'Kartu Kredit Syariah' Bisa 'Gestun' Tanpa Bunga

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Oktober 2021 13:35
'Kartu Kredit Syariah' Bisa 'Gestun' Tanpa Bunga
Kartu pembiayaan syariah ini juga tidak menerapkan bunga, lho.

Dream – Perbankan syariah tak hanya mengeluarkan kartu debet untuk mempermudah nasabahnya bertransaksi, tetapi juga kartu pembiayaan. Fungsi kartu pembiayaan sama dengan kartu kredit konvensional, yaitu untuk bertransaksi belanja dan tarik tunai di ATM.

Bedanya, kartu pembiayaan menggunakan prinsip syariah. Salah satu bank yang mengeluarkan kartu pembiayaan ini adalah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan produk Hasanah Card.

Head of Card Business Group BSI, Rima Dwi Permatasari, mengungkapkan, ada tiga akad yang digunakan dalam kartu pembiayaan di bank ini. Ketiga akad itu adalah ijarah, kafalah, dan qard.

“ (Kartu pembiayaan) itu ada annual fee. Itu ada akad sewa. Pengguna kartu kredit menyewakan infrastruktur kartu kredit ke BSI,” kata Rima dalam Ngobras Dream.

Yang ke dua adalah akad kafalah. BSI menjamin nasabahnya bisa menggunakan kartu pembiayaannya selama masih ada saldo. “ Kami meng-guarantee yang dibawa itu bisa digunakan,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Akad Qard

Akad yang terakhir adalah qard. Rima menjelaskan, salah satu fungsi kartu pembiayaan adalah menarik uang tunai di ATM. Tapi, ada bedanya dengan kartu kredit konvensional. Nasabah yang tarik tunai dengan kartu pembiayaan tidak akan dikenakan biaya tambahan.

“ Tidak ada tambahan apa pun kalau misalnya gesek cash advance. Misalnya, tarik Rp1 juta-Rp2 juta, balikin ke BSI juga Rp1 juta-Rp2 juta,” kata dia.

Di samping itu, kata Rima, ada perbedaan lagi di antara kartu pembiayaan dan kartu kredit konvensional. Perbankan syariah tidak memberlakukan denda keterlambatan untuk membayar tagihan kredit.

“ Misalnya, jatuh tempo tanggal 8, tapi bayar tanggal 9. Itu enggak ada denda,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Kalau Tak Ada Bunga, Bank Syariah Dapat Cuan dari Mana?

Rima menjelaskan perbankan syariah masih tetap mendapatkan pendapatan meskipun tidak memberlakukan bunga di kartu kredit syariah. Dia menyebut BSI mendapatan penghasilan dari annual fee kartu pembiayaan.

Besaran biaya tahunan kartu pembiayaan pun berbeda-beda. Hal ini berdasarkan limit kartu pembiayaan yang dimiliki nasabah.

“ Kalau di Hasanah Card, semakin besar limit, annual fee semakin tinggi,” kata dia.

Selain itu, BSI juga mendapatkan penghasilan dari transaksi di merchant. Rima mengatakan, biaya ini didapatkan dari transaksi merchant.

“ Enggak dibebankan ke nasabah,” kata Rima.

3 dari 4 halaman

Incar KPR Syariah Subsidi Rp1,1 Triliun, BSI Gelar Akad Massal 550 Nasabah

Dream – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) membidik pembiayaan rumah bersusidi senilai Rp1,1 triliun dengan target 11 ribu nasabah. Untuk mencapai target ini, BSI menggandeng pengembang/developer serta memperluas nasabah baru yang memiliki potensi pembiayaan rumah pertama melalui produk KPR Sejahtera FLPP.

“ Potensi kepemilikan rumah pertama menjadi daya tarik bagi BSI untuk serius menggarap KPR Sejahtera FLPP sebagai salah satu fokus pembiayaan consumer,” kata Wakil Dirut I BSI, Ngatari, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis BSI, Rabu 25 Agustus 2021.

Sekadar catatan, sejak 2012 sampai Agustus 2021, BSI telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk lebih dari 45 ribu unit rumah.

 

© Dream

 

 

Ngatari mengatakan pembiayaan perumahan menjadi salah satu fokus BSI. Saat ini, ada lebih dari 3 ribu proyek pengembang perumahan telah bekerja sama dengan bank syariah itu.

Untuk pembiayaan rumah secara keseluruhan, nilai KPR syariah mencapai Rp39,15 triliun sampai Juni 2021. Angkanya naik 13,93 persen secara tahunan atau year on year.

“ Volume pembiayaan mencapai Rp5,5 triliun dengan rasio kualitas pembiayaan cukup baik di bawah 1,5 persen,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Gelar Akad Massal 550 Nasabah

Memperingati Hari Perumahan Nasional, BSI bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bank syariah itu akan menggelar akad massal bagi 550 nasabah program BSI KPR Sejahtera FLPP di 6 cabang yaitu Baturaja, Kencong, Banyuwangi, Jember Trunojoyo, Bandar Lampung Teluk Betung dan Manado Mantos secara serentak.

Hal ini sebagai bentuk dukungan Bank Syariah Indonesia dalam menjalankan program nasional Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk membantu masyarakat memiliki rumah sesuai prinsip syariah.

Ngatari siap bersinergi dengan pemangku kepentingan demi memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat luas.

" Program besar ini tujuannya tidak semata hanya bisnis, melainkan pemenuhan salah satu kebutuhan primer yakni rumah sebagai tempat tinggal yang juga mencapai tujuan sesuai maqashid syariah,” kata dia.

Program ini merupakan kelanjutan sinergi BSI dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dimana akad massal ini merupakan kali kedua di tahun ini yang sebelumnya telah dilakukan akad sebanyak 1500 nasabah pada bulan April 2021.

Beri Komentar