Pidato di World Economic Forum, Jokowi Sebut `Thanos` Keliru

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 September 2018 13:13
Pidato di World Economic Forum, Jokowi Sebut `Thanos` Keliru
Mengapa?

Dream – Ada yang berbeda di pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini. Jokowi menyebut karakter Thanos. Yup, Thanos tokoh antagonis dalam film `Avenger: Infiinity War` itu disebut Jokowi saat pidato “World Economic Forum on ASEAN” di National Convention Center, Hanoi, Vietnam.

Dikutip dari akun Instagram @jokowi, Kamis 14 September 2018, Jokowi menggambarkan situasi perekonomian dunia saat ini bagaikan film Marvel Comics, yaitu Avenger: Infinity War. Disebutkan bahwa saat ini terjadi “perang tak terbatas”.

“Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena dia percaya sumber daya planet bumi terbatas. Akan tetapi, ternyata Thanos keliru,” tulis Jokowi.

Dia menyebut Thanos keliru. Kenyataannya sebaliknya, sumber daya untuk manusia tidak terbatas.

Misalnya, ada perkembangan teknologi yang telah menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberikan kemampuan untuk memperbanyak jumlah sumber daya alam.

Jokowi mengatakan perekonomian saat ini lebih ringan, baik secara berat dan fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, buku, surat kabar, dan majalah kini tergantikan oleh ponsel pintar dan tablet.

Ada juga pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang mulai digantikan dengan panel surya yang tipis dan ringan.

“Sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas,” kata dia.

 

 
 
 
View this post on Instagram

Kondisi perekonomian dunia saat ini digambarkan seperti dalam film Avengers: Infinity War. Perang yang tak terbatas. Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas. Akan tetapi, ternyata Thanos keliru. Di hadapan sejumlah pemimpin negara yang hadir pada World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, siang tadi, saya mengatakan bahwa pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas. Perkembangan teknologi misalnya, telah menghasilkan peningkatan efisiensi, memberi kita kemampuan untuk memperbanyak sumber daya kita lebih dari sebelumnya. Ekonomi kita sekarang lebih ringan dalam hal berat dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan oleh ringannya ponsel pintar dan tablet. Contoh lain bagaimana pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang besar dan berat, sudah mulai diganti oleh panel surya yang tipis dan ringan. Sudah saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

(ism)

1 dari 2 halaman

Di Vietnam, Jokowi Hadiri Peluncuran Go-Viet

Dream - Presiden Joko Widodo menjadi saksi ekspansi aplikasi transportasi anak bangsa, Go-Jek ke Vietnam. Ini ditandai dengan hadirnya Jokowi di peluncuran Go-Viet di Melia Hotel Hanoi pada Rabu 12 Agustus 2018.

Go-Viet merupakan aplikasi transportasi berafiliasi dengan Go-Jek. Aplikasi ini dikembangkan khusus untuk pengguna di Vietnam.

" Go-Viet bertujuan bukan saja untuk memudahkan pengguna di Vietnam, tapi juga meningkatkan kesejahteraan para mitra," ujar CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 12 September 2018.

Jokowi mengapresiasi kerja sama Go-Jek dengan mitra lokal Vietnam. Dia menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih Go-Jek.

" Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya Go-Jek kerja sama dengan Vietnam menjadi Go-Viet," kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi menegaskan pemerintah terus mendukung perkembangan teknologi yang berasal dari dalam negeri. Terutama beragam teknologi itu bisa disebar ke berbagai negara.

" Sudah masuk ke sini (Vietnam) artinya teknologi dari anak-anak bangsa diterima masuk untuk negara-negara lain," ucap Jokowi.

Jokowi hadir di sela kunjungan kenegaraan ke Vietnam sekaligus penyelenggaraan World Economic Forum on ASEAN, Hadir di peluncuran Go-Viet Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, CEO Go-Jek Nadiem Makarim, dan CEO Go-Viet Nguyen Vu Duc.  (ism)

2 dari 2 halaman

Bikin Riuh, Jokowi Sebut `Kelebihannya` Dibanding Barack Obama

Dream - Presiden Joko Widodo tampil memikat saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) di Seoul, Korea Selatan, Selasa 11 September 2018.

Di awal pidatonya, Jokowi menyatakan sudah banyak pembicara besar yang juga pernah menyampaikan kuliah umum di universitas tersebut.

"Saya tahu sudah banyak pembicara yang sangat terhormat hadir di HUFS ini. Ada Presiden Barack Obama, ada Presiden Gorbachev, ada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Pernah berbicara di sini, memberikan sambutan di Hankuk University," kata Presiden Jokowi seperti dilansir dream dari setkab.go.id.

      Lihat postingan ini di Instagram

Hari ketiga di Korea Selatan, saya datang untuk memberikan kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Selasa kemarin. Saya merasa terhormat diundang ke kampus yang juga pernah menghadirkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk berbicara di atas podium ini. Ruangan untuk kuliah umum penuh oleh mahasiswa, sampai-sampai sebagian dari mereka terpaksa duduk lesehan di karpet ruangan. Ada sejumlah topik yang saya sampaikan dalam kuliah umum itu, dari soal Asian Games 2018 yang baru berlalu, keikutsertaan kontingen Korea Bersatu, soal populisme, proteksionisme, dan uni-lateralisme yang semakin meningkat di berbagai penjuru dunia, dan lain-lain. Saya juga mendapatkan kenang-kenangan dari Hankuk University of Foreign Studies berupa jaket almamater yang langsung saya kenakan ini.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada 

Suasana aula universitas tersebut semakin riuh tatkala Jokowi berusaha membandingkan kehadirannya dengan para pemimpin dunia tersebut. Sambil berkelakar, Jokowi mengaku punya kelebihan yang tak dimiliki para tamu khusus universitas tersebut. 

"Tetapi dari mereka, tidak ada yang pernah meloncat di atas mobil dengan mengendarai sepeda motor," Lanjut Presiden Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan para mahasiswa

Aksi yang dimaksud Jokowi adalah aksinya saat pembukaan Asian Games XVIII di Jakarta, 18 Agustus 2018 lalu.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri