701 Pedagang Pasar Tradisional Positif Covid-19, 32 Meninggal

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 20 Juni 2020 12:27
701 Pedagang Pasar Tradisional Positif Covid-19, 32 Meninggal
Data ini diambil dari 129 pasar di Indonesia.

Dream – Tercatat ada 701 pedagang pasar tradisional yang positif tertular Covid-19. Jumlah ini terungkap dari data yang dikumpulkan dari 129 pasar di Tanah Air hingga Jumat 19 Juni 2020. Sedihnya, ada puluhan pedagang yang meninggal.

" Ada penambahan dari kasus sebelumnya mencapai 128 kasus positif dan belum ada penambahan kasus meninggal. Data sebelumnya terjadi kasus positif Covid-19 di pasar sebanyak 573 orang dan meninggal sebanyak 32 orang," ujar Ketua SIGAP Covid-19 DPP Ikatan Pedagang Pasar Indoensia (IKAPPI) Dimas Hermadiyansyah, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 20 Juni 2020.

Kasus positif paling banyak ditemukan di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Ikappi menemukan 113 kasus positif Corona di pasar tersebut. Urutan kedua, ada Pasar Besar, Palangka Raya Kalteng dengan temuan kasus positif 50 orang. Sementara di urutan ketiga ada Pasar Kramatjati, Jakarta Timur dengan temuan kasus positif 49 orang.

Menurut dia, fakta ini harus mendapat perhatian dan tindakan yang tepat dari pemda dan pengelola pasar guna menyetop mata rantai penyebaran Corona. Salah satunya dengan mendisiplinkan protokol kesehatan di pasar.

" Tindakan tepat yang kami maksud adalah menerapkan protokol kesehatan di pasar serta mengajak pedagang untuk mematuhinya melalui komunikasi secara intensif dan persuasif dengan paguyuban atau organisasi pedagang pasar, agar saling mengawasi atau mengingatkan kedisiplinan," tutur Dimas.

1 dari 4 halaman

Ganjil Genap

Dimas juga menyesalkan penerapan ganjil genap serta penutupan pasar pada masa pandemi Corona. Dia menilai, hal itu belum seharusnya diterapkan. Dia yakin masih ada opsi lain yang lebih menguntungkan.

" Yaitu melakukan upaya maksimal berupa sosialisasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan yang baik dalam bentuk penyediaan tempat cuci tangan beserta sabun disudut sudut pasar yang mudah dijangkau, penyediaan hand sanitizer, pembagian masker, penyediaan face shield, menyediakan penyekat plastik antara penjual dan pembeli, mengatur sirkulasi lalu lalang pembeli serta penyemprotan disinfektan di saat pasar berhenti beroprasi," kata dia.

Dimas berharap pemerintah dan pengelola pasar mempelajari terlebih dahulu kondisi pasar dan pedagang sebelum membuat kebijakan atau peraturan. Misalkan dengan mengajak berdialog perwakilan kelompok pasar atau ketua blok pasar agar diketahui masalahnya. Setelah itu, dicari solusi yang tepat untuk masalah penyebaran Covid-19 di pasar tersebut.

" Bukan malah tiba-tiba keluar ancaman akan menutup pasar bila pedagang tidak setuju penerapan ganjil genap di pasar. Tiap pasar kan berbeda-beda. Jika sudah melalui dialog dan benar-benar diketahui masalah yang terjadi di pasar, baru didorong dinas terkait dan pengelola pasar serta komponen masyarakat untuk melakukan upaya dan pengawasan agar penerapan protokol kesehatan di pasar bisa berjalan dengan baik, kalau ada yang bandel baru dikenakan sanksi," kata dia.

Menurut Dimas, pasar tradisional di seluruh Indonesia menampung sebanyak 12,3 juta pedagang. Mereka harus diselamatkan mata pencahariannya dengan cara-cara yang tepat dan manusiawi selama pandemi Corona.


(Sumber: Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

2 dari 4 halaman

Update Corona 19 Juni: Positif Naik 1.041, Kasus Baru Terbanyak di Sulsel

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kembali mengumumkan jumlah spesimen telah melampaui target.

Dalam 24 jam belakangan, sudah ada 20.717 spesimen telah diperiksa sehingga totalnya mencapai 601.239 spesimen.

" Dari kasus yang kita periksa ini, kita dapatkan kasus positif sebanyak 1.041 orang sehingga akumulasi menjadi 43.803 orang," ujar Yurianto.

 

 

Sedangkan kasus sembuh turut mengalami peningkatan. Demikian pula, total pasien sembuh juga bertambah banyak.

" Kasus sembuh yang kita dapatkan hari ini sebanyak 551 orang, akumulasinya menjadi 17.349 orang. Kasus meninggal 34 orang sehinggga total 2.373 orang," kata dia.

 

3 dari 4 halaman

Jatim Turun di Posisi Tiga

Selanjutnya, Yurianto mengatakan terdapat lima provinsi yang mendominasi penambahan kasus harian tertinggi. Tetapi, posisi teratas kini ditempati Sulawesi Selatan.

" Sulawesi Selatan melaporkan 207 kasus konfirmasi baru dan 43 kasus sembuh," ucap Yurianto.

DKI Jakarta berada di urutan kedua dengan 141 kasus baru dan 126 sembuh. Sementara Jawa Timur kini berada di urutan ketiga dengan 140 kasus baru dengan 103 pasien sembuh.

" Sumatera Selatan 84 kasus baru dan 31 sembuh, Bali 81 kasus baru dan 13 sembuh," kata dia.

Saat ini, ada 19 provinsi yang melaporkan penambahan kasus harian di bawah 10. Sementara 6 provinsi melaporkan tidak ada kasus baru.

 

4 dari 4 halaman

Provinsi dengan Kasus Sembuh Makin Banyak

Sementara, jumlah provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih tinggi dibandingkan kasus baru cukup banyak. Antara lain Nusa Tenggara Barat dengan 14 kasus baru dan 19 sembuh.

" Maluku 7 kasus baru 23 sembuh. Gorontalo 6 kasus baru 35 sembuh. Sumatera Barat 4 kasus baru 11 sembuh," kata dia.

Sementara Papua Barat 3 kasus baru 8 sembuh. Yogyakarta 1 kasus baru 7 sembuh.

" Bangka Belitung tidak ada penambahan kasus 6 kasus sembuh. Kepulauan Riau dilaporkan tidak ada kasus baru dan 5 sembuh," terang Yurianto.

Beri Komentar