Calon Penerima Kartu Prakerja Bisa Buka Rekening BNI dari Rumah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 17 April 2020 07:48
Calon Penerima Kartu Prakerja Bisa Buka Rekening BNI dari Rumah
Pembuatan rekening tidak memerlukan saldo awal.

Dream – Pemerintah membuka pendaftaran bagi pemohon program Kartu Prakerja sejak 11 April 2020. Program pemerintah ini tak hanya ditujukan sebagai bantuan biaya pelatihan untuk angkatan kerja, tetapi juga masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Bantuan dari pemerintah itu diharapkan bisa membantu meringankan beban hidup masyarakat. Untuk mempermudah masyarakat calon penerima kartu prakerja, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menyiapkan sistem terintegrasi dengan project management office (PMO) Program Kartu Prakerja.

Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Adi Sulistyowati, menerangkan, sistem yang disiapkan itu nanti akan memungkinkan calon penerima Kartu Prakerja membuka rekening BNI dari rumah.

“ BNI sudah punya sistem yang namanya e-form (formulir elektronik) sehingga membuka rekening bisa dari mana saja, termasuk dari rumah. Cukup mengisi e-form, lalu akan mendapat notifikasi yang menyatakan rekening sudah dibuka,” kata Susi ini, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 April 2020.

Susi menambahkan, rekening BNI yang dibuat penerima Kartu Prakerja juga tidak memerlukan saldo awal dan tidak dikenai biaya administrasi selama satu tahun.

BNI menyiapkan pula tawaran menarik dalam pembukaan rekening tersebut. “ Rekening BNI ini juga tetap dapat digunakan sebagai tabungan dan alat transaksi setelah program Kartu Prakerja nantinya selesai,” kata dia.

Pembayaran insentif kepada penerima Kartu Prakerja akan dilakukan setelah peserta menyelesaikan proses pelatihan atau kursus.

1 dari 6 halaman

Gandeng Pihak Lain

Selain itu, BNI sudah bekerja sama dengan sejumlah balai latihan kerja yang terdaftar dalam marketplace mitra PMO Kartu Pra-Kerja. Hal ini membuat proses pelatihan menjadi lebih mudah dan lancar.

Susi juga memberikan jaminan bahwa semua transaksi dalam program Kartu Prakerja dilaksanakan secara akuntabel dan transparan.

“ Semua bisa dicek dan diaudit pemerintah. Kami menjamin semua dana APBN yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Susi.

Selain itu, untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat khususnya calon peserta kartu prakerja, BNI bekerjasama dengan PMO telah membuka call center selama 5 hari kerja untuk calon penerima Kartu Pra-Kerja.

Namun, tidak menutup kemungkinan call center dibuka selama 7 hari apabila banyak pertanyaan yang masuk.

2 dari 6 halaman

Ditunjuk Sebagai Mitra Official

Sebelumnya, BNI ditunjuk sebagai Official Digital Banking Partner pada penyaluran insentif Kartu Prakerja, baik insentif pelatihan, insentif survei, maupun penyediaan sistem cash management yang terintegrasi dengan PMO Kartu Pra-Kerja agar dana insentif tersebut tersalurkan secara akurat, efektif, dan efisien.

Peran BNI antara lain menjadi bank yang membukakan rekening bagi peserta Kartu Prakerja. Program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

6 Cara Mendapat Kartu Prakerja, Dijamin Sukses!© MEN

Kartu Prakerja telah resmi dirilis pemerintah pada 11 April 2020, dengan kebijakan membebaskan penggunaan insentif sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, tak hanya untuk kebutuhan pelatihan.

“ Insentif tersebut dibebaskan pemanfaatannya. Jadi, peserta Kartu Pra-Kerja bisa memakai insentif itu untuk modal usaha,” ujar Direktur Kemitraan Kartu Pra-Kerja, Panji W Ruky.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengungkapkan, Kartu Pra-Kerja diharapkan berguna bagi pekerja yang dirumahkan selama masa pandemi corona atau COVID-19. (mut)


(Sumber: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

3 dari 6 halaman

Baru Dibuka, 1,4 Juta Orang Daftar Kartu Prakerja

Dream – Pendaftaran kartu prakerja telah dibuka pemerintah sejak Sabtu, 11 April 2020. Tak butuh waktu lama, situs www.prakerja.go.id  itu telah diserbu 1yang disiapkan untuk pendaftaran online langsung disebut 1,4 juta pendaftar dalam waktu 24 jam.

" Kami melihat antusiasme ini sebagai refleksi dari ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap program Kartu Prakerja," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dikutip dari Liputan6.com yang melansir Antara, Senin 13 April 2020.

Sejak dirilis pada 20 Maret 2020 lalu, situs resmi www.prakerja.go.id telah dikunjungi 2,4 juta unique visitors hingga hari ini. Khusus kemarin, pada saat pembukaan pendaftaran tahap pertama, ada lebih dari 1,1 juta visitors baru.

 

© Dream

 

Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Cipta Kerja mengatakan Kartu Prakerja sebagai respons atas observasi tersebut pemerintah akan memastikan peningkatan kapasitas sistem Kartu Prakerja (server, front-end dan back-end system) mampu melayani dengan baik. Ia juga menjanjikan keamanan data dan server dari serangan cyber menjadi fokus perhatian.

Hingga Minggu pukul 16.00 WIB atau 21 jam setelah pendaftaran dibuka, jumlah data yang melakukan registrasi sebanyak 1.432.133. Kemudian, yang sudah melakukan verifikasi surel sebanyak 1.063.028 (78,85%), yang sudah melakukan verifikasi NIK sebanyak 624.090 (43,65%) dan yang sudah mengambil program pelatihan atau join batch sebanyak 77.834 (5,43%)

" Dari total yang telah registrasi sebanyak 1,4 juta itu, pernah dalam satu menit, pendaftar Kartu Prakerja mencapai 80 ribu orang pada saat yang bersamaan, sehingga kapasitas server akhirnya ditingkatkan," kata dia.

4 dari 6 halaman

Penanggulangan Perbaikan

Server ini membutuhkan beberapa perbaikan seperti verifikasi surel, unggah foto, kapasitas server dari kementerian terkait layanan request API dari server Prakerja hingga fasilitas call center.

" Karena antusiasme pendaftar program Kartu Prakerja yang sangat tinggi, dan ini program baru yang melibatkan digital platform secara end to end, maka dengan segala kerendahan hati, kami berharap masyarakat bisa memaklumi atas segala kekurangan yang ada pada saat awal pembukaan pendaftaran ini," kata Airlangga.

Dia menambahkan, sasaran dari program Kartu Pra Kerja adalah pekerja, pencari kerja dan pelaku usaha kecil dan makro yang berdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah terus melakukan pendataan melalui dinas-dinas ketenagakerjaan, pariwisata, koperasi dan UMKM, perindustrian dan perdaganangan, dan sektor-sektor berdampak seperti transportasi dan ritel.

(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)

5 dari 6 halaman

Siap-siap! Kartu Prakerja Dibuka Minggu Depan

Dream – Pemerintah membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja bagi para pencari kerja dan pekerja formal/informal yang terdampak pandemi corona. Pendaftaraannya berlangsung secara online mulai minggu kedua April 2020.

Dikutip dari setkab.go.id, Jumat 3 April 2020, pelaksanaan dan penyesuaian fokus dari Program Kartu Prakerja tersebut akan dipercepat.

Program ini sebagai salah satu langkah implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, tujuannya juga untuk memberi perlindungan sosial dan menanggulangi dampak negatif dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

 

© Dream

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Program Kartu Prakerja kini telah disesuaikan.

Tak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda, namun juga mereka yang terkena dampak langsung dari kejadian luar biasa Covid-19.

“ Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk hal i EN ni. Kami berharap program ini dapat membantu daya beli para pekerja serta pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami penurunan pendapatan dan/atau kehilangan mata pencaharian,” kata Airlangga di Jakarta.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretaris Komite Cipta Kerja, Susiwijono menerangkan, pendataan penerima Kartu Prakerja yang terdampak wabah Covid-19 merupakan upaya lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

“ Untuk itu, harapannya dengan kerja sama yang erat antar K/L, program Kartu Prakerja dapat menyasar mereka yang paling membutuhkan,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Dapat Rp3 Jutaan

Program Kartu Prakerja akan menyasar sekitar 5,6 juta peserta di 2020, dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif yang diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp3.550.000.

“ Pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 dapat mendaftarkan diri di laman resmi www.prakerja.go.id, mulai minggu kedua April 2020,” ungkap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari.

Apabila dirinci, manfaat Program Kartu Prakerja di 2020 yakni sebesar Rp3.550.000, terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta dan insentif pasca pelatihan sebesar Rp600 ribu per bulan (untuk 4 bulan), serta insentif survei kebekerjaan sebesar Rp50 ribu per survei untuk 3 kali survei atau total Rp150 ribu per peserta.

Setiap peserta program hanya dapat mengikuti program sebanyak 1 (satu) kali. Insentif tersebut akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu (1) kali pelatihan.

Tentang Kartu Prakerja Kartu Prakerja merupakan program pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas melalui bantuan biaya pelatihan yang diberikan kepada semua WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah/kuliah, dan mereka yang terkena dampak langsung dari Covid-19. Jenis pelatihan yang dapat diambil dalam program Kartu Prakerja di masa wabah Covid-19 adalah yang berbasis daring (online).

Platform digital yang bekerja sama dengan Program Kartu Prakerja sampai saat ini antara lain: Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

Kemenko Perekonomian sebagai Ketua Komite Cipta Kerja adalah penanggung jawab program Kartu Prakerja dan Manajemen Pelaksana adalah pelaksana operasional program.

Beri Komentar