Kekayaan Ciputra dan Kerajaan Bisnisnya di Luar Properti

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 November 2019 12:12
Kekayaan Ciputra dan Kerajaan Bisnisnya di Luar Properti
Miliarder ini terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses.

Dream - Miliarder sekaligus pendiri Ciputra Group, Ciputra, meninggal dunia pada Rabu 27 November 2019. Pengusaha ini meninggal dunia di Gleneagles Hospital Singapore pada pukul 01.05 waktu setempat.

Kiprah Ciputra di dunia bisnis khususnya properti tak perlu lagi diragukan. Komplek perumahan yang identik dengan namanya sudah bertebaran di banyak kota di Indonesia. Di usia lanjut, Ciputra mendedikasikan waktunya untuk mencetak para entrepreneurship.

Keberhasilan Ciputra di dunia bisnis hingga diakui sebagai salah satu orang terkaya dunia tak diraih dengan mudah. Butuh kerja keras dan semangat tak pantang menyerah. Kekayaan yang diperoleh adalah buah hasil dari kerjanya tersebut. 

Mengutip laman Forbes, Rabu 27 November 2019, Ciputra masuk dalam daftar orang terkaya ke-27 dalam daftar Indonesian Richest 2018. Sementara di daftar The World Billionaires 2019, pria yang akrab dengan topinya itu menempatu urutan 1941 dunia.

Ciputra dilaporkan memiliki kekayaan bersih senilai US$1,3 miliar atau sekitar Rp18,31 triliun.

Pria beranak empat ini memiliki sederet bisnis, mulai dari properti sampai keuangan. Di sektor properti, Ciputra membangun jaringan dari Indonesia bagian barat sampai timur. Selama 30 tahun, Ciputra Group berhasil mengembangkan proyek perumahan di 33 kota di Indonesia. Bisnis propertinya juga telah merambah luar negeri.

Misalnya, Ciputra mengembangkan Ciputra Hanoi International City di Hanoi, Vietnam, Grand Phom Penh International City di Kamboja serta Grand Shenyang International di India dan China. Perusahaan mengembangkan bisnisnya di luar negeri melalui kemitraan.

Ciputra Juga Kembangkan Bisnis di Sektor Kesehatan sampai Keuangan

Tak hanya kesehatan, Ciputra Group juga berbisnis di sektor kesehatan. Perusahaan ini mengembangkan jaringan rumah sakit di beberapa wilayah. Jaringan rumah sakit yang didirikan adalah Ciputra Hospital Citra Garden City, Ciputra Hospital Tangerang, Ciputra Medical Center, Ciputra SMG Eye Clinic, dan CDerma - Dermatology and Aesthetic Center.

Perusahaan media dan telekomunikasi yang dimiliki oleh Ciputra Group antara lain Bintang, Aura, Home, dan Teen. Jaringan telekomunikasi berada di Ciptakom yang fokus di jaringan optimis.

Di sektor keuangan, Ciputra punya perusahaan asuransi, yaitu Ciputra Life. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Ciputra International dan PT Tunas Andalan Pratama. Perusahaan ini mendapatkan izin usaha asuransi jiwa dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 Desember 2016 dan mulai memberikan perlindungan asuransi kepada pelanggan pada 1 Februari 2017.

(Sumber: Forbes, Liputan6.com/Arthur Gideon)

1 dari 4 halaman

Ciputra, Bos Properti Sulap Duit Rp10 Juta Jadi Rp5 Triliun

Dream - Di dunia bisnis, nama Ciputra sudah tak asing lagi. Pria kelahiran 1931 ini terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses.

Menariknya, Ciputra merintis usahanya dengan modal awal Rp10 juta.

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, pada 24 Agustus 1931. Dia adalah arsitek kelahiran Sulawesi Tengah dengan nama Tjie Tjin Huan dan berasal dari keluarga yang sederhana.

 

© Dream



Sejak menjadi mahasiswa jurusan arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB), pria ini sudah merintis bisnis. Dia mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan yang berkantor di garasi.

Selain menyelesaikan kuliahnya di ITB dan meraih gelar insinyur, Ciputra pindah ke Jakarta. Pada tahun 1961, Ciputra mendirikan Jaya Group dengan bermodalkan hanya Rp10 juta. Kini, total asetnya mencapai Rp5 triliun.

Taipan properti ini punya 100 anak perusahaan di bidang properti dan karya-karya besar di 11 kota di Indonesia.

2 dari 4 halaman

Punya 100 Anak Perusahaan

Bertemu dengan Sudono Salim, Sudwikatmono, Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitan Group.

Perusahaan ini membangun perumahan mewah di Pondok Indah, Jakarta, dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai di Serpong, Banten. Di Metropolitan Group, Ciputra menduduki posisi presiden komisaris.

Kemudian, Ciputra mendirikan perusahaan keluarga, Ciputra Group. Pada 1997, krisis ekonomi terjadi dan berdampak kepada bisnis Ciputra. Dia membawa perusahaannya berekspansi ke dalam dan ke luar negeri.

Ciputra kini memiliki 100 anak perusahaan di bidang properti dan punya karya besar di 11 kota di Indonesia.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 4 halaman

Pengusaha Ciputra Meninggal Dunia di Singapura Dini Hari Tadi

Dream - Ciputra, taipan properti Indonesia meninggal dunia dini hari tadi, Rabu, 27 November 2019. Pebisnis yang di masa tuanya aktif menularkan semangat entrepreneurship itu tutup usia di Singapura pukul 1.05 waktu setempat.

Kabar meninggalnya Ciputra diketahui dari Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari.

" Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Ir Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group di Singapore pada tgl 27 November 2019 pk 1:05 waktu Singapore."

Direncanakan jenazah Ciputra akan dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan. Namun jadwal pemakaman baru akan dikabarkan setelah jenazah pengusaha dan salah satu orang terkaya Indonesia itu tiba di Indonesia.

" Kami keluarga besar Ciputra Group mengucapkan turut berduka yang mendalam dan mendoakan semoga Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kedukaan ini," ujar dia.(Sah, Liputan6.com)

4 dari 4 halaman

Sosok Ciputra

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931. Kesuksesannya membangun bisnis berjalan puluhan tahun. Terutama di bidang properti. Sebut saja Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group, adalah gurita bisnis yang hasil karya bangunannnya bisa ditemui di Indonesia.

Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup sejak kecil. Salah satunya, kehilangan bapaknya Tjie Siem Poe pada tahun 1944. Ini yang menjadi pemecutnya untuk bangkit.

Ketika remaja ia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Frater Don Bosco di Manado, Sulawesi Utara.

Usai tamat sekolah, dia memutuskan pergi dan menuju Jawa. Dia pun berkuliah di Institut Teknologi Bandung.

Beri Komentar