Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Petani.
Dream – Selama ini, pembiayaan di sektor pertanian sangat minim. Tingginya risiko bisnis di sektor pertanian menjadi pertimbangan utama lembaga keuangan untuk menyalurkan pembiayaan.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi koperasi syariah, Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) Amman, Magelang, Jawa Tengah. Koperasi syariah ini memberikan pembiayaan pertanian dengan konsep syariah.
Manager BTM Amman, Putro Prihatmanto, mengatakan pihaknya memberikan layanan pembiayaan bagi petani. Pembiayaan syariah ini diberikan dengan pertimbangan besarnya bisnis pertanian di Magelang.
Tak hanya itu, pembiayaan syariah ini juga merupakan wujud keberpihakannya terhadap petani yang nasibnya ditentukan oleh para tengkulak. Mereka membeli produk petani di bawah harga standar.
“ Pembiayaan pertanian ini ada unsur pemberdayaan bagi masyarakat,” kata Putro dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, dikutip Jumat, 3 November 2016.
Koperasi syariah ini akan bekerja sama dengan Pasar Induk Nusantara (PIN) dan Komunitas Bina Tani Makmur (KBTM), untuk menyalurkan pembiayaan tersebut.
© Dream
Dream - Ketua Induk BTM, Achmad Suud, mengatakan pembiayaan pertanian syariah yang dilakukan BTM Amman ini adalah sebuah pilot project BTM untuk pembiayaan pertanian. Apabila berhasil, konsep ini akan dikembangkan di seluruh BTM se-Indonesia.
" Jadi sinergisitas program ini sekaligus merupakan studi kami dalam mengembangkan pembiayaan syariah berbasis pertanian," kata Achmad.
© Dream
Dream - Akad yang digunakan dalam pembiayaan syariah ini adalah akad ba’i salam, yaitu pembelian barang yang barangnya diserahkan di kemudian hari. Sedangkan pembayaran barangnya dilakukan di muka.
“ Selain akad ba’i salam, ke depan masih banyak akad yang lain yang bisa dikembangkan dalam transaksi bisnis pertanian,” kata dia.
Direktur Utama PIN, Sutardi, mengharapkan kemitraan ini disertai dengan langkah-langkah konkret dalam membangun ketahanan pangan secara integratif.
Dalam kerja sama ini, tiga pihak tersebut punya peran. Peran PIN di sini adalah sebagai pemasar produk pertanian, BTM Amman sebagai pemberi pembiayaan, dan KBTM sebagai produsen.
“ Sinergisitas inilah merupakan strategi bersama dalam keberpihakan terhadap produk pertanian kita,” kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya