Seorang Wanita Sedang Menyetop Taksi.
Dream – Berhati-hatilah saat hendak naik taksi. Pastikan Anda menggunakan taksi resmi dan menggunakan argo. Bila perlu, tabya tarifnya.
Jangan sampai pengalaman dua pria asal Bangladesh di Malaysia ini menimpa Anda. Mereka harus membayar ongkos sangat mahal hanya untuk perjalanan beberapa kilometer saja.
Dilansir laman mynewshub.cc, dua pria Bangladesh ini harus membayar 950 ringgit atau sekitar Rp3 juta untuk bayar ongkos, meski jarak yang mereka tempuh kurang dari 10 kilometer.
Kejadin ini bermula ketika korban baru saja datang di Kuala Lumpur, Malaysia. Keduanya naik bus dari Kuala Trengganu ke Kuala Lumpur.
© Dream
Sesampainya ibu negeri Malaysia itu, mereka ditawari taksi dengan tarif murah, sebesar Rp160 ribu perorang.
“ Korban pada mulanya ditawari naik taksi ke Setapak dengan ongkos 50 ringgit (Rp159.650 per orang),” kata sumber dari polisi setempat.
Akan tetapi, di lokasi, sopir taksi justru meminta uang lebih. Dia memeras dua orang penumpangnya membayar tarif taksi dengan sangat mahal, yaitu Rp3 juta. Padahal jarak dari Kuala Lumpur ke Setapak hanya 4 km.
Korban terpaksa menuruti karena pelaku membawa senjata kayu dan besi. Lalu, keduanya melapor ke Balai Polisi Salak Selatan. Polisi pun segera meringkus pelaku dan berhasil menahannya.
Advertisement
Tenteng Tumbler Hits, Bisa Bantu Kurangi Sampah Plastik

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sraya Nusa Buka Babak Baru Diadona.id, Bangun Ruang Kolaborasi Untuk Perempuan Indonesia


Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

AI Kini Jadi Penasihat Kecantikan Baru, Ungkap Studi Maverick Indonesia

Apa Sih Artinya Incel? Ketika Istilah Jomblo Berkembang Menjadi Subkultur di Internet

Memasuki Usia 50 Tahun, Ini Pemeriksaan dan Vaksin yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan


Mandela Effect: Ketika Banyak Orang Salah Mengingat Hal yang Sama

Mirwan Suwarso, Orang Madiun Dibalik Melejitnya Klub Sepak Bola Eropa Como-1907