Wabah Virus Corona Baru Ancam Bisnis Hotel dan Restoran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 Maret 2020 08:35
Wabah Virus Corona Baru Ancam Bisnis Hotel dan Restoran
Perhotelan juga terkena dampak virus corona.

Dream - Virus corona baru, Covid-19, membuat okupansi (tingkat hunian) hotel berkurang cukup besar. Kondis ini mendorong manajemen hotel harus bekerja keras menjaga arus kas tetap stabil salah satunya dengan memangkas biaya operasional.

“ Perusahaan harus mengatur cash flownya, dampaknya pendapatan dari masyarakat juga turun, kalau semua mengalami kondisi seperti ini nantinya akan mengalami masalah baru, yaitu ekonomi terhenti seperti di Wuhan dan Italia,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi B. Sukamdani, di Jakarta, ditulis Jumat 13 Maret 2020.

Opsi pemotongan biaya operasional salah satunya dilakukan dengan memangkas tenaga kerja atau karyawan hotel. Namun, Hariyadi menepis langkah itu sebagai pemutusan hubungan kerja (PHK).

“ Ini bukan murni PHK," tegasnya. 

Menurut Hariyadi, perusahaan perhotelan selama ini mempekerjakan tiga kategori pegawai yaitu harian, kontrak dan tetap. Saat ini pegawai harian di sejumlah hotel sudah tak lagi dipekerjakan. Sementara pegawai kontrak dan tetap harus menjalani sistem shift kerja.

" Seperti di Bali, sudah mulai terjadi pergiliran dan sisanya dirumahkan," kata dia.

Rata-rata perusahaan pengelola hotel dilaporkan telah menurunkan biaya produksi untuk pengeluaran tenaga kerja sebesar 50 persen.

 

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi pengelola hotel, PHRI mengaku tengah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangguhkan atau memberi relaksasi pinjaman yang dimiliki perusahaan hotel.

Salah satu usulannya adalah relaksasi agar perusahaan hanya membayar pinjaman pokok.

1 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Restoran?

Tidak hanya bisnis hotel yang mengalami gangguan akibat virus corona. Pengelola restoran juga menghadapi persoalan yang tak kalah kecil. Beruntung pengusaha kuliner bisa menghadapi masalah ini lebih sederhana.

“ Restoran ini sama saja, lebih banyak karyawan kontraknya, jadi restoran itu relatif lebih less complicated lah dibanding hotel, jadi hotel lebih bisa beradaptasi menyesuaikan jumlah karyawannya,” kata dia.

Menghadapi wabah virus corona, Haryadi mengatakan, PHRI sudah mengkomunikaskan langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan pengelol hotel dan restoran terhadap tamu-tamu maupun pegawainya .

" Penggunaan thermal scanner, yang bapak ibu sekalian lihat, kalau masuk ke hotel sudah diukur suhunya ya, lalu juga melihat dari tampilan fisik, mungkin banyak yang nggak panas, tapi kalau kita lihat mukanya pucet dan sebagainya, itu kita minta untuk ke klinik," kata dia.

(Sah, Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

2 dari 5 halaman

Gara-Gara Virus Corona, Pariwisata Indonesia Rugi Rp21 Triliun

Dream - Sektor pariwisata tidak luput dari dampak wabah virus Corona baru, Covid-19. Penyebaran virus yang sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia itu benar-benar membuat dunia pariwisata Indonesia lesu. 

“ Dampak ekonominya sangat besar karena melumpuhkan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Untuk hari ini saja, okupansi hotel sudah mencapai 30 persen,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

Kerugian yang harus ditanggung pariwisata Indonesia sejak Januari silam mencapai US$1,5 miliar atau sekitar Rp21,69 triliun. Kerugian terbesar terjadi karena berkurangnya turis dari China.

 

 © Dream

 

Tahun lalu, tambah Hariyadi, jumlah wisatawan Negeri Tirai Bambu mencapai 2 juta orang. Satu orang turis rata-rata menghabiskan uang sebanyak USS$1900 atau sekitar Rp27,48 juta.

Menurut Hariyadi, jumlah turis China merosot separuhnya. Terlebih dari awal Februari 2020 saat penerbangan dari Negeri Panda itu ditiadakan. “ Bisa diasumsikan jumlah turis yang hilang baru separuhnya yang bernilai US$1,1 miliar (Rp15,91 triliun),” kata dia.

Ditambah lagi pembatalan kedatangan dari turis luar negeri dan domestik lainnya. “ Perkiraan kami itu sudah US$400 juta (Rp5,79 triliun),” kata Hariyadi.

3 dari 5 halaman

Harus Direvisi

Melihat angka kerugian yang tinggi di sektor pariwisata, Hariyadi meminta pemerintah untuk merevisi target di sektor itu pada tahun ini.

“ Sudah jelas pasti revisi, pertumbuhan ekonomi kita itu diperkirakan 5,2 persen tahun ini,” kata dia.

Kalaupun bisa mencapai 4,5 persen, kata dia, itu sudah sangat bagus. Menurut Haryadi, perkembangan ekonomi khususnya di sektor pariwisata, semua bergantung pada kondisi dan kepanikan masyarakat.

" Dengan sekarang ini sudah memasuki bulan maret, bulan depan sudah bulan ramadhan, kalau ini tidak ada sesuatu yang bisa mengembalikan, ya kira-kira di angka 4,5 persenlah kurang lebih," kata Haryadi.

(Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

4 dari 5 halaman

2 Gaya `Salam Corona` JK Saat Bertemu Wapres Maruf Amin dan Sri Mulyani

Dream - Merebaknya penularan virus corona membuat publik waspada. Sebisa mungkin masyarakat dianjurkan mengurangi kontak fisik untuk mengurangi risiko penyebaran virus berkode Covid-19.

Terbiasa berjabat tangan saat bertemu, anjuran ini memang membuat beberapa orang menjadi kikuk. Jika kamu bingung dengan untuk mengganti salaman, ada baiknya menyontoh tiga pejabat negara berikut ini.  

 

Cara bersalaman baru diperkenalkan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat bertemu sejumlah anak buah Joko Widodo.  Saat bersalaman dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, JK bersalaman dengan cara yang unik.

 Adu sikut.© Akun Instagram @jusufkalla

 

Salam corona yang dilakukan JK dan Sri Mulyani adalah dengan saling mempertemukan siku tangan. 

" Salam corona dengan @smindrawati," tulis JK di akun Instagramnya, @jusufkalla

Cara salam corona ala JK sedikit berbeda saat bertemu dengan Wapres penerusnya, Maruf Amin. JK dan Maruf Amin melakukan salam namaste.

 Salam namaste.© Akun Instagram @husainabdullah1

" Salam corona Wapres RI, K. H. M'ruf Amin dengan @jusufkalla," tulis @husainabdullah1.

5 dari 5 halaman

Wapres Sebut 3 Kebijakan Penanganan Corona

Dream - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyebut ada tiga kebijakan yang akan dilakukan untuk mengatasi bertambahnya korban virus Corona atau Covid-19. Sebagaimana diketahui saat ini seorang pasien positif virus Corona di Indonesia meninggal dunia.

" Ada 3 kebijakan. Pertama memperketat pintu masuk (ke Indonesia) baik darat, laut maupun udara, seleksinya lebih ketat lagi. Kedua, menyiapkan perawatan yang dilengkapi dengan berbagai alat dan memperbanyak rumah sakit yang ada kamar isolasi yang bisa menangani kasus corona," ujar Ma'ruf, Rabu, 11 Maret 2020.

 

 © Dream

 

Ketiga, kata dia, masyarakat diminta mempersiapkan obat-obatan. Selain itu juga penyediaan bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari dalam jumlah yang cukup.

" Saya mengajukan di mana-mana supaya kita berdoa. Supaya usaha lahiriyah-nya optimal, tapi kita juga mohon kepada Allah agar dijaga dari wabah khususnya Corona," katanya.

Ma'ruf meminta seluruh masyarakat agar tidak panik terkait penyebaran virus Corona di Indonesia. Alasannya, pemerintah tidak tinggal diam dan berupaya untuk menanggulangi dan mengatasi virus Covid-19.

Sumber:

Beri Komentar