Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Aksi unjuk rasa damai yang digelar pada hari ini, Jumat 4 November 2016, membawa sentimen positif terhadap bursa saham syariah. Dua indeks acuan saham syariah ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Indeks sektoral yang kemarin dilanda aksi jual pun kembali ke teritori positif. Pemodal lokal mendominasi perdagangan saham jelang akhir pekan ini setelah investor asing justru memilih melepas sahamnya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 4 November 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,121 poin (0,64%) di level 176,505. Begitu pula dengan indeks acuan saham bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak ke level 724,672 atau naik 4,004 (0,56%).
Transaksi perdagangan saham melibatkan 21,09 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp3,6 triliun.
“ Menghijaunya” indeks saham syariah dipicu oleh kenaikan harga saham dari 115 saham syariah. Kinerja positif ini sukses menambal 56 saham syariah yang bergerak melemah.
Kinerja seluruh emiten sektoral berjalan positif pada penutupan hari ini. Aksi beli investor terbesar berpusat di emiten sektor pertambangan yang menguat 2,34 persen, disusul industri dasar 1,47 persen, dan manufaktur 0,80 persen.
Emiten-emiten top gainer yang menjadi incaran investor adalah PTBA yang harga sahamnya naik Rp675, ICBP Rp300, AKRA Rp250, SILO Rp200, dan AALI Rp150.
Sebaliknya, yang menjadi top losser adalah UNVR yang harga sahamnya turun Rp200, LPPF Rp175, PTPP Rp50, INDF Rp25, dan SSMS Rp25.
Namun, sentimen ini tidak berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah di pasar uang. Pada hari ini, rupiah justru terpeleset 2 poin (0,02%) ke level Rp13.067 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya