Muncul Aksi Beli, Indeks Bluechips Syariah Naik Tajam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 24 Oktober 2019 16:58
Muncul Aksi Beli, Indeks Bluechips Syariah Naik Tajam
IHSG juga ikut menanjak.

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada penutupan perdagangan Kamis 24 Oktober 2019. Keputusan Bank Indonesi menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen disambut positif pasar.

Kebijakan penurunan suku bunga juga disambut rupiah dengan melaju menguat.

BI juga memutuskan menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 5,75 persen.

Indeks Saham Syariah ‌Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan menanjak 1,886 poin (0,98%) ke level 193,688. ISSI terus menguat setelah dibuka di 192,212 dan terus menanjak hingga menembus level tertinggi 193,688.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut meroket 12,046 poin (1,73%) ke level 709,173. Sementar indeks JII70 merangkak 3,597 poin (1,52%) ke level 240,099.

Aksi beli investor hingga Rp1,1 triliun turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik 81,841 poin (1,31%) ke level 6.339,647

1 dari 6 halaman

Sentimen Positif bagi Pasar

Pemangkasan suku bunga menjadi sentimen positif para penanam modal. Investor ramai-ramai membeli saham, terutama di sektor industri aneka, barang konsumsi, dan manufaktur. Ketiga indeks sektor ini melesat masing-masing 2,24 persen, 1,98 persen, dan 1,92 persen.

Hanya indeks pertambangan yang melorot 1,99 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SONA yang harga sahamnya terangkat Rp975, CPIN Rp650, AALI Rp300, UNTR Rp300, INCO Rp230, dan GHON Rp220.

Saham BYAN anjlok Rp2.875, DSSA Rp1.050, BRAM Rp500, INTP Rp225, dan PRDA Rp100.

Dari pasar uang, nilai tukar uang menguat 21 poin (0,15%) ke level Rp14.010.

2 dari 6 halaman

Berbalik Menguat di Sesi Kedua, Indeks Syariah dan IHSG Ditutup Menanjak

Dream - Indeks syariah kompak menguat saat menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 23 Oktober 2019. Indeks syariah melaju positif bersama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sama-sama melemah saat pengumuman Kabinet Indonesia Maju.

Pelaku pasar menunjukan tanda-tanda menguat di sesi kedua perdagangan. Hampir seluruh waktu transaksi sesi siang ini dihabiskan di zona hijau. 

Kondisi ini berbeda dengan laju indeks syariah dah IHSG yang melemas di sesi pertama perdagangan. ISSI bahkan menutup perdagangan sesi pagi di zona merah. 

Mengutip data perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,060 poin (0,56%) ke 191,802. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka di 190,650.

 

 © Dream

 

Sentimen pengumuman nama para calon menteri tak cukup membuat investor berani terjun ke lantai bursa. Sebaliknya, pemodal menanggapi dingin kabinet Indonesia Maju dan sempat terperosok sampai level terendah 190,269.

Kepercayaan investor membuat ISSI kembali bangkit dan bisa bertengger ke level 191,802.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terangkat 5,857 poin (0,85%) ke level 697,127. Penguatan juga dicetak indeks JII70 melesat 1,648 poin (0,70%) ke level 236,502.

Aksi beli jelang sesi penutupan juga mendorong IHSG menguat 32,309 poin (0,52%) ke level 6.257,806.

3 dari 6 halaman

Tapi, Kok Rupiah Malah Loyo?

Kembalinya kepercayaan pasar membuat sebagian besar indeks sektor bangkit. Indeks sektor pertanian naik 1,35 persen, industri dasar 1,23 persen, dan pertambangan 1,74 persen.

Indeks perdagangan melemah 0,56 persen dan barang konsumsi 0,28 persen.

Emiten syariah yang bercokol di top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya naik Rp750, SONA Rp625, INTP Rp375, UNVR Rp325, dan AALI Rp300.

Sebaliknya, yang berada di top loser kali ini adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp190, FMII Rp180, SILO Rp150, AKRA Rp140, dan PRDA Rp120.

Pada 16.10, nilai tukar rupiah berbalik melemah. Kurs dolar AS merangkak naik 50 poin (0,35%) ke level Rp14.090.

4 dari 6 halaman

IHSG dan Indeks Syariah Tanggapi Dingin Kabinet Baru Jokowi-Maruf

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Maruf Amin akhirnya mengumumkan 38 menteri yang akan membantunya di Kabinet Indonesia Maju. Pengumuman jajaran menteri baru ini ditanggapi dingin pelaku pasar modal.

Usai pengumuman kabinet Indonesia Maju, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu 23 Oktober 2019 pukul 09.34 WIB malah bergerak turun 15,504 poin (0,25%) ke level 6.209,993.

Padahal IHSG sempat dibuka menguat ke level 6.226,684 saat sesi pembukaan dimulai. IHSG malah sempat melaju ke level tertinggi di atas 6.230. 

Namun 5 menit usai sesi perdagangan, laju IHSG langsung terjun bebas ke zona merah. IHSG meluncur ke level 6.209,471 pada 09.05 waktu perdagangan BEI. Aksi jual saham membuat IHSG terus melemah, bahkan sampai menyentuh level terendah di 6.207,466 pada 09.30.

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga tercatat melemah 0,335 poin (0,18%) ke level 190,407.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 2,476 poin (0,36%) ke level 688,794.

Indeks JII70 merosot 0,695 poin (0,29%) ke level 234,159.

Berbeda dengan rupiah, mata uang Garuda justru menguat tipis. Kurs dolar AS turun 6 poin (0,04%) ke level Rp14.034 pada 09.38.

5 dari 6 halaman

Indeks Syariah Naik Tipis Jelang Pemilihan Menteri Baru Jokowi

Dream - Indeks saham syariah menggeliat di tengah kabar pemanggilan sejumlah tokoh ke Istana Negara oleh presiden Joko Widodo. Santer beredar para tokoh tersebut dipanggil untuk mengisi posisi kabinet Jokowi jilid 2.

Laju indeks saham syariah di pasar modal Indonesia ini merespons hati-hati pembentukan kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amien.

Dari dunia internasional, pelaku pasar justru dihadang oleh sejumlah sentimen negatif. Bara Perang Dagang Amerika Serikat-China kembali memanas usai dunia menantikan adanya kesepakatan baru dari kedua negara tersebut. 

Pada penutupan perdagangan BEI, Senin 21 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup naik tipis 0,053 poin (0,03%) ke level 1789,552. ISSI yang dibuka menguat di level 189,878 saat sesi pra-pembukaan, hanya mampu mempertahankan laju positifnya sampai sesi pertama.

 

 © Dream

 

Di sesi kedua perdagangan, laju ISSI bergerak fluktuatif. Dengan koreksi tipis, ISSI berulang kali terpeleset masuk  zona merah. Aksi beli jelang sesi penutupan berhasil mendorong ISSI menutup perdagangan di teritori positif.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat tipis 2,077 (0,30%) ke level 683,733. Indeks JII70 hanya naik 0,514 poin (0,22) ke level 232,907.

Menguat signifikan di awal sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya bisa naik 7,040 poin (0,11%) ke level 6.198,987 saat sesi perdagangan ditutup.

6 dari 6 halaman

Rupiah `Taklukkan ` Dolar AS

Meskipun disambut positif, investor masih menaham diri untuk melantai. Para penanam modal lebih sering membeli saham di sektor barang konsumsi, pertanian, dan manufaktur. Indeks sektor barang konsumsi terangkat 0,82 persen, pertanian 0,73 persen, dan manufaktur 0,41 persen.

Sektor industri dasar terkoreksi 0,25 persen, perdagangan 0,23 persen, properti 0,12 persen, dan infrastruktur 0,12 persen.

Emiten-emiten syariah yang bertengger di kelompok 5 top gainer yaitu ITMG yang harga sahamnya naik Rp500, UNVR Rp300, AALI Rp150, SHID Rp150, dan ICBP Rp125.

Sebaliknya, yang terperosok ke top loser adalah DSSA Rp775, MINA Rp18, MCAS Rp170, PICO Rp170, dan INTP Rp125.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah menguat 62 poin (0,44%) ke level Rp14.085.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup