7 Penumpang Diduga Terjangkit Corona, Ini Kata Lion Air

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 26 Januari 2020 12:12
7 Penumpang Diduga Terjangkit Corona, Ini Kata Lion Air
Ketujuh penumpang ini dibawa ke Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Dream – Tujuh orang penumpang Lion Air JT 2742 rute Changsa-Manado, Sulawesi Utara, sempat diperiksa secara intensif di Kantor Kesehatan Bandara Sam Ratulangi. Diduga, ketujuh penumpang tersebut terjangkit virus corona.

Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, memberikan penjelasan mengenai hal ini. Menurut dia, peristiwa ini berlangsung pada Sabtu 25 Januari 2020.

Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJM berangkat sesuai jadwal pada 14.40 waktu Changsha, Hunan dan mendarat di Sam Ratulangi pukul 19.59 WITA. Di dalam pesawat terdapat tujuh kru Lion Air 176 penumpang.

“ Penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan,” kata Danang, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Danang melanjutkan pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai hasil pemeriksaan Kantor Kesehatan Bandara Sam Ratulangi terhadap tujuh orang penumpang tersebut. Kantor Kesehatan menyatakan mereka negatif terjangkit virus corona.

 

“ Dinyatakan negatif atau tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) virus yang dimaksud,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Langkah Antisipatif

Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat. Petugas lalu melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat.

Langkah ini, lanjut Danang, untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang.

Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 " Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio" pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 " Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya" pada 03 Januari 2020.

Danang mengatakan pihaknya menjalankan operasional dengan menyemprotkan cairan pembunuh kuman. “ Serta menyediakan masker, sarung tangan, dan cairan gel pembersih tangan untuk antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Virus Corona Terdeteksi Menyerang Perawat di Arab Saudi

Dream - Perawat asal India yang bekerja di Arab Saudi dinyatakan positif terjangkit virus corona. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri India.

Sejumlah media melaporkan perawat tersebut diduga tertular virus ketika merawat rekannya asal Filipina. Berdasarkan hasil tes medis, rekan perawat itu positif terjangkit.

Tetapi, baik Riyadh maupun Delhi belum melaporkan adanya kasus penyebaran wabah di negara masing-masing.

 

 © Dream

" Sekitar 100 perawat India, yang bekerja di rumah sakit Al Hayat telah dites dan negatif kecuali satu orang perawat yang didapati terjangkit virus corona," ujar Menteri Negara Urusan Luar Negeri India, V Muraleedharan, dilaporkan Alaraby.

" Perawat yang terjangkit sudah dirawat di Rumah Sakit Nasional Al Hayat dan kini sedang tahap penyembuhan," kata dia lewat Twitter.

Untuk diketahui Rumah Sakit Nasional Al Hayat berlokasi di wilayah Aseer, Al Rabwah, Arab Saudi.

 

3 dari 6 halaman

Fix, Corona

Muraleedharan memastikan ini merupakan virus yang sama yang telah menghilangkan 17 nyawa di Wuhan, China. Juga menginfeksi lebih dari 570 orang di seluruh dunia.

Setelah Wuhan, kasus keterjangkitan virus corona dilaporkan muncul di Jepang, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Amerika Serikat.

Negara-negara kawasan Teluk telah mengambil sejumlah langkah seperti screening penumpang dari China menyusul mewabahnya virus corona yang mematikan. Langkah tersebut dijalankan serentak bersama otoritas kesehatan di seluruh dunia.

4 dari 6 halaman

Upaya Pencegahan di Negara-negara Teluk

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan telah berkoordinasi dengan regulator penerbangan sipil untuk memantau penumpang yang tiba dari penerbangan baik langsung maupun tidak dari China.

Kementerian Kesehatan Bahrain juga mengumumkan telah mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap wabah ini. Tanpa menyebut secara rinci langkah yang dijalankan.

Demikian pula dengan Uni Emirat Arab, telah menjalankan screening.

" Bandara Dubai telah mengkonfirmasi, bahwa semua penumpang yang tiba dari penerbangan langsung dari Republik Rakyat China harus menjalani pemindaian panas tubuh di gerbang kedatangan," demikian pernyataan otoritas UEA.

Pemerintah Dubai pada Kamis menyatakan ada 989 ribu turis China berkunjung ke UEA tahun lalu dan diperkirakan bertambah pada 2020. Sebanyak 3,6 juta warga China transit di bandara sepanjang 2019.

5 dari 6 halaman

China Karantina 10 Kota karena Virus Corona

Dream - China mengarantina sepuluh kota di sekitar pusat wabah virus Corona. Karantina membuat lebih dari 20,5 juta jiwa terkunci di wilayah mereka. Kota-kota lain di sekitar Wuhan memang menghentikan transportasi dan menutup Jembatan pada Jumat, 24 Januari 2020.

Kota Huangshi di provinsi Hubei mengumumkan bahwa rute transportasi dan terminal kapal feri ditutup mulai pukul 02:00 GMT pada hari ini. Secara keseluruhan, setidaknya 10 kota telah dipesan pada saat ditutup.

Upaya ini ditempuh karena para pejabat kesehatan khawatir laju penularan virus Corona akan meningkat karena ratusan juta orang China bepergian ke dalam dan luar negeri selama liburan saat Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Sabtu, 25 Januari 2020.

Menurut laman Al Jazeera, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut, sebanyak 830 kasus infeksi virus Corona, dengan 25 kematian.

Virus Corona berasal dari kota Wuhan akhir tahun lalu dan telah menyebar ke kota-kota China lainnya, termasuk Beijing dan Shanghai. Virus Corona bahkan sudah menyebar hingga Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

6 dari 6 halaman

Sudah Sampai Korea Selatan

Virus Corona disebut telah sampai ke Singapura pada Kamis, 23 Januari 2020. Perdana Menteri China, Lee Hsien Loong menyatakan kesiapannya menghadapi virus ini.

" Kami sangat siap, karena kami telah bersiap untuk situasi seperti itu sejak kami berurusan dengan SARS pada tahun 2003," kata Lee Hsien Loong.

" MOH (Kementerian Kesehatan) sekarang telah mengaktifkan rencana untuk melawan penyebaran virus, yang sejauh ini tampaknya tidak sama mematikannya dengan SARS," ucap dia.

Sementara itu, di Jepang, telah terkonfirmasi kasus infeksi kedua virus Corona dari China.

Infeksi virus Corona juga disebut sudah sampai di Korea Selatan. Pusat Pengendalian dan Penyakit Korea Selatan sudah mengonfirmasi penyebaran virus ini.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya