Cara Menghitung Zakat Pertanian yang Benar Sesuai Syara’ Beserta Contohnya

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 26 Januari 2022 16:35
Cara Menghitung Zakat Pertanian yang Benar Sesuai Syara’ Beserta Contohnya
Wajib mengeluarkan zakat bagi seseorang yang memiliki hasil panen lebih dari 5 wasaq.

Dream – Menunaikan zakat adalah kewajiban bagi seorang muslim sesuai syarat-syarat yang menentukannya. Terdapat dua jenis zakat yang wajib ditunaikan, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah ditunaikan menjelang sholat Idul Fitri, sementara zakat mal ditunaikan ketika seseorang memiliki harta yang sudah mencapai batas nishab dan haulnya.

Nishab adalah jumlah batasan kepemilikan seorang Muslim selama satu tahun untuk wajib mengeluarkan zakat. Sementara haul adalah batasan waktu satu tahun hijriyah atau dua belas bulan qomariyah kepemilikan harta yang wajib dikeluarkan zakat.

Salah satu zakat mal yang wajib dikeluarkan adalah mengenai hasil pertanian. Hasil pertanian yang sudah mencapai nishab dan haul wajib dikeluarkan zakatnya. Cara menghitung zakat pertanian penting diketahui oleh setiap muslim. Hal ini penting karena saat sudah mencapai nishab dan haulnya, cara menghitung zakat pertanian bisa dilakukan dengan tepat.

Lantas bagaimana cara menghitung zakat pertanian yang benar sesuai syara’? Agar kamu bisa memahaminya, simak ulasan berikut ini tentang cara menghitung zakat pertanian yang benar sesuai syara’.

1 dari 4 halaman

Jenis Tanaman untuk Zakat Pertanian

Ilustrasi© Pexels.com

Dikutip dari laman NU Online, zakat pertanian hanya dikhususkan untuk jenis makanan pokok saja. Terdapat dua kelompok tanaman pangan yang wajib dipungut sebagai zakat mal yaitu kelompok buah-buahan yang meliputi kurma dan anggur.

Kemudian ada kelompok biji-bijiian yang meliputi gandum, beras, dan segala jenis tanaman biji-bijian yang dapat disimpan dan dijadikan bahan makanan pokok.

Selain jenis kelompok tanaman yang wajib dikeluarkan zakatnya, ada pula syarat wajib terhadap objek zakat pertanian. Hal ini karena tidak semua jenis tanaman yang tergolong biji-bijian dan buah-buahan bisa dijadikan objek zakat pertanian.

Namun secara umum, syarat-syarat berikut ini harus terpenuhi jika akan menunaikan zakat pertanian:

  1. Tanaman pangan tumbuh karena dibudidayakan oleh manusia. Bukan yang tumbuh liar dengan sendirinya.
  2. Tanaman bisa bisa disimpan dan dijadikan makanan pokok.
  3. Hasil pertanian sudah keras dan siap disimpan dalam kondisi kering.
  4. Sudah mencapai nishab.
2 dari 4 halaman

Nishab dan Kadar Zakat Pertanian

Cara menghitung zakat pertanian yang benar harus diketahui terlebih dahulu nishab dan kadarnya. Nishab adalah jumlah batasan kepemilikan seorang Muslim selama satu tahun untuk wajib mengeluarkan zakat.

Mengutip dari baznas.go.id, nishab zakat pertanian adalah sebanyak 5 wasaq atau setara dengan 653 kg beras.

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah saw. bersabda: “ Tidak wajib dibayar zakat pada kurma yang kurang dari 5 Ausuq.” (HR. Muslim)

Ausuq merupakan jamak dari kata wasaq. 1 wasaq setara dengan 60 sha'. Jika dihitung dalam satuan internasional (SI), 1 sha' setara dengan 2,176 kg. Sehingga 5 wasaq bisa dihitung dengan cara 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg kemudian dibulatkan ke satuan terdekat jadinya 653 kg.

Cara menghitung zakat pertanian ini juga diperhatikan apakah makanan pokok tersebut masih ada tangkainya atau tidak. Misal jika gabah atau padi yang masih ada tangkainya maka dipertimbangkan berat dari beras ke gabah kurang lebih 3 sampai dengan 4 persen sehingga nishab untuk gabah kurang lebih 1 ton.

Sementaa itu, kadar untuk hasil pertanian yang memerlukan biaya pengairan adalah 5 persen. Sedangkan tanaman yang mendapatkan pengairan alami dari sungai atau air hujan tanpa membeli, maka kadarnya adalah 10 persen.

Nabi Saw bersabda: “ yang diairi oleh air hujan, mata air dan air tanah, zakatnya 10%, sedangkan yang disirami air (irigasi) maka zakatnya 5%."

3 dari 4 halaman

Ditunaikan Saat Panen

Ilustrasi© Freepik.com

Zakat pertanian ini hendaknya ditunaikan ketika hasil akhir dari panen sudah diketahui dengan jelas. Perintah mengeluarkan zakat pertanian ketika panen ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al An'am ayat 141:

۞ وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖٓ اِذَآ اَثْمَرَ وَاٰتُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَادِهٖۖ وَلَا تُسْرِفُوْا ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَۙ

" Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

4 dari 4 halaman

Cara Menghitung Zakat Pertanian

Cara menghitung zakat pertanian dalam artikel kali ini langsung diberi contoh agar mudah dalam memahaminya.

Contohnya: Seorang petani di Yogyakarta memiliki sawah seluas 1 hektar yang dialiri secara irigasi berbayar. Dalam sekali panen biasanya petani ini mendapatkan hasil kotor kurang lebih 2,5 ton gabah. Sementara biaya yang ia keluarkan untuk pemeliharaan sejak awal hingga panen kurang lebih 1 kwintal. Lantas berapakah besaran zakat pertanian yang harus dikeluarkan jika memakai patokan nishab 653 kg?

Perhatikan cara menghitung zakat pertanian berikut ini:

Kadar zakat pertanian dengan irigasi berbayar yaitu 5 persen.

Hasil panen kotor: 2,5 ton = 2.500 kg

Biaya irigasi: 1 kwintal = 100 kg

Hasil panen bersih: 2,4 ton = 2.400 kg

Zakat yang harus dikeluarkan adalah: 2.400 X 5% = 120 kg

Sedangkan cara menghitung zakat pertanian jika sang petani mengairi sawahnya secara alami tanpa membeli adalah sebagai berikut:

Contoh:

Seorang petani di Jawa Tengah memiliki sawah seluas 2,5 hektare di daerah tadah hujan. Setiap kali panen biasanya ia mendapat hasil kotor sebesar 5 ton gabah. Meskipun pakai air hujan, ia tetap mengeluarkan biaya untuk perawatan padi hingga panen senilai 50 kg. Lantas berapakah besaran zakat pertanian yang harus dikeluarkan?

Berikut cara menghitung zakat pertanian berdasarkan soal tersebut:

Kadar zakat dengan pengairan alami: 10 persen.

Hasil panen kotor: 2,5 ton = 2.500 kg

Biaya perawatan: 50 kg

Hasil panen bersih: 2.450 kg

Zakat pertanian yang harus dikeluarkan adalah: 2.450 kg X 10% = 245 kg

 

Sumber: NU Online, Baznaz.go.id, Lazizmukudus.org.

Beri Komentar