Balas Budi Bantu Korban Corona, CEO Misterius Beri Donasi Rp19 Miliar

Reporter : Sugiono
Jumat, 14 Februari 2020 19:15
Balas Budi Bantu Korban Corona, CEO Misterius Beri Donasi Rp19 Miliar
Sumbangan bernilai fantastis itu diharapkan bisa digunakan untuk membendung penyebaran virus Covid-2019 yang semakin tidak terkendali.

Dream - Penyebaran wabah virus corona, Covid-19, membangkitkan rasa kemanusian di berbagai belahan dunia. Mereka yang terketuk hatinya akan menyumbangkan apapun untuk para warga yang terjebak dalam infeksi virus tersebut. Sumbangan berupa masker, uang, bahkan tenaga akan diberikan.

Rasa kemanusiaan itu pula yang menggugah hati seorang wanita dan anaknya di Yixing, Provinsi Jiangsu, di China Timur. Mereka mendonasikan uang senilai 10 juta yuan atau Rp19,6 miliar ke sebuah yayasan sosial.

Sumbangan bernilai fantastis untuk sebagian besar orang itu diharapkan bisa digunakan untuk membendung penyebaran virus Covid-2019 yang semakin tidak terkendali.

Wanita, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan sumbangan diberikan sebagai balas budi atas angkah pemerintah China yang membuka kebijakan ekonomi yang terbuka. Model ekonomi tersebut telah membuat kariernya melesat.

Sebagai 'balas budi' karena bisa sukses akibat kebijakan tersebut, wanita tersebut ingin membantu negara dalam perang melawan virus corona.

Sementara itu, berdasarkan keterangan warga lokal Yixing, wanita itu adalah CEO sebuah perusahaan peralatan rumah tangga yang tercatat di Bursa Saham Shanghai.

Yixing Charity Society, yayasan sosial yang menerima sumbangan dari wanita itu, mengatakan sejauh ini mereka telah menerima donasi sebesar 34 juta yuan.

(Sah, Sumber: Asia One)

1 dari 3 halaman

Berebut Botol Antiseptic Cegah Virus Corona, Remaja Tikam Kakek dan Bocah Cilik

Dream - Masker dan antiseptik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di China. Baru-baru ini, pertengkaran terjadi di supermarket di China karena kebutuhan saat wabah virus corona, Covid-19.

Pertengkaran tersebut dipicu perebutan sebotol antiseptik yang tersisa.

Menurut World of Buzz, paranoia yang terjadi membuat seorang remaja berusia 17 tahun melakukan aksi nekat. Remaja itu nekat menikam dua orang lain yang berniat mengambil botol antiseptik.

Yang mengejutkan, dua orang korbannya itu adalah kakek berumur 71 tahun dan bocah 9 tahun.

Pihak berwenang setempat telah menangkap pelaku. Sementara kedua korban dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Kasus ini menggambarkan paranoia dan histeria yang mencekam banyak penduduk China. Kondisi itu yang menimbulkan pertanyaan sejauh warga melindungi diri dari virus.

2 dari 3 halaman

500 Staf Rumah Sakit di Wuhan Terinfeksi Virus Corona

Dream - Sebanyak 500 staf rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, terinfeksi virus corona. Kondisi ini membuat rumah sakit mengalami kekurangan staf.

Menurut South China Morning Post (SCMP) pemerintah Chinta telah melaporkan kasus-kasus petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona. Sumber dari rumah sakit menyatakan, kabar ini tidak disebarkan secara menyeluruh untuk menjaga moral petugas kesehatan.

Saat ini, pemerintah China terus meningkatkan moral staf medis di garis depan setelah kematian Li Wenliang.

Li meninggal usai mengidap virus corona. Dia sempat diamankan polisi karena dianggap menyebar kebohongan mengenai virus baru yang belakangan diberi nama Covid-2019 itu.

3 dari 3 halaman

Jumlahnya Dibenarkan Pihak Rumah Sakit

Sebuah tayangan yang beredar online mengungkapkan skala infeksi di antara petugas medis di Wuhan.

Pada pertengahan Januari, ada sekitar 500 kasus yang dikonfirmasi di antara staf rumah sakit, sementara 600 lainnya diduga terinfeksi. Sebuah sumber dari sebuah rumah sakit besar di Wuhan mengkonfirmasi bahwa slide itu asli.

Angka-angka yang ditunjukkan pada tayangan itu sejalan dengan angka yang diberikan dua dokter lain dari rumah sakit besar di Wuhan.

Mereka yang terinfeksi termasuk setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak