Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wanita Karier Bisa Merencanakan Keuangannya Sedini Mungkin.
Dream – Wanita, termasuk wanita karier, punya risiko keuangan yang lebih tinggi daripada pria. Terlebih, jika mereka tidak memiliki keuangan yang aman untuk pensiun. Sehingga, perempuan harus punya tabungan lebih untuk mengamankan masa pensiun.
“Selisih pembayaran gaji bisa berkontribusi dalam selisih tabungan pensiun antara pria dan wanita. Ironisnya, wanita ini berusia lebih panjang daripada pria sehingga kita harus menabung lebih banyak,” kata pimpinan kajian pensiun, Transamerica Center for Retirement Business (TCRS), Catherine Collinson, kepada Fox Business, Senin 27 Maret 2017.
Collinson mengatakan, selisih gaji ini bukanlah tantangan satu-satunya bagi wanita untuk menghadapi pensiun. Dia menyebut wanita juga beristirahat dari pekerjaan mereka untuk mengasuh anak-anak. Pekerjaan mulia ini ternyata memerlukan banyak biaya.
“Ini tidak berarti sulit untuk menemukan pekerjaan setelah cuti lama dari satuan kerja,” kata Collinson.
Tapi, Collinson mengatakan, wanita berkarier belum terlambat untuk merencanakan keuangan keluarga. Ada empat tips yang bisa dilakukan oleh mereka.
Pertama, mengembangkan strategi investasi dan menuliskannya. Bayangkan masa pensiun masa depan dan gunakan kalkulator online untuk memprediksi kebutuhan tabungan jangka panjang. Lalu, formulasikan tujuan untuk menentukan seberapa banyak yang harus ditabung setiap harinya.
Ke dua, ambil bagian dalam keuangan keluarga. Jadilan pribadi yang terlibat dalam menentukan keuangan keluarga, mulai dari keuangan untuk kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan jangka panjang. Diskusikan rencana finansial dan tabungan pensiun dengan suami.
Ke tiga, terlibat sebanyak mungkin dalam keuangan keluarga. Seorang wanita harus mempertimbangkan bantuan dari anggota keluarga lain untuk berbagi tanggung jawab pengasuhan anak.
Dengan begitu, dia bisa terus bekerja paruh waktu, mendapatkan penghasilan, serta menabung untuk pensiun.
Ke empat, memiliki plan B. Buatlah rencana cadangan jika terjadi hal-hal yang terduga, seperti perpisahan, perceraian, kehilangan pasangan, masalah kesehatan, atau tidak mampu bekerja sebelum pensiun yang direncanakan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari