Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Usai keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunganya, banyak pengamat memperkirakan rupiah akan melemah terhadap dollar. Namun, rupanya prediksi tersebut sedikit meleset.
Hal ini terlihat dari beberapa hari setelah keputusan itu, dan menjelang libur panjang Natal, tren rupiah cenderung menunjukkan penguatan. Pada hari ini, berdasarkan data perdagangan Reuters kemarin, rupiah dibuka pada level Rp 13.760 per dollar AS.
Lalu, kembali menguat hingga penutupan di level Rp 13.680 per dollar AS. Meski sempat berada di posisi terendahnya di Rp 13.787, rupiah sempat juga menyentuh level tertinggi hari ini di Rp 13.570.
Pengamat dari NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, menilai turunnya laju dolar AS pada sejumlah mata uang a.l EUR, AUD, JPY, CNY, dan beberapa lainnya memberikan sentimen positif pada Rupiah sehingga dapat mengalami kenaikan.
Pelaku pasar mencermati pergerakan Yen yang kembali mengalami kenaikan setelah pemerintah dan bank sentral gagal memenuhi harapan pelaku pasar terhadap peningkatan stimulus untuk membantu pemulihan negara tersebut.
Tidak hanya itu, kembali meningkatnya laju EUR seiring respon terhadap jelang pemilihan di Spanyol turut memberikan sentimen positif bagi Rupiah untuk dapat menguat.
" Penguatan Rupiah pun berhasil melampaui estimasi kami sebelumnya," tulis analisis hariannya, Selasa, 22 Desember 2015.
Berbalik menguatnya Rupiah, lanjut Reza, memberikan peluang untuk dapat bertahan dalam tren positifnya. Laju Rupiah pun diperkirakan akan kembali memanfaatkan pelemahan laju USD untuk dapat bertahan naik.
Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju Rupiah. Laju Rupiah di atas target resisten 14.020. Rp 13.885-13.868. (kurs tengah BI). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya