Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Ask.com)
Dream - Maraknya penerbitan reksadana syariah global menjadi keuntungan tak terduga bagi Citi Indonesia. Perusahaan multinasional ini memperoleh kepercayaan dari tiga lembaga keuangan sekaligus untuk menjadi administrasi lokal reksadana dan bank kustodian global.
Tiga reksadana yang memberikan kepercayaan kepada Citi itu adalah BNP Paribas Cakra Syariah USD, Schroder Global Sharia Equity Fund USD, dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).
Melalui layanan Global Window, Citi mengaku bisa menawarkan layanan satu jendela untuk mendukung penyelesaian portfolio luar negeri. Sementara sebagai bank kustodian, Citi akan berperan dalam mengadministrasi, mengamankan dan memfasilitasi penyelesaian transaksi portfolio investasi ketiga reksadana baik untuk investasi yang dilakukan di pasar modal domestik maupun luar negeri.
"Produk-produk ini akan memberikan peluang baru bagi para investor lokal untuk dapat mengakses berbagai pasar modal di dunia dengan memanfaatkan jejak global dan kemampuan Citi di bidang Markets and Securities Services.” ujar David Russell, Regional Head of Securities Services Citi Asia Pacific dalam keterangan persnya, Senin, 22 Februari 2016.
Hal senada juga disampaikan Batara Sianturi, Chief Executive Officer Citi Indonesia. Dia mengaku sangat senang dapat memilki peran penting dalam peluncuran Reksadana Global Syariah yang pertama di Indonesia.
"Peran sebagai Bank Kustodian sangatlah penting dalam mendukung produk-produk reksadana terobosan ini, khususnya dalam memberikan akses terhadap pasar modal global. Penunjukkan ini mengukuhkan posisi kuat Citi di pasar modal Indonesia,” tegasnya.
Citi adalah mitra strategis bagi para manajer investasi di Indonesia yang semakin memperluas alternatif investasi bagi investor di Indonesia. Berbagai alternatif solusi investasi yang ditawarkan tersebut merupakan hasil dari dikeluarkannya peraturan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada kuartal keempat tahun 2015.
Peraturan tersebut memberikan ijin kepada reksadana berbasis efek syariah untuk dapat berinvestasi minimal 51 persen pada portfolio investasi luar negeri.
Melalui Reksadana Global Berbasis Syariah, investor Indonesia dapat mengakses pasar modal di luar negeri dan semakin memiliki kemampuan untuk mendiversifikasi portfolio investasinya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya