Bebas Hawa Negatif, Indeks Saham Syariah Nyaman di Zona Hijau

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 9 Mei 2014 16:23
Bebas Hawa Negatif, Indeks Saham Syariah Nyaman di Zona Hijau
Minimnya sentimen negatif sepanjang perdagangan jelang akhir pekan membuat Indeks bursa saham Indonesia bergerak nyaman di zona hijau. Indeks ISSI dan JII pun ikut menguat.

Dream - Minimnya sinyal sentimen negatif sepanjang perdagangan jelang akhir pekan ini membuat indek bursa saham Indonesia leluasa bergerak di zona hijau. Indeks saham syariah pun menutup perdagangan dengan mencatat penguatan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat, 9 Mei 2014, ditutup menguat 37,24 poin (0,77%) 4.898,13. Indeks melompat tinggi jelang penutupan perdagangan saham.

Naiknya IHSG mengiring sinyal positif bagi pergerakan indeks saham lainya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat menguat 1,19 poin (0,75%) ke level 160,98.

Penguatan lebih tinggi dialami indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 3,14 poin (0,48%) ke level 655,94. Saham AALI kembali menjadi pencetak kenaikan harga saham tertinggi diantara jajaran saham bluechips syariah.

Transaksi perdagangan saham syariah jelang akhir pekan ini terbilang cukup ramai hingga 43,71 miliar saham. Masuknya dana asing membuat nilai transaksi terbilang cukup tinggi hingga Rp 4,49 triliun.

Saham-saham syariah yang melompat ke zona hijau tercatat mencapai 126 emiten, sementara 67 lainnya merosot ke zona merah.

" Regional hanya naik tipis, tanpa signal. Investor asing juga masih beli dalam jumlah yang normal. Setidaknya tidak ada signal negatif hari ini," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Perusahaan media, Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bertengger sebagai pencetak top gainer dengan kenaikan harga saham hingga Rp 925 per saham.

Top gainer lainnya adalah AALI yang menguat Rp 200, CTBN Rp 200, CMPP Rp 84, dan ANTM Rp 65 per saham.

Di daftar emiten yang mencetak koreksi harga terbesar bertengger sejumlah saham syariah lapis dua. Emiten AUTO memimpin pelemahan harga saham dengan koreksi Rp 30 per saham.

Top losser lainnya adalah BISI yang melemah Rp 20, DVLA Rp 10, BKSL Rp 9, dan BRPT Rp 6 per saham.

Beri Komentar