Sentimen Dalam Negeri Pukul Indeks Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 Februari 2019 16:54
Sentimen Dalam Negeri Pukul Indeks Syariah
Sentimen positif tak terasa ke lantai bursa.

Dream - Pelaku pasar kembali menghindari terjun ke lantai bursa setelah sentimen negatif dari posisi cadangan devisa Januari 2019 yang menurun. Aksi jual investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah kecemasan pemodal untuk melakukan aksi beli saham. 

Investor cenderung melakukan wait and see menunggu data ekonomi terbaru berupa neraca transaksi berjalan Indonesia. 

Tekanan jual dari dalam negeri ini mendorong tiga indeks syariah kembali berbalik ke zona merah pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 8 Februari 2019.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat koreksi 0,481 poin (0,25%) ke level 193,985. ISSI yang bergerak melemah sepanjang perdagangan hanya sempat menyentuh level tertinggi di 194,094. Dibuka melemah di level 193,952, ISSI terseret ke level terendah 193,143.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa berbuat banyak di tengah sentimen negatif dari dalam negeri. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas 4,531 poin (0,63%) ke level 717,515.

Satu indeks syariah lainnya, Indeks JII70 tercatat merosot 1,428 poin (0,59%) ke level 240,613.

Sentimen negatif juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. IHSG terkoreksi 14,794 poin (0,23%) ke level 6.521,663.

1 dari 1 halaman

Saham Tambang dan Industri Rontok

Aksi jual saham menyelimuti pasar modal. Investor getol melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan pertambangan. Kedua sektor ini melorot 1,73 persen dan 1,46 persen.

Penguatan indeks sektoral terjadi pada saham barang konsumsi yang hanya naik pelan 0,48 persen dan infrastruktur 0,38 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPCK yang harga sahamnya naik Rp290, TSPC Rp250, BIRD Rp200, ALDO Rp175, dan MCAS Rp160.

Sebaliknya top losser indeks ISSI dihuni saham-saham yang selama ini menjagi motor penggerak indeks syariah. Saham UNTR memimpin pelemahan dengan koreksi Rp775, TGKA Rp510, INTP Rp400, ITMG Rp400, dan SMGR Rp300.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Pada pukul 16.08, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 18 poin (0,13%) ke level Rp13.978 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar