Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bursa Syariah Melemah Imbas Aksi Jual Asing

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 1 September 2015 16:24
Bursa Syariah Melemah Imbas Aksi Jual Asing
IHSG kembali anjlok 97,148 poin (2,15%) ke level 4.412,459.

Dream - Kecemasan melanda pasar modal regional dan domestik. Munculnya kembali isu kenaikan suku bunga The Fed membuat indeks saham acuan berguguran.

Aksi jual asing juga menambah kekhawatiran pelaku pasar akan munculnya penarikan dana dari pasar saham nasional.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 1 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) jatuh 2,276 poin (1,92%) ke level 139,580.

Sentimen negatif dari regional dan global membuat pelaku pasar menahan diri masuk pasar. Alhasil, indeks ISSI seharian mendekam di zona merah.

ISSI hanya sanggup mencetak level tertinggi di zona merah 141,630. Posisi terendah ISSI terukir di level 139,537.

Koreksi dalam ISSI ini dipicu melemahnya harga saham dari 141 emiten syariah. Sisanya, 32 emiten bertahan stagnan dan 50 saham syariah sukses bergerak naik.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,48 triliun dengan 33,9 miliar saham yang berpindahtangan.

Tak hadirnya sentimen positif di saat demo besar buruh juga mendorong saham-saham bluechips syariah berguguran.

Terpangkas 14,185 poin (2,37%), indeks Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas ke level 584,099.

Sebanyak 25 emiten penghuni JII bergerak turun ke zona merah sementara 4 lainnya masih sanggup mengukir penguatan.

Empat saham bluechips syariah yang berhasil menguat itu adalah SILO yang naik Rp 500, LSIP Rp 15, PGAS Rp 10, dan KLBF Rp 5 per saham.

Sebaliknya, daftar emiten pencetak koreksi besar dihuni LPPF yang turun Rp 875, INTP Rp 850, UNVR Rp 800, UNTR Rp 525, dan ICBP Rp 400 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan di awal September ini tercatat anjlok 97,148 poin (2,15%) ke level 4.412,459. IHSG sempat jatuh ke posisi terendah 4.411,131 dengan level tertinggi di 4.484,789.

Lantai bursa relatif sepi dari transaksi pelaku pasar dengan hanya mencetak angka Rp 3,79 triliun. Investor asing kali ini berbalik melakukan aksi jual dengan nett sell Rp 232 miliar.

Dari pasar keuangan, rupiah kembali berada dalam tekanan dan sempat menyentuh level 14.100. Sore ini, rupiah melemah 30 poin (0,21%) menjadi Rp 14.097 per dollar AS.

Beri Komentar