Dukung Anjuran Pemerintah, PermataBank Temukan 3,7% Pegawai Positif Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 28 September 2020 15:12
Dukung Anjuran Pemerintah, PermataBank Temukan 3,7% Pegawai Positif Covid-19
Seluruh karyawan yang positif Covid-19 berstatus OTG.

Dream - PT Bank Pertama Tbk menggelar tes usap (swab test) untuk melacak potensi karyawan tertular Covid-19. Tes dilaksanakan pekan lalu kepada 2.333 karyawan di Tower Bank Permata Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.

Hasilnya, 3,7 persen dari total karyawan yang mengikuti tes dinyatakan positif dan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

" Untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19, kami berkomitmen untuk berperan aktif di lingkungan PermataBank mengingat kami temasuk salah satu dari 11 sektor usaha yang wajib beroperasi sebagai penggerak roda perekonomian dan penyedia layanan fundamental bagi masyarakat," ujar Direktur Utama PermataBank, Ridha DM Wirakusumah, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

PermataBank segera melakukan tindak lanjut atas hasil tes tersebut. Seperti menerapkan isolasi mandiri bagi karyawan yang positif serta pelacakan kontak dekat, melakukan disinfeksi menyeluruh dan mengatur operasional bank.

 

1 dari 5 halaman

Upaya Preventif

Sejak awal pandemi, PermataBank membentuk Command Centre dan Hotline Covid-19 dan mengimplementasikan tindakan-tindakan pencegahan seperti sosialisasi 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak), deep cleaning rutin, split operations, Work From Home (WFH), menjaga tingkat kapasitas kantor maksimal 50 persen.

Juga pemasangan pemisah acrylic di cabang, pengaturan jarak komunikasi berkala tentang pencegahan Covid-19 di seluruh kantor maupun cabang.

Tak hanya itu, layanan kepada nasabah diarahkan ke transaksi non-tunai melalui mobile banking PermataMobile X. Sehingga nasabah tetap bisa memenuhi kebutuhan transaksinya.

Selain itu, PermataBank juga menjalankan program tanggung jawab sosial melalui CSR PermataHati. Lewat program ini, PermataBank menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

" Upaya kita untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama sangat tergantung pada kedisiplinan kita masing-masing dalam menerapkan protokol Covid-19 secara konsisten," kata Ridha.

2 dari 5 halaman

Viral Kisah Bos Tertular Covid-19 Gegara Karyawan Tak Mandi

Dream - Pandemi Covid-19 masih terus melanda Tanah Air. Meski banyak masyarakat yang telah menerapkan hidup higienis, tetapi tak dapat dipungkiri virus Corona bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.

Seperti kisah yang dialami salah satu akun TikTok @edlinmangundap. Ia merupakan salah satu pasien Covid-19 yang terinfeksi dan melakukan isolasi. Dia mengaku tertular virus Corona dari anak buahnya.

Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa dirinya terpapar virus Covid-19 akibat salah satu karyawannya tidak menerapkan gaya hidup higeinis, seperti mandi, setelah beraktivitas di luar ruangan.

“ Dengan gaya hidup gue yang serba hygiene, gue terinfeksi virus Covid-19 bukan karena itu. Tetapi karena salah satu karyawan gue yang tidak mandi, menularkan virus ke gue dan kakak gue,” jelas Edlin Mangundap dalam unggahan video TikTok.

3 dari 5 halaman

Video yang ia unggah terbagi menjadi empat bagian. Pada bagian pertama ia bercerita bagaimana ia sangat memperhatikan kebersihan diri dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“ Gue orangnya sangat clean dan higienis. Tiap gue belanja groceries, gue selalu semprot dengan hand sanitizer. Kaca mobil selalu gue semprotin disinfektan,” jelasnya.

Ia mengaku, melakukan itu semua karena dirinya sangat takut terserang virus mematikan tersebut.

“ Sampai di rumah pun gue langsung mandi. Baju, pakaian gue, langsung gue cuci. Tidak boleh masuk kamar dan semua barang-barang belanja gue langsung dicuci pakai sabun,” tambahnya.

4 dari 5 halaman

Sedangkan pada part dua dan tiga, kronologi bagaimana ia bisa tertular Covid-19. Bukan karena ia tertular di luar ruangan, melainkan di dalam rumahnya sendiri.

“ Dengan gaya hidup gue yang hygiene, banyak yang bingung kenapa gue bisa kena. Gue kena bukan karena di luaran, tetapi di dalam rumah karena karyawan gue yang come and go,” jelasnya.

Padahal ia mengaku telah memberikan instruksi kepada karyawannya untuk menerapkan protokol kesehatan seperti mandi, memakai masker dan berganti baju. Namun nahas, satu karyawannya tidak menerapkan peraturan tersebut.

“ Pada hari itu, dia tidak menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) yang gue berikan. Ganti baju, pakai masker, dan mandi. Padahal bisa saja rambutnya, badannya, bajunya bisa jadi carrier Covid. Dan pada saat itu juga gue tidak pakai masker,” terangnya.

5 dari 5 halaman

Edlan menjelaskan mengapa saat itu virus Covid-19 bisa menyerangnya secara cepat. Hal ini dikarenakan imun tubuhnya sedang tidak bagus, dimana ia selalu tidur pukul enam pagi dan bangun pada pukul 12 siang.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat luas untuk tetap memperhatikan imun tubuh, karena tidak ada yang tahu imun tubuh manusia kapan dalam posisi baik dan ketika turun.

" Apa sih yang gue rasain pertama kali ketika terserang Covid? Badan gue kayak meriang, panas dingin, napsu makan enggak ada, napas enggak bisa. Bener-bener gejalanya seperti tipes. Sampai di satu titik gue tidak bisa mencium sama sekali," terang Edlin.

Beri Komentar