Dream - Tahun 2017 merupakan tahun penuh pengharapan bagi para pelaku sektor properti. Harapan ini muncul seiring tren rebound yang terjadi jelang akhir tahun 2016.
Namun, sektor ini pun masih menghadapi tantangan-tantangan pada tahun ini supaya pertumbuhannya tidak terlalu melambat.
Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, dalam konferensi pers " Consumer Choice Awards 2017" di Jakarta, Kamis 26 Januari 2017 mengatakan setidaknya ada dua faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis properti di tahun ini.
Faktor pertama adalah situasi politik. Bagi pelaku usaha, politik sangat mempengaruhi iklim bisnis dan menentukan langkah bisnis mereka.
Sekadar informasi, tahun ini merupakan tahun penyelenggaraan Pilkada secara serentak.
" Mudah-mudahan tidak bertambah panas. Kalau suasana politik tambah panas, (pelaku bisnis) dan pengembang juga akan berpikir," kata dia.
Sementara tandangan kedua adalah pemerintah harus memiliki terobosan untuk mencegah harga properti tidak melambung terlalu cepat. Saat ini memang diakui telah ada satu kebijakan yang bisa mendorong kenaikan harga properti ketika harganya naiknya terlalu pelan.
" (Program) BPJS (Ketenagakerjaan) bisa dipakai DP rumah itu akan membuat naik cepat. Ya, harus dipikirkan bagaimana harga rumah tidak naik terlalu cepat," kata dia.
Sekadar informasi, sebelumnya ada program fasilitas pembayaran uang muka dari BPJS Ketenagakerjaan, namun sudah ditutup sejak tahun 2015 karena kurang sosialisasi. Kini, instansi ini menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) untuk memberikan pinjaman lunak bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk uang muka pembelian rumah.
Kemudian, kata Untung, ketika harga properti melambung, itu bukan berarti marjin yang diterima pengembang juga ikut terkerek. Yang ada, marjin mereka sedikit, bahkan bisa turun.
Hal ini disebabkan oleh semakin mahalnya harga tanah dan banyaknya biaya-biaya yang dikeluarkan developer. Di sinilah, pemerintah seharusnya masuk supaya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan harga properti tidak terlalu tinggi.
" Pemerintah harus memberikan insentif bagi pengembang," kata dia.(Sah)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global