan gongsen, pisang, santan yang sudah dipanaskan, gula, dan garam.

Ada pun proses pembuatannya butuh sekitar satu jam. Setelah masak, kuliner ini dapat disantap baik dalam keadaan dingin atau biasa.

Memek berasal dari kata Mamemek yang berarti mengunyah-ngunyah atau menggigit. Tetapi kini, masyarakat di Simeulue lebih populer disebut sebagai memek.

Kuliner khas Simeulue ini tidak dapat dijumpai setiap hari. Warga biasanya hanya menghidangkan sebagai sajian berbuka puasa di bulan Ramadan. Pada momen itu, hampir semua masyarakat menghadirkan kuliner tersebut untuk disantap saat buka puasa.

3 dari 5 halaman

Makanan Tradisional Indonesia Akan Jadi Tren Kuliner di 2019

Dream - Indonesia merupakan negara yang penuh dengan budaya dan adat istiadat. Salah satu hal yang bisa mewakilkan keberagaman budaya Indonesia adalah kulinernya.

Tren wisata kuliner menjadi berkah bagi industri kuliner Indonesia. Tak heran jika bisnis cit arasa ini  berkembang sangat pesat.

Kabar baik pun diyakini akan menyambangi Indonesia terkait kekayaan kuliner di tahun depan. seorang pegiat di bisnis makanan ini menyakini makanan asal Indonesia akan menjadi tren di tahun depan. 

" Yang sedang dan akan jadi tren adalah makanan khas Jepang, khas Indonesia, khas Korea, jajanan anak muda, makanan high-end seperti steak mahal atau yang dikemas dengan kreasi maupun fusion," kata COO Eatwell Culinary, Bernt Hanlee Ramli,  di Kuningan City, Jakarta Selatan, Rabu 7 November 2018.

menurut Bernt, beberapa jenis makanan kekinian mungkin akan tergeser di tahun 2019. Begitu juga dengan kudapan khas Korea.

" Makanan kekinian akan berganti dengan jenis kudapan baru. Begitu juga dengan makanan khas Korea," jelasnya.

4 dari 5 halaman

Tren Cara Beli Makanan Juga Berubah

Selain jenis kudapan yang kian beragam, tren kuliner Indonesia juga bisa dilihat dari cara konsumen membeli atau memilih makanan. Seperti kebiasaan menyantap makanan di luar rumah yang semakin berkembang. Bahkan sudah menjadi gaya hidup.

" Survei tertentu membuktikan bahwa 11 persen orang Indonesia makan sekali sehari di luar rumah. Kebanyakan terjadi di kota metropolitan. Bisa saja disebabkan oleh kemacetan atau tempat tinggal yang kecil," kata CEO Eatwell Culinary, Sumarno Ngadiman.

Perkembangan dunia kuliner didukung juga oleh teknologi, khususnya media sosial yang mempermudah seseorang dalam menjual maupun mencari makanan lebih cepat dan praktis.

Pengalaman memilih makanan yang seru saat berlibur atau di restoran, dan mencoba makanan unik dan baru juga sedang banyak dilakukan oleh millenial.

" Millenial itu technology savvy dan adventurous. Suka wisata kuliner dan cari kudapan menarik dari suatu tempat atau restoran," ungkap Bernt.

Kehadiran berbagai konsep baru dan inovasi seperti hadirnya makanan kekinian pun tidak lepas dari tren kuliner Indonesia. Namun, yang paling penting dari sebuah kudapan adalah ciri khas. Itulah yang membuat kuliner khas Indonesia masih menjadi favorit di negaranya sendiri.

" Makanan daerah memiliki sifat authenticity, jadi mudah dilirik dan diingat saat sedang wisata kuliner. Industri kuliner Indonesia juga masih terus diwarnai oleh inovasi terbaru dari berbagai sisi," kata dia.

5 dari 5 halaman

Ini Alasan Rendang Jadi Ikon Kuliner Indonesia

Dream - Jangan heran jika Rendang menjadi kudapan utama yang membawa Indonesia dikenal dunia. Kelezatan rendang telah diakui dunia, bahkan telah dinobatkan sebagai makanan terenak nomor 1 di dunia versi CNN.

Selain rendang, Kementerian Pariwisata tengah mengusung kuliner khas negeri lewat hidangan utama seperti Nasi Goreng, Sate, Soto dan Gado-Gado.

“ Kelima kudapan tersebut, terutama Rendang, dianggap sebagai pionir utama yang bisa memicu 5340 resep lainnya untuk bisa dikenal di mata dunia,” kata Kepala Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau Mesakkh di Paradigma Kafe, Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.

Rendang menjadi kudapan utama karena memiliki produk, proses dan filosofi yang menarik. Nasi Goreng menjadi ikon yang menandakan bahwa Indonesia kaya akan bumbu dan sangat kental dengan kebiasaan makan nasi.

" Dari segi produk, Rendang mengandung protein. Ada proses pembuatannya, marandang. Jadi bisa didaftarkan ke UNESCO. Bahan-bahannya, daging, cabe, kelapa dan bumbu dapur juga punya filosofi," jelasnya.

Sate merupakan kudapan jalanan yang mirip dengan steak dan sangat digemari dengan penyajian bumbu kacangnya. Sedangkan Gado-Gado dianggap mirip dengan salad, sehingga mudah diterima lidah orang asing.

" Tapi, banyak yang alergi kacang. Jadi, tidak terlalu ditonjolkan," imbuhnya.

Vita mengatakan, kekayaan kuliner merupakan salah satu cara untuk mengangkat sebuah tempat maupun negara, disamping meningkatkan fasilitas dan keindahan alam.

" Ada tiga cara membangun sebuah tempat. Aksesnya mudah, amenitas (fasilitas) yang layak dan atraksi. Kuliner termasuk tergolong sebagai atraksi," ujarnya.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen