Ahok Segera Gratiskan TransJakarta untuk Lansia

Reporter : Ramdania
Selasa, 29 September 2015 05:01
Ahok Segera Gratiskan TransJakarta untuk Lansia
Dari lannjut usia hingga warga kurang mampu bisa menikmati transportasi di Jakarta, gratis.

Dream - Kabar baik bagi warga lansia (lanjut usia) di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang dikenal Ahok, akan menggratiskan mereka naik bus Transjakarta. Tapi, ada syaratnya. 

" Saya sudah minta lansia yang buka rekening Bank DKI kami gratiskan naik bus Transjakarta," kata Ahok seperti dikutip dari beritajakarta, Senin, 28 September 2015.

Dikatakan Ahok, para lansia yang memiliki uang pas-pasan harus membuka rekening‎ Bank DKI, agar bisa diberikan bantuan non tunai (non cash). Mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah tak mau memberikan bantuan sosial berupa beras dan lain sebagainya.

" Nanti disunat, kami mau kirim bantuan mentah saja. Kirim uang melalui bank," ujarnya.

Selain Bank DKI, Ahok juga mengajak bank lain bekerja sama dengan Pemprov DKI memberikan layanan kepada warga yang berekonomi kurang mampu. Syaratnya, bank tersebut harus menyumbangkan armada bus melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

" Ini bantu ekonomi kita. Kalau CIMB mau ikut‎ silakan, tapi sumbang bus," ucapnya.

Menurut Ahok, jika armada bus di ibukota sudah cukup memenuhi kebutuhan, seluruh warga juga akan digratiskan naik bus TransJakarta. Namun dengan catatan, pendapatan yang didapatkan masyarakat tersebut hanya sebesar Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 2,7 juta.

‎" Kalau bus kita sudah cukup, gaji warga hanya sebesar UMP, asal buka rekening di bank, kami gratiskan naik bus," tuturnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan Puskesm‎as dan klinik kesehatan di pasar-pasar tradisional bagi masyarakat lansia, yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Masyarakat yang kesulitan berobat ke Puskesmas atau klinik kesehatan karena masalah transportasi, bisa dilayani di rumah lewat program Ketuk Pintu Layani dengan Hati.

" Kalau tidak bisa diantar, naik taksi mahal, telepon Puskesmas atau lapor Pak lurah. Dari sana nanti datang ke rumah. Ini namanya pelayanan Ketuk Pintu Layani dengan Hati," tandasnya.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie