Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Berbohong memang tidak baik untuk dilakukan, terlebih ketika mencari pekerjaan. Alasannya sederhana, kebohongan itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan dan stigma buruk. Kamu bisa dicap sebagai seorang pembohong.
Terlebih ketika mengikuti wawancara kerja, pelamar kerja pun sebenarnya dilarang keras untuk berbohong. Ketahuan berbohong saat wawancara kerja, akibatnya bisa fatal. Calon pelamar bisa tidak terpilih. Kalaupun sudah terpilih, mereka bisa saja terdepak dari perusahaannya.
Tapi, sebenarnya ada juga, lho, kebohongan-kebohongan kecil yang diperbolehkan ketika sedang melakukan wawancara. Bahkan, lebih baik melakukannya supaya proses interview berjalan lancar.
Apa saja? Berikut ini adalah 3 kebohongan yang boleh dilakukan saat wawancara kerja berdasarkan CheatSheet, Senin 7 November 2016.
© Dream
Jika ada wawancara kerja dimulai dengan pertanyaan ini, alangkah baiknya jika pelamar kerja menyembunyikan kondisi sebenarnya. Lebih baik pelamar kerja tidak mengeluarkan uneg-uneg kekesalannya jika dia berada di dalam situasi yang buruk.
Lalu, apa jawabannya jika mendapatkan pertanyaan ini? Pelamar cukup tersenyum dan berkata, “Kabar saya baik.”
© Dream
Jangan buru-buru terlalu jujur berkata bahwa atasan di kantor yang lama itu bermasalah. Lebih baik tahan perkataan tersebut karena siapa tahu pimpinan di calon tempat bekerja, tidak suka dengan calon karyawan yang menjelek-jelekkan perusahaan.
Kalau mendapat pertanyaan ini, lebih baik menjawab perkataan yang baik-baik terhadap perusahaan yang lama. Lalu, sambunglah dengan alas an bahwa ingin mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.
© Dream
Jika mendapatkan pertanyaan ini, tetaplah berpikir positif. Jawablah dengan pertanyaan bahwa Anda siap untuk mengemban tanggung jawab yang lebih tinggi. Jangan sampai menjawab tidak punya gambaran. Justru jawaban itu memberikan kesan buruk bagi perusahaan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari