Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Pelaku pasar memilih menahan diri setelah keputusan The Federal Reserves mempertahankan suku bunga memperpanjang ketidakpastian pasar. Alhasil, seluruh indeks saham berguguran di awal pekan ini.
Di tengah keputusan investor lokal yang menahan diri, pemodal asing justru memanfaatkannya untuk melakukan aksi beli. Membuka perdagangan, asing mencetak nett buy Rp 670 juta.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuka perdagangan sesi prapembukaan, Senin, 21 September 2015 dengan melemah 0,910 poin (0,65%) ke level 138,797.
ISSI kembali turun 0961 poin (0,69%) ke level 138,745 di sesi pembukaan.
Indeks saham bluechips syariah juga bergerak tak berdaya di awal sesi ini. Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 5,354 poin (0,92%) ke level 579,489 di sesi prapembukaan.
JII kembali terpeleset 5,571 poin (0,95%) ke level 579,271 di sesi pembukaan.
Transaksi jual beli saham syariah di sesi pemanasan ini mencapai Rp 6,87 miliar dan 40,13 miliar saham berpindahtangan.
Tercatat sudah 34 emiten syariah bergerak menguat hingga 13 menit waktu perdagangan. Sisanya, 70 emiten syariah melaju lemah dan 30 lainnya bertahan stagnan.
Sentimen negatif dari keputusan The Fed memang merontokan bursa saham domestik dan regional.
Dari dalam neger, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 27,953 poin (0,64%) ke level 4.352,367 di sesi prapembukaan. IHSG kembali turun 27,953 poin (0,64%) ke level 4.352,367 di sesi pembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah mentransaksikan dana Rp 13,83 miliar dengan 521,45 juta saham berpindahtangan.
Seluruh indeks sektor saham membuka sesi perdagangan dari zona merah dipimpin emiten sektor industri dasar yang turun 1,23 persen. Disusul sektor keuangan 0,98 persen dan pertambangan 0,90 persen.
Dari kawasan regional, pelemahan juga melanda indeks saham Hang Seng dan Strait Times yang saat ini melemah 1,20 persen dan 0,44 persen.