Drama Rontoknya Rupiah Berlanjut di Awal 2016

Reporter : Ramdania
Selasa, 5 Januari 2016 05:02
Drama Rontoknya Rupiah Berlanjut di Awal 2016
Rupiah masih berada pada zona rentan pelemahan.

Dream - Mengawali pembukaan perdagangan saham, pergerakan rupiah menunjukkan pelemahan terhadap Dollar Amerika Serikat. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Senin, 4 Januari 2015, rupiah dibuka di level Rp 13.785 per dollar AS.

Sepanjang perdagangan, rupiah sempat mencapai titik terendahnya di Rp 13.957 dan tertingginya di Rp 13.790 per dolar AS. Namun, pada penutupan rupiah terus bertengger di Rp 13.932 per dollar AS.

Pengamat NH Korindo Securites Indonesia, Reza Priyambada menyebutkan upaya penguatan rupiah terganjal dengan mulai menguatnya Dollar AS karena imbas pelemahan harga minyak mentah dan sejumlah harga komoditas.

" Meski laju Rupiah masih dapat bertahan dari sentimen negatif terkait mulai berbalik naiknya laju USD namun, tetap harus mewaspadai adanya potensi pembalikan yang dapat terjadi seiring rentannya posisi Rupiah," tulisnya dalam laporan hariannya, Senin, 4 Januari 2015.

" Diharapkan animo pelaku pasar masih dapat bertahan sehingga membuat laju Rupiah dapat bertahan di teritori positifnya. Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju Rupiah," tambahnya.

Sebagai informasi, pergerakan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan dari asumsi makro yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi nilai tukar rupiah diperkirakan mencapai Rp 13.392 sepanjang tahun 2015 atau berada di atas asumsi yang sebesar Rp 12.500 per dollar AS.

Beri Komentar