Bisnis Keuangan Syariah Temukan Pasar Baru

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 20 Agustus 2015 17:05
Bisnis Keuangan Syariah Temukan Pasar Baru
Bahkan bank-bank Rusia dan Jerman pun mulai berinvestasi di bidang keuangan Islam.

Dream - Bisnis keuangan syariah telah menemukan pasar baru. Saat ini semakin banyak negara di Afrika yang menerbitkan surat utang syariah (sukuk). Selain itu, pasar domestik di beberapa negara Asia Timur mulai tertarik pada produk pembiayaan Islam.

Mengutip laporan State of the Global Islamic Economy edisi 2015-2016, seperti dilansir laman alarabiya, Kamis, 20 Agustus 2015, Islamic Development Bank (IDB) dan Bill & Melinda Gates Foundation telah secara resmi meluncurkan fasilitas hibah senilai US$ 5 juta untuk mengatasi kemiskinan dan penyakit di negara-negara anggota IDB.

Sementara itu, bank-bank Eropa di Rusia dan Jerman, juga berinvestasi di bidang keuangan Islam melalui sukuk dan perbankan syariah.

Di sektor riil, permintaan produk makanan yang aman dan sehat di seluruh dunia telah membuka kesempatan produsen makanan halal yang benar-benar mematuhi konsep 'halal' untuk menjadi standar global di segmen ini.

Laporan itu juga menyebutkan Saffron Road telah menjadi merek halal premium yang terkemuka di AS yang menjual makanan beku. Perusahaan ini berhasil menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di AS, di antara semua produsen makanan beku, bukan hanya halal.

Dalam penjualan tahun ini saja, Saffron Road telah membukukan keuangan lebih dari US$ 40 juta dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari 50% tahun depan.

Di sektor pariwisata halal juga terjadi peningkatan yang signifikan. Situs pencarian dan pemesanan perjalanan wisata halal HalalBooking.com telah mencapai sukses luar biasa. Pemesanan untuk hotel-hotel di Turki telah melampaui jutaan per resor dan diperkirakan akan mencapai 10 juta per hotel pada akhir tahun 2015 hingga 2016.

Kisah sukses pasar keuangan Islam lainnya dialami Yamsafer, sebuah start-up pemesanan hotel dari Palestina yang mendapat suntikan modal US$ 3,5 juta dari Global Founders Capital.

Laporan tersebut mengatakan dunia digital juga menunjukkan peluang yang menjanjikan. Segmen ini telah masuk ke dalam kehidupan banyak Muslim di seluruh dunia dan merupakan bagian integral dari gaya hidup mereka. Dari Alquran hingga aplikasi halal digital, Ekonomi Digital Islam telah muncul sebagai segmen baru dari pertumbuhan keuangan Islam yang tinggi.

Sektor obat-obatan dan kosmetik juga memiliki kesempatan untuk bertumbuh. Sektor kosmetik halal khususnya tumbuh cepat di Asia Pasifik melalui merek yang kurang terkenal sehingga memaksa perusahaan besar seperti Unilever mulai melirik kosmetik halal agar kehadiran mereka yang kuat selama ini tak tergoyahkan. Di samping itu Asia Tenggara memimpin pengembangan vaksinasi meningitis halal untuk hepatitis dan meningokokus jamaah haji.

Industri fesyen terus mengalami perkembangan. Platform e-commerce Muslim seperti Hijup dan Modanisa menerima suntikan modal untuk mengembangkan basis mereka, sementara pelaku mode utama seperti Uniqlo, Mango dan Tommy Hilfiger mengikuti jejak rumah haute couture seperti DKNY dalam menggali pasar busana Muslim, kata laporan itu.

State of the Global Islamic Economy edisi 2015-2016 adalah laporan tentang pertumbuhan ekonomi Islam yang diluncurkan Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) dan Thomson Reuters menjelang Global Islamic Economy Summit yang akan berlangsung di Dubai pada 5-6 Oktober mendatang. (Ism) 

Beri Komentar