Rebekka Blue (TikTok)
Dream - Ada banyak profesi untuk mendapatkan uang. Namun pernahkah kamu mendengar orang yang menghasilkan uang dengan menjual potongan jempol kuku kaki, kulit mati, celana dalam bekas, hingga sendawa?
Cara tak biasa itu dilakukan oleh influencer bernama Rebekka Blue dengan menjual sendawa. Tak main-main, sendawa yang dihasilkan bahkan laku US$100 atau sekitar Rp1,4 juta per kantong plastik bening.
“ Ini tentu permintaan yang langka,” kata Blue, dikutip dari New York Post.
“ Pelanggan saya sangat gembira dan puas karena saya menawarkan layanan untuk memenuhi fantasi mereka,” lanjutnya.
Rebecca telah membuat konten sendawa sejak menjadi populer di media sosial, tetapi baru pada tahun 2022 mendapat permintaan untuk sendawa di dalam kantong plastik.
Rebecca juga menawarkan sendawa khusus untuk para penggemarnya. Bahkan bisa dengan ekspresi wajah.
“ Setiap pelanggan memiliki permintaan yang berbeda, dan dengan konten video, mereka dapat menanyakan apakah mereka ingin kamu terkesan atau merasa jijik dengan sendawa tersebut,” lanjutnya.
Meskipun hanya bersendawa, menurut Rebecca, pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah. Mengingat dia harus mempersiapkan tubuhnya agar mengandung gas.
" Saya makan makanan lengkap yang mengandung semacam bawang di dalamnya, sangat cepat, minum air dan minum soda," katanya.
Apa yang dilakukan agar bisa bersendawa sebenarnya cukup membebani Rebecca. Itulah sebabnya dia memberikan harga yang sesuai.
" Dan jika bersendawa tidak menyengat hari itu, saya menelan udara sebanyak yang saya bisa, secepat mungkin," ujarnya.
Rebecca diperkirakan telah menghasilkan lebih dari US$1 juta hanya dalam 10 tahun dari berbagai bisnis anehnya itu.
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?
