Cara Keras Perusahaan Jepang Atasi Perokok, Pegawai Pasti Kapok

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 April 2019 09:44
Cara Keras Perusahaan Jepang Atasi Perokok, Pegawai Pasti Kapok
Negara ini memang sedang menekan jumlah perokok.

Dream – Pola hidup sehat mulai banyak diterapkan masyarakat. Salah satunya adalah semakin banyaknya pembatasan untuk para perokok di berbagai tempat. Di tempat kerja, para pegawai juga tak bisa dengan leluasa menghisap rokok.

Biasanya para pegawai perokok ini akan menuju ruangan khusus yang menyediakan tempat merokok. Namun aturan yang dibuat sebuah perusahaan di Jepang ini mungkin bisa membuat perokok sengsara. 

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 23 April 2019, sebuah perusahaan di Jepang melarang karyawannya untuk merokok selama jam kerja. Bukan hanya di kantor, ketentuan ini juga berlaku saat mereka sedang dinas di luar kantor di saat jam kerja. 

Rencananya kebijakan perusahaan yang baru ini akan dimulai pada Jumat terakhir setiap bulan, mulai Oktober 2019.

Perusahaan itu adalah Softbank. Perusahaan ini juga akan memasukkan hari Rabu sebagai hari bebas rokok.

Meski terbilang keras, perusahaan tak berencana menerapkan hukuman bagi karyawan yang ketahuan tak patuh dengan aturan tersebut. Saat ini, karyawan yang melanggar kemungkinan besar akan mendapatkan peringatan tegas dari manajemen.

Karyawan yang sedang berada di jam istriahat juga masih diperbolehkan merokok di tempat yang telah ditetapkan.

Sementara itu, perusahaan Jepang yang lain hanya akan mempekerjakan orang non perokok untuk potensi baru. Kandidat juga akan diminta untuk mengungkapkan apakah mereka merokok atau tidak.

Upaya ini bertujuan untuk membantu pemerintah Jepang mengurangi jumlah perokok dari 17,7 persen menjadi 12 persen pada 2020.(Sah)

1 dari 1 halaman

Universitas Juga Demikian

Tak hanya perusahaan, universitas juga tidak akan mempekerjakan karyawan yang merokok. Misalnya, Universitas Nagasaki yang baru-baru ini mengumumkan takkan mempekerjakan profesor atau guru yang merokok.

Pengecualian ini berlaku kalau mereka berjanjin untuk berhenti merokok setelah dipekerjakan.

Kebijakan ini tidak pernah terdengar dan tentu saja tidak pernah dipraktikkan oleh universitas negeri sebelumnya.

“ Tugas kami sebagai universitas adalah memelihara sumber daya manusia. Kami merasa wajib mencegah orang dari merokok karena beberapa perusahaan mulai tidak merekrut perokok,” kata Rektorat Universitas Nagasaki, Shigeru Kono. 

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie