4 Hal yang Tak Dipahami Publik Soal Bank Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 23 Maret 2015 10:14
4 Hal yang Tak Dipahami Publik Soal Bank Syariah
Publik masih memiliki banyak kesalahpahaman tentang konsep perbankan syariah.

Dream - Perbankan syariah belum tentu lebih mahal dibandingkan konvensional. Kesalahpahaman tersebut perlu dikoreksi, bersama dengan pengertian yang salah lainnya tentang perbankan syariah. 

Tergerak dengan ambisi memperbaiki kesalahan tersebut, CEO Bank Nizwa, Jamil El Jaroudi, mengakui telah meluncurkan platform pelatihan perintis bidang syariah bernama 'Islamic Finance Knowledge Series'.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perbankan syariah di Oman. Sebagai informasi, Bank Nizwa merupakan bank syariah pertama yang beroperasi di Oman. 

Menurut Jamil, publik masih memiliki banyak kesalahpahaman tentang konsep perbankan syariah. Dari catatannya, setidaknya ada empat isu penting yang harus segera diatasi. 

Lebih Mahal

Jamil mengakui salah satu pengertian yang keliru tentang perbankan syariah adalah bahwa pembiayaan atau kredit di bank syariah lebih mahal dibanding bank konvensional, yang belum tentu benar.

Sebagai contoh, saat Bank Nizwa memasuki pasar, tingkat bunga kredit perumahan di pasar adalah 6,5, 7,5 dan 8 persen namun Bank Nizwa mulai menawarkan pembiayaan perumahan selama 25 tahun dengan 4,99 persen. " Jadi kami pasti tidak lebih mahal daripada bank konvensional," tambahnya.

Transparansi

Beberapa bank mempromosikan dan mengatakan bahwa tingkat suku bunga adalah 3 persen. Tetapi jika Anda membaca dengan seksama, disebutkan 'hanya untuk tiga bulan pertama'.

Mereka juga mengatakan bahwa bunga tidak didasarkan pada saldo menurun sehingga tingkat suku bunga yang sebenarnya lebih tinggi.

Dengan cara yang sama, Ashraf Nabhan Al Nabhani, corporate support Bank Nizwa, mengatakan bahwa semua mekanisme dan prosedur Bank Nizwa 'transparan' dan 'tidak ada biaya tersembunyi'.

Semua Agama

Mohamed Bin Noranuar Sajari, manajer senior pengelolaan syariah Bank Nizwa, mengatakan kesalahpahaman lain adalah perbankan syariah hanya untuk umat Islam. Padahal perbankan syariah mencakup investor dan deposan yang lebih besar, yang ditujukan untuk Muslim dan non-Muslim.

Juga, beberapa orang berpikir bahwa produk syariah terlalu rumit karena proses eksekusinya yang panjang, katanya. Selain itu, ia mencatat bahwa dalam perbankan syariah, uang adalah saluran dan bukan komoditas, dan semua transaksi yang sesuai dengan Syariah.

Istilah

Saat ini industri syariah berusah untuk meningkatkan kesadaran tentang istilah yang digunakan dalam konteks perbankan syariah, yang berbeda dari sektor perbankan konvensional. Hal ini untuk mencegah penggunaan istilah yang salah oleh media.

Jamil mengatakan bahwa inisiatif ini dirancang dalam bentuk sesi yang akan disampaikan kepada baik sektor publik dan swasta, perguruan tinggi dan mahasiswa.

Pada tahap awal, bank akan melakukan tur ke sejumlah lembaga pendidikan, serta tempat-tempat publik yang terletak di dekat cabang Bank Nizwa yang ada.

Pada akhir 2015, lebih dari 800 mahasiswa diharapkan mendapat manfaat dari sesi ini. Mereka bisa mengembangkan pemahaman mendalam tentang keuangan syariah dan nilai tambah yang ditawarkan.

Beri Komentar