CEO AirAsia: Saya Punya Utang pada Keluarga QZ8501

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 1 Desember 2015 16:32
CEO AirAsia: Saya Punya Utang pada Keluarga QZ8501
CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengaku insiden QZ8501 telah meninggalkan luka dalam pada dirinya.

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis hasil investigasi kecelakaan AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah sekitar setahun yang lalu. KNKT menyebut kecelakaan itu terjadi karena kerusakan pada bagian ekor yang sudah berlangsung lama.

Informasi KNKT itu rupanya diikuti seksama oleh pemilik sekaligus Group CEO AirAsia, Tony Fernandes. Lewat akun Twitternya @tonyfernandes, pebisnis asal Malaysia ini menghaturkan terima kasih terhadap kerja KNKT.

" Would like to thank the KNKT for the very thorough investigations. My thoughts are to the families and my crew who still remain our number 1 priority. (Kami mengucapkan terima kasih kepada KNKT untuk laporan hasil investigasi menyeluruhnya. Hati saya untuk keluarga dan kru kami yang akan tetap menjadi prioritas pertama)," kata Tony dalam akunnya dikutip Dream, Selasa, 1 Desember 2015.

Diakui Tony musibah ini memang telah meninggalkan luka yang cukup lama untuknya. Namun Tony berjanji akan tetap berkomitmen menjadikan AirAsia sebagai maskapaia terbaik.

" Kami berutang ini kepada keluarga (korban) dan kru," katanya.

Dengan hasil investigas ini, Tony mengaku banyak pelajaran penting yang bisa dipetika AirAsia, perusahaan pembuat pesawat, dan industri penerbangan.

" Kami akan mengusut tuntas ini semua untuk memastikan industri penerbangan belajar dari insiden tragis ini," kata Tony.

" Hati dan kesedihan terdalam saya tujukan kepada keluarga yang menjadi korban QZ8501." (Ism) 

Beri Komentar