Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan jumlah kepesertaan mengalami peningkatan terus-menerus hampir di semua wilayah Tanah Air. Namun, pihaknya menemukan beberapa kendala dalam memberikan layanan kepada para peserta.
Seperti di BPJS Kesehatan di Regional VII Jawa Timur, jumlah peserta hingga November 2015 terus meningkat. Menurut informasi yang diperoleh, ada 21,4 juta orang (56,31 persen) dari total warga Jatim yang sebanyak 38 juta orang, telah mengikuti program BPJS Kesehatan.
Kepala Divisi Regional VII BPJS Kesehatan Jawa Timur Mulyo Wibowo mengungkapkan, pihaknya mendorong bertambahnya jumlah peserta BPJS Kesehatan. Meski begitu, usaha untuk menggenjot pertambahan ini menuai kendala.
Salah satu kendala utama yang dihadapi saat ini ialah sinergi data dari daerah ke pusat. Dari total 38 kota dan kabupaten, baru terjalin kerjasama dengan 13 kabupaten.
" Ke depannya akan kami tingkatkan kerjasama terutama di bidang data," ujar Mulyo, sesaat sebelum membuka acara Media Gathering BPJS Kesehatan di Malang, Jumat, 11 Desember 2015.
Rencananya, di tahun mendatang pihaknya fokus untuk meningkatkan jumlah peserta dari badan usaha. Sebab data yang diterimanya saat ini baru sebanyak 26 ribu jumlah badan usaha yang tergabung sebagai peserta, dari total sebanyak 36 ribu badan usaha.
Mulyo menambahkan, selama ini kendala yang terjadi di lapangan adalah kepatuhan dari pihak peserta. Untuk menindaklanjutinya, pihak BPJS sudah memberikan peringatan lewat surat.
" Jika masih belum ada respons, maka layanan akan dihentikan," tegasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya