Cara Erick Thohir Bikin Indonesia Jadi Raja Industri Digital Asia Tenggara 2030

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 4 Agustus 2022 16:45
Cara Erick Thohir Bikin Indonesia Jadi Raja Industri Digital Asia Tenggara 2030
Menteri yang dilantik pada 2019 itu mengungkap 5 prioritas utama Kementerian BUMN yang menjadi kunci dalam menginisiasi program digitalisasi.

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan, ekonomi digital Indonesia bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2030. Dengan catatan, APBN diperkirakan akan tumbuh 8 kali lebih cepat.

" Kue ekonomi digital Indonesia akan mencapai Rp4.500 triliun menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2030 mendatang," ucap Erick saat menjadi Keynote Speaker dalam acara ‘Menuju Masyarakat Cashless’ yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jakarta, di Auditorium Perpusnas, Rabu 3 Agustus 2022.

Menteri yang dilantik pada 2019 itu mengungkap lima prioritas utama Kementerian BUMN yang menjadi kunci dalam menginisiasi program digitalisasi.

Pertama adalah nilai ekonomi dan sosial untuk tanah air Indonesia. Ke dua, inovasi modal dan kepemimpinan teknologi. Ke empat adalah peningkatan investasi dan terakhir pengembangan talenta.

1 dari 6 halaman

Semakin membuktikan target Erick dengan prediksinya Indonesia akan berjaya di dunia digital pada 2030.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga hadir dalam diskusi, mengungkap tahun 2021 perekonomian digital berbasis internet di Indonesia tumbuh secara pesat.

Salah satunya perihal cashless atau transaksi tanpa uang di ranah jasa keuangan digital yang meningkat terutama dalam layanan digital lending.

Sehingga pembayaran tunai berkurang seiring dengan penggunaan pembayaran cashless yang mencapai 5.452 juta transaksi.

" Nominal transaksi maupun jumlah uang elektronik yang beredar di Indonesia secara konsisten mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data yang sudah kita kumpulkan dimana transaksi uang elektronik tahunan per tahun 2021 mencapai 5.452 juta transaksi," ucapnya.

2 dari 6 halaman

Kemudian di masa pandemi, dari sisi masyarakat juga menyambut positif adanya beberapa ban digital (NeoBank) di Indonesia.

Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah rekening per Mei 2022 yang mencapai 38,2 juta rekening. Setelah sebelumnya pada 2020 hanya tercatat sekitar 170 ribu rekening di neobank.

“ Munculnya beberapa bank digital (NeoBank) di Indonesia selama masa pandemi disambut baik oleh masyarakat,” lanjut Purbaya Yudhi Sadewa.

3 dari 6 halaman

Sedangkan jumlah nominal simpanan di bank memang belum meningkat, secepat pertumbuhan jumlah rekeningnya. Pada akhir tahun 2020 nominal simpanan neobank di Indonesia sebesar Rp 31,6 triliun. Per Mei 2022 jumlah nominal simpanan mencapai Rp 49,3 Triliun.

“ Jumlah nominal simpanan di Neobank tidak mengalami pertumbuhan secepat pertumbuhan jumlah rekeningnya,” ujar Purbaya.

Oleh karena itu, melihat betapa masifnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, Purbaya menegaskan LPS akan terus mendukung seluruh program pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

4 dari 6 halaman

Erick Thohir Yakin Indonesia Jadi Raja Industri Digital Terbesar di Asia Tenggara 2030

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memprediksikan Indonesia akan menjadi pemain industri digital terbesar di Asia Tenggara pada 2030. 

Prediksi itu didasarkan pada potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp4.500 triliun pada 2030 atau tumbuh delapan kali lipat dari APBN. Menurut Erick, digital adalah era yang tak bisa dihindari.

" Ini era yang tidak bisa terhindarkan, digitalisasi suka tidak suka harus kita hadapi dan kita tidak mungkin berdiam diri," ujar Erick, saat mengisi seminar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DKI Jakarta bertajuk ‘Menuju Masyarakat Cashless’ di Jakarta Pusat, Rabu 3 Agustus 2022.

Indonesia memiliki sumber daya besar dalam menjadikan ekonomi digital, sebagai pondasi bangsa di masa yang akan datang.

" Allah SWT memberikan kita demografi yang mayoritas muda saat ini, 55 persen usia di bawah 35 tahun, mau tidak mau industri digital kita akan berkembang," lanjutnya.

5 dari 6 halaman

" Pertanyaan saya selalu sama, kapan perubahan ini terjadi kalau kita tidak adaptasi sehingga akhirnya kita hanya jadi market. Saat hanya menjadi market, maka tidak ada investasi untuk pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh lebih besar di negara lain," ungkap dia.

Erick menyebut sudah terlalu lama sumber daya alam dan market besar Indonesia hanya dijadikan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja bagi negara lain.

Untuk itu, lanjut Erick, pemerintah bekerja keras untuk melakukan perubahan dengan menekan pengiriman SDA dalam bentuk bahan baku ke luar negeri, salah satunya dengan memperkuat ekosistem industri baterai listrik. 

" Kita tidak anti asing atau anti investasi luar negri, tapi keseimbangan pertumbuhan yang merata harus dipastikan, pertumbuhan Indonesia harus lebih tinggi dari negara lain," sambung Erick.

6 dari 6 halaman

Kementerian BUMN berkomitmen memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses sistem pembayaran nontunai lewat program transformasi inovasi model bisnis dan kepemimpinan teknologi.  

" Sejak awal kita bangun ekosistem yang mana digital menjadi kunci bagi kita untuk bisa bersaing. Jangan BUMN jadi dinosaurus yang mati dimakan zaman karena besar badan, tapi tidak mau bermetamorfosis," ujar dia. 

Erick memuji terobosan digitalisasi yang dilakukan sejumlah BUMN seperti ASDP Indonesia dengan Ferizy dan Bank Mandiri dengan layanan Livin. Dengan sistem daring, ucap Erick, Ferizy mampu mengurai persoalan antrean yang terjadi bertahun-tahun pada layanan penyeberangan. 

" Contoh Ferizy ASDP, dulu penyeberangan antre truk bisa 10 jam, kita coba dua tahun lalu, sistem e-tiketing, ini mampu menghemat biaya logistik kita yang saat ini masih 23 persen atau lebih tinggi dari negara lain yang sudah 13 persen," ucap Erick.

Erick menilai keberhasilan sistem ini mendongkrak pergerakan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Sumatera hingga 40 persen. Bahkan, saat masa mudik lalu tingkat pertumbuhan penyeberangan armada tumbuh hingga 144 persen.

Beri Komentar