Asia Tertekan, Bursa Syariah Kembali Susut

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 22 Maret 2016 09:42
Asia Tertekan, Bursa Syariah Kembali Susut
Emiten sektor komoditas kembali menjadi buruan pelaku pasar.

Dream - Pelaku pasar kembali dilanda kecemasan. Harga minyak yang kembali turun serta koreksi sebagian besar bursa regional memaksa investor menahan aksi beli.

Alhasil, indeks acuan saham syariah pagi ini, Selasa, (22 Maret 2016) kembali dibuka melemah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terun 0,453 poin ke level 157,175. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga terkoreksi 2,823 poin ke level 665,434.

Hingga perdagangan pukul 09.35 WIB, laju indeks saham syariah masih berada dalam tekanan. Namun ISSI sempat bergerak menguat dan menyentuh level tertinggi 157,803.

ISSI tercatat masih melemah 0,347 poin (0,22%) ke level 157,281. Sedangkan indeks saham bluechips syariah terpangkas 3,201 poin (0,48%) ke level 665,056.

Emiten di sektor komoditas kembali menjadi buruan pelaku pasar. Meski harga minyak melemah, indeks sektor saham tambang justru menguat tertinggi sebesar 1,44 persen. Diikuti perkebunan 0,45 persen, keuangan 0,18 persen, dan perdagangan 0,05 persen.

Koreksi justru melanda indeks saham sektor konsumsi yang turun 0,58 persen, industri aneka 0,55 persen, dan manufaktur 0,51 persen.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 481,1 miliar dengan 6,18 miliar saham berpindahtangan.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah pagi ini bergerak menguat meski sempat mengalami tekanan. Rupiah naik tipis 27 poin (0,20%) menjadi 13.161 per dolar AS.

Beri Komentar