CEO Dentsu, Tadashi Ishii, Mengundurkan Diri Setelah Ada Karyawan Baru Yang Mengundurkan Diri. (Foto: Business Insider)
Dream – Jam kerja yang terlalu tinggi bisa membuat karyawan stres. Jika rasa tertekan itu sangat besar, mereka bisa cenderung bunuh diri.
Hal ini juga berlaku di sebuah perusahaan iklan di Jepang, Dentsu. Seorang karyawan baru di perusahaan ini bunuh diri pada 25 Desember 2015 karena jam lemburnya teramat tinggi.
Aksi bunuh diri ini berujung pada pengunduran diri CEO Dentsu, Tadashi Ishii.
Dilansir dari CNN Money, Selasa 3 Januari 2017, peristiwa ini bermula ketika karyawan bernama Matsuri Takahashi mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan jam kerja yang terlalu tinggi.
Peristiwa bunuh dirinya wanita ini berbuntut investigasi dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang. Hasil investigasi ini menunjukkan bahwa Takahashi bekerja terlalu lama. Takahashi yang tewas telah mengantongi lembur 105 jam dalam sebulan. Hasil investigasi ini pun diajukan ke pengadilan tinggi.
Peristiwa ini pun membuat Ishii mengundurkan diri pada Kamis 29 Desember 2016. Pengunduran ini efektif berlaku per 1 Januari 2017.
“ Kami sangat menyesal gagal mencegah adanya lembur bagi karyawan baru. Saya mohon maaf secara tulus kepada keluarga dan masyarakat,” kata dia.
Sekadar informasi, Dentsu mempekerjakan 47 ribu orang. Perusahaan tersebut beroperasi di 140 negara.(Sah)