CEO Air Asia, Tony Fernandes (Mirror.co.uk)
Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya merilis hasil investigasi kecelakaan AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah sekitar setahun yang lalu. KNKT menyebut kecelakaan itu terjadi karena kerusakan pada bagian ekor yang sudah berlangsung lama.
Informasi KNKT itu rupanya diikuti seksama oleh pemilik sekaligus Group CEO AirAsia, Tony Fernandes. Lewat akun Twitternya @tonyfernandes, pebisnis asal Malaysia ini menghaturkan terima kasih terhadap kerja KNKT.
" Would like to thank the KNKT for the very thorough investigations. My thoughts are to the families and my crew who still remain our number 1 priority. (Kami mengucapkan terima kasih kepada KNKT untuk laporan hasil investigasi menyeluruhnya. Hati saya untuk keluarga dan kru kami yang akan tetap menjadi prioritas pertama)," kata Tony dalam akunnya dikutip Dream, Selasa, 1 Desember 2015.
Diakui Tony musibah ini memang telah meninggalkan luka yang cukup lama untuknya. Namun Tony berjanji akan tetap berkomitmen menjadikan AirAsia sebagai maskapaia terbaik.
" Kami berutang ini kepada keluarga (korban) dan kru," katanya.
Dengan hasil investigas ini, Tony mengaku banyak pelajaran penting yang bisa dipetika AirAsia, perusahaan pembuat pesawat, dan industri penerbangan.
" Kami akan mengusut tuntas ini semua untuk memastikan industri penerbangan belajar dari insiden tragis ini," kata Tony.
" Hati dan kesedihan terdalam saya tujukan kepada keluarga yang menjadi korban QZ8501." (Ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak