80 Mal Jakarta Beroperasi, Patuhi 6 Aturan Protokol Kesehatan Saat PSBB Transisi

Reporter : Arini Saadah
Senin, 15 Juni 2020 17:36
80 Mal Jakarta Beroperasi, Patuhi 6 Aturan Protokol Kesehatan Saat PSBB Transisi
Jalan-jalan ke mall yuk! Ingat, tetap jaga protokol kesehatan ya.

Dream – PSBB transisi sedang diberlakukan di Jakarta, 80 mal sudah diperbolehkan beroperasi mulai 15 Juni 2020.

Namun hanya beberapa kategori tertentu saja yang diperbolehkan buka. Beberapa jenis usaha belum diizinkan masuk, seperti bioskop, pusat kebugaran, tempat bermain anak, karaoke, hingga perawatan tubuh dan wajah.

Sementara itu, salon potong rambut sudah diizinkan beroperasi. Lantas apa saja aturan yang harus dipatuhi selama PSBB transisi di era new normal, khususnya di pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta?

1 dari 6 halaman

Penjagaan Ketat Polri

Ilustrasi© Liputan6.com

Untuk memastikan pelaksanaan PSBB transisi di mal dan pusat perbelanjaan aman, Polri akan melakukan penjagaan ketat di sejumlah pusat perbelanjaan atau mall usai dibuka kembali pada Senin 15 Juni 2020.

Penjagaan anggota Polri di pusat perbelanjaan ini akan dibantu oleh para anggota dari TNI dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengtakan bahwa penjagaan akan dilaksanakan mulai dari luar sampai ke dalam mall.

“ (Penjagaan) sampai ke dalam, kita kan sifatnya gini yang jaga di situ TNI, Polri sama Satpol PP. Tapi yang dikedepankan TNI-Polri sesuai perintah pak presiden. Nah tujuannya apa untuk mendisiplinkan masyarakat sesuai dengan protokol kesehatan,” ucap Yusri, seperti dilansir dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Pantauan Aktif Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Ilustrasi© Liputan6.com

Penjagaan oleh polisi bertujuan memastikan para pengunjung mal aktif melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga selama melakukan penjagaan di dalam mal, para petugas akan memantau para pengunjung dan juga pemilik toko terkait pelaksanaan protokol kesehatan.

“ Protokol kesehatan mulai dari pakek masker sampai dengan menghindari kerumunan, tapi dilakukan secara persuasif dan humanis. Caranya seperti apa, mulai dari mereka masuk dari depan, kita keliling sambal melihat-lihat kalau ada yang salah langsung kita tegur,” ujar Kombes Yusri Yunus.

Namun Yusri belum bisa memastikan jumlah personel yang akan diterjunkan untuk menjaga setiap mal. Karena nantinya personel yang turun ke lapangan harus bisa melakukan pendekatan secara persuasif.

“ Tapi secara persuasif, humanis. Supaya masyarakat bisa sadar dulu. (Jumlah personel) Masih direkap, tunggu data dari Polres-polres,” pungkasnya.

3 dari 6 halaman

Mall dan Perkantoran Sudah Boleh Buka

Ilustrasi© Merdeka.com

Selama PSBB transisi di era new normal ini, sejumlah aktivitas bisnis mulai kembali beroperasi pada Senin 15 Juni ini. Hal ini dilakukan menyusul keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di wilayah ibukota.

Salah satu aktivitas yang kembali operasi yaitu pusat perbelanjaan dan perkantoran. Aktivitas kantor di DKI Jakarta mulai dilaksakan pada Senin 8 Juni lalu, dengan syarat harus membatasi jumlah karyawan yang masuk.

Aktivitas perkantoran dan pembukaan mall ini dilakukan karena memasuki masa PSBB Transisi. “ Perkantoran sudah mulai bisa dibuka dengan kapasitas 50 persen. Demikian pula rumah makan mandiri dengan Batasan juga 50 persen,” kata Anies, seperti dilansir Merdeka.com.

4 dari 6 halaman

Pembatasan Jumlah Karyawan

Ilustrasi© Liputan6.com

Seluruh mall di DKI Jakarta kembali beroperasi mulai Senin 15 Juni. Namun Pemprov masih membatasi izin waktu operasi yaitu mulai pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial, Lathifa An Anshori menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan di dalam mall. Seperti wajib pakai masker, cek suhu tubuh, jaga jarak minimal satu meter dan tidak berdesakan di lift.

Selain itu juga memastikan pembatasan jumlah karyawan yang harus masuk di pusat perbelanjaan. Pembatasan jumlah karyawan ini penting diawasi untuk mencegah penularan Covid-19.

5 dari 6 halaman

Tekankan Pembayaran Non Tunai

Ilustrasi© shutterstock.com

Selain itu, Lathifa juga mengimbau kepada anak-anak muda yang doyan ngemal diharapkan tegas melaksanakan protokol kesehatan. Salah satu protokol kesehatan yang ditekankan adalah pembayaran nontunai.

“ Ayo ikuti protokol untuk mengurangi sentuhan ke benda, kalau perlu top up saldo dulu di rumah sebelum belanja, biar antre di kasir juga tidak lama. Percayalah ini juga tidak akan selamanya,” ujar Lathifa, Senin 15 Juni.

6 dari 6 halaman

Selepas Ngemal Langsung Pulang

Ilustrasi© Liputan6.com

Usai belanja di mal, anak muda hendaknya lekas kembali ke rumah masing-masing untuk menghindari tumpukan kerumunan di pusat perbelanjaan.

“ Ayik loh membantu memulihkan perekonomian negara dengan nge-mall, namun tolong pastikan diri sehat kapanpun dan dimanapun berada. Lebih baik mencegah daripada mengobati, jelas Lathifa.

Itulah Sahabat Dream, 6 aturan protokol kesehatan dalam pemberlakuan new normal di saat PSBB Transisi. Lakukan langkah terbaik sebelum mengunjungi pusat perbelanjaan, pastikan diri sehat, dan selalu mencuci tangan. Jika kamu mendapat kerumunan, maka lebih baik menyingkir atau mencari lokasi yang lumayan sepi.

The new normal ini merupakan upaya memulihkan ekonomi masyarakat, namun juga di dalam new normal tidak diharapkan justru kasus positif Covid-19 malah meningkat. Kamu nggak mau kan?

So, selalu ikuti peraturan di tempat umum yang ada ya Sahabat Dream.

Beri Komentar