Indeks Syariah Dibuka Melemah Mengekor Wall Street

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 26 Maret 2015 09:52
Indeks Syariah Dibuka Melemah Mengekor Wall Street
Lebih dari separuh emiten unggulan syariah melaju di zona merah.

Dream - Pasar modal Indonesia terus berada dalam tekanan. Sentimen negatif dari dalam negeri tampaknya memaksa pelaku pasar menahan diri melakukan aksi beli.

Kondisi semakin tertekan setelah gerak indeks utama Asia juga variatif. Indeks Hang Seng dan Nikkei pagi ini memulai perdagangan dengan berbeda.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,82 poin e level 169,476.

Hingga 43 menit waktu perdagangan, ISSI bahkan belum sanggup keluar dari zona merah. ISSI tercatat melemah 0,305 poin (0,18%) ke level 169,991.

Pelemahan memicu 77 emiten syariah bergerak melemah. Sementara 51 emiten ISSI berhasil masuk zona hijau dan 42 lainnya melaju stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah pagi telah mencapai Rp 887,50 miliar dengan 7,24 miliar saham beralihtangan.

Koreksi tajam juga dialami oleh indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) tercatat turun 4,936 poin ke level 706,090.

Sama dengan ISSI, indeks JII juga terus tertekan dan mendekam di zona merah. JII tercatat telah terkoreksi 2,276 poin (0,32%) ke level 708,750.

Aksi jual melanda 18 emiten bluechips syariah sementara 9 lainnya masih bisa bergerak menguat.

Pelaku pasar sudah mentransaksikan 2 miliar saham unggulan syariah bernilai Rp 580,38 miliar.

Beri Komentar