Dream - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan, tidak akan ada lagi negosiasi dengan PT Jakarta Monorail (JM). Sehingga pembangunan monorel juga tidak akan dilanjutkan. Puluhan tiang monorel yang mangkrak akan digunakan oleh PT Adhi Karya untuk pembangunan Light Rapid Transit (LRT).
Basuki mengaku telah berkirim surat kepada PT JM terkait dengan kebijakannya tersebut. Pasalnya beberapa syarat yang diminta oleh Pemprov DKI tidak mampu dipenuhi oleh perusahaan tersebut
" Sudah tidak ada negosiasi lagi, sudah kirim surat kok," kata Basuki seperti dikutip dari laman situs beritajakarta.com, Jumat, 11 September 2015.
Lebih lanjut Basuki mengatakan, tidak ada penawaran dengan PT JM. Setidaknya ada 15 syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh PT JM hingga saat ini. Seperti businnes plan, jaminan bank sebesar lima persen dari total investasi monorel, serta perpindahan pembangunan depo dari Waduk Setia Budi dan Tanah Abang.
" Sudah tidak ada tawar-tawar, dari dahulu kita juga bilang kerja samanya juga sudah tidak ada lagi," tegas mantan anggota DPR RI ini.
Seperti diketahui, Pemprov DKI memberikan kesempatan kepada PT JM untuk melanjutkan proyek monorel yang sempat mangkrak sejak tahun 2007. Kebijakan itu diambil saat kepemimpinan Joko Widodo menjadi Gubernur DKI. Namun syarat yang diberikan hingga kini tidak bisa dipenuhi.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru
