Deretan 40 Hartawan Berhati Dermawan di Asia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 15 November 2018 14:45
Deretan 40 Hartawan Berhati Dermawan di Asia
Bahkan, ada yang sukarela menyumbangkan ginjalnya kepada orang asing.

Dream - Forbes belum lama ini merilis daftar orang paling dermawan se-Asia Pasifik. Daftar yang berjudul Heroes of Phylanthropy ini membahas sosok yang murah hati.

Ada 40 tokoh yang mendapatkan predikat sebagai manusia paling dermawan karena menyumbangkan hartanya dengan caranya masing-masing.

Ada yang beramal melalui yayasan. Ada juga yang memberikan ginjalnya kepada orang asing.

Berikut ini adalah daftarnya, dikutip dari Forbes, Kamis 15 November 2018.

 

1 dari 12 halaman

Australia

1. Pamella Galli

Wanita berusia 81 tahun ini menyumbangkan uang US$3,5 juta (Rp51,68 miliar) untuk Universitas Melbourne. Uang itu digunakan untuk penelitian penyakit melanoma dan obatnya.

Galli dan sang suami, Lorenzo, mendirikan Galli Estate Winery. Sang suami meninggal pada 2004 karena kanker kulit.

2. Anthony Pratt

Anthony Pratt menyumbangkan uang US$700 juta (Rp10,33 triliun) pada 2017 untuk beragam amal, termasuk penelitian dan seni. Keluarga global chairman di Visty Industries ini mendirikan Pratt Foundation yang telah menyumbangkan dana US$175 juta (Rp2,58 triliun) sejak 1978.

3. Isaac Wakil

Isaac Wakil bersama sang istri, Susan, telah menyumbangkan uang sebesar US$50 juta (Rp738,41 miliar) untuk kesehatan, seni, pendidikan, dan masalah sosial. Investor properti ini juga mendirikan Susan Wakil Health Building tahun depan. Bangunan ini untuk mengenang sang istri yang telah tiada pada Mei 2018.

2 dari 12 halaman

Kamboja

4. Suwana Gauntlett

Gauntlett merupakan pendiri Wildlife Alliance. Wanita kelahiran Amerika ini merupakan pewaris harta perusahaan farmasi, Upjohn.

Dia menghabiskan US$30 juta untuk mendanai konservasi lingkungan hidup di Kamboja.

 

3 dari 12 halaman

Tiongkok

5. Cai Bersaudara

Cai Dongqing, Cai Xiaodong, dan Cai Lidong, mendoinasikan US$14 juta untuk merenovasi lokasu industri di Guangdong, Tiongkok. Mereka adalah petinggi perusahaan animasi dan mainan, Alpha Group.

6. Chen Fashu

Chen Fashu menyumbangkan uang US$72 juta melalui Fashu Foundation, kepada Peking University. Uang ini digunakan untuk mendukung penelitian dan pengembangan di bidang disiplin medis.

Ketua New Huadu Industrial Group/Baiyou Holdings juga menyumbangkan uang US$1,5 juta untuk membangun jalan di kota kelahirannya di Fujian dan US$29 juta untuk Minjiang University.

7. Dang Yanbao

Dang Yanbao bersama istrinya, Bian Haiyan, mendirikan Yanbao Charity Foundation dan menyumbangkan US$42 juta untuk beasiswa di Ninxia. Yanbao telah memberikan US$238 juta kepada 170 ribu siswa selama 2011.

8. Ou Zongrong

Pendiri Zhenro Group ini berkontribusi US$3 juta untuk membangun plaza kebudayaan pada Agustus 2017. Dia juga mendonasikan uang US$2 juta untuk program masyarakat seperti festival dan klub baca.

9. Yeung Kwok Keung dan Yang Huiyan

Ayah dan anak ini menyumbang uang US$317 juta untuk 10 tahun ke depan. Taipan properti Country Garden ini menyumbangkan duitnya untuk Universitas Tsinghua.

Tahun lalu, mereka juga menyumbangkan uang US$14 juta untuk pembangunan laboratorium kimia.

10. Zhan Jianbin

Founder and Chairman Winfast Holding ini menyumbangkan US$29 juta dari perusahaan investasinya dan US$117 juta dari dirinya untuk membangun Winfast Charity Foundation. Yayasan ini meluncurkan beasiswa di delapan universitas yang berbasis di Nanjing, Jiangsu, dan Tiongkok bagian barat. Yayasan ini juga membantu pasien yang kesulitan biaya di tujuh rumah sakit.

11. Zhang Lei

CEO Hillhouse Capital Group ini berkontribusi US$44 juta pada 2017 untuk Renmin Universtity of China untuk mendukung penelitian. Dia juga menyumbangkan uang U$15 juta untuk mendanai pembangunan Westlake University di Hangzhou, Tiongkok.

4 dari 12 halaman

Hong Kong

12. James Chen

Chairman Wahum Group Holdings ini menyumbangkan US$10 juta untuk program Vision Catalyst Fund yang dipimpin oleh Queen Elizabeth Diamond Jubilee Trust.Dia membuat program ini untuk mempermudah orang-orang mendapatkan kacamata dengan harga terjangkau dan perawatan mata.

13. Hui Wing Mau

Chairman Shimao Group ini mendonasikan Silk Road Landscape Map kepada Palace Museum di Beijing. Nilainya mencapai US$19 juta.

Tak hanya itu, Hui Wing Mau juga menyumbangkan uang US$12 juta untuk merenovasi museum itu.

5 dari 12 halaman

India

14. Kochouseph Chittilappily

Kocouseph merupakan seoang CEO V-Guard Industries Ltd. Dia menyumbangkan ginjalnya untuk supir truk yang tak dikenal sama sekali.

15. Puneet Dalmia

Puneet Dalmia mendirikan Avanee Foundation untuk menyebar kebahagiaan. Dia mendonasikan uang US$3 juta untuk pendidikan anak berusia 3 tahun-8 tahun.

16. Anand Deshpande

Anand Deshpande menyumbang uang US$3 juta untuk mendukung 25 ribu usaha pada 2020. Uang ini digunakan untuk membantu wirausahawan mendirikan bisnis melalui Deastra Foundation.

17. Kishore Lulla

Kishore Lulla menyumbang uang US$20 juta untuk perempuan dan anak. CEO Eros Group ini juga mendanai 2-3 beasiswa untuk perempuan di UCLA Film School.

18. Sunil Mittal

Sunil Mittal bersama dua saudaranya, Rakesh dan Rajan, berjanji untuk menyumbangkan 10 persen hartanya dan 3 persen saham di Bharti Airtel Foundation. Melalui yayasan ini, mereka membantu pendidikan 45 ribu anak.

19. Nandan dan Rohani Nielkani

Founder Arghyam ini berjanji akan menyumbangkan 50 persen kekayaan mereka ke Giving Pledge. Keduanya juga menyumbangkan uang untuk universitas dan penanganan sanitasi.

20. Abishek Poddar

Managing director of Matheson Bosanquet menyumbangkan uang US$7 juta dan 7 ribu koleksi pribadinya kepada Museum of Art and Photograpy di Bangalore, India.

6 dari 12 halaman

Indonesia

21. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Pada Desember 2017, Eddy menyumbangkan satu alat pemindai medis kepada rumah sakit pemerintah Royal Perth Hospital (RPH) di Australia. Alat yang bernama O-Arm ini senilai US$820 ribu (Rp12,11 miliar). Dengan alat itu, ahli bedah bias memindai pasien selama operasi dan memberikan gambar 360 derajat secara mendetail. Eddy dan istrinya menyumbang alat pemindai ini karena dorongan pengalaman pribadi mereka di rumah sakit.

Lulusan Universitas New South Wales, Sydney ini juga memberikan sumbangan bagi pasien transpalantasi hati di Indonesia serta dokter anak dari Universitas Indonesia untuk memperoleh gelar doktornya.

Kini, Eddy juga memberikan operasi katarak gratis kepada 100 pasien setiap bulan. Aksi amal ini dilakukan melalui Alfa Omega Foundation yang didirikan.

7 dari 12 halaman

Malaysia

22. G. Gnanalingam

Gnalingam mendirikan Indus Education Foundation pada 2014 dan menyumbang US$6 juta selama lima tahun. Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan pelajar Malaysia-India.

23. Francis Yoh

Francis Yoh dan keluarganya menyumbangkan uangnya sebesar US$2,4 juta kepada 103 yayasan dan organisasi pendidikan. Francis juga menyumbangkan dana untuk kepentingan seni, seperti US$4,5 juta untuk Kuala Lumpur Performing Arts Center. Dia jua memberikan beasiswa sebesar US$25 juta untuk jutaan pelajar di Malaysia.

8 dari 12 halaman

Filipina

24 Jose Mari " Butch" T. Albert

Albert memberikan donasi sebesar US$10 ribu untuk Operation Compassion iRebuild pada 2014. Sumbangan yang diberikan oleh bos Fila Isport Life ini bertujuan untuk mendukung pertolongan darruat.

25. Alice Galang Eduardo

Presiden dan cEO Santa Elena Construction ini menyumbangkan uang US$277 ribu ke rumah sakit di Filipina. Alice ingin mengurangi angka kematian anak-anak.

26. Susana Abad Santos Madrigal

Pimpinan Consuelo Chito Madrigal Group of Companies ini menyumbangkan uang US$1 juta untuk beragam proyek, seperti pendidikan anak. Susana juga menyumbang uang US$18.600 untuk Cancer Samurai Scholar Fund yang meng-cover biaya medis bagi seorang pasien yang membutuhkan.

9 dari 12 halaman

Singapura

27. Trina Liang dan Edmund Lin

Pasangan suami istri ini mendirikan Lin Foundation Asia pada 2016. Mereka telah menyumbang US$350 ribu ke beragam proyek sosial, termasuk pendidikkan bagi anak dan perempuan.

28. Tan Chin Hwee

Bos Trafigura Group beramal US$3 juta selama sepuluh tahun. Uang ini bertujuan untuk membantu bayi yang baru lahir, anak-anak, dan lansia.

29. Teng Ngiek Lian

Teng Ngiek Lian mendirikan The Silent Foundation untuk membantu mereka yang kurang mampu. CEO Target Asset Management ini menyumbangkan uang US$36 juta untuk yayasan ini.

30. Woon Tek Seng, Woon Wee Phong, Woon Wee Hao, dan Woon Wee Teng

Empat kakak beradik ini menyumbangkan artefak senilai US$5 juta kepada Woon Gallery of Asian Art di Inggris. Keempat bersaudara ini adalah pemilik jaringan warung kopi dan teh, Killiney.

10 dari 12 halaman

Korea Selatan

31. Hong Jong Ryul

Chairman Kiswire menyumbangkan uang US$1 juta kepada Masan Yongma Hingh School School. Hong Jong Ryul juga mendirikan perpustakaan bernama Hongduk.

32. Kim Bong Jin

CEO dan pendiri Woowa Brothers ini menyumbangkan US$9 juta untuk beasiswa pelahar dari keluarga kurang mampu, pada 2017. Kim Jong Bin mendirikan yayasan The Fruit of Love.

33. Kim Byung Yeol

Kim Byung Yeol menyumbangkan hutannya dan bangunan seluas 108.386 hektare kepada Kota Cheonan. Tanah dan bangunannya itu akan digunakan untuk kebutuhan administrasi Cheonan.

11 dari 12 halaman

Taiwan dan Thailand

Taiwan

34. Chiling Lin

Artis ini menyumbangkan uang US$1,6 juta tiga tahun terakhir ini melalui Nest Building Fund di Tiongkok. Uang itu digunakan untuk membangun asrama bagi pelajar Tiongkok di daerah terpencil.

35. Jerry Shen

Bos Asustek Computer menyumbang US$1 juta atas nama sang ibu, Shen Huang Hsueh Er, kepada sekolah almamaternya di Tainan. Donasi ini digunakan untuk membiayai kegiatan kelas ekstrakurikuler musim panas atau musim semi.

36. Ming Kai Tsai

Ming Kai Tsai menyumbangkan uang US$1,6 juta untuk pemerintah kota Hsinchu. Uang ini digunakan untuk membiayai renovasi Taiwan Pavilion EXPO.

Thailand

37. Petch Osathanugrah

Petch Osathanugrah menyumbang uang US$20 juta-US$30 juta untuk museum seni.

38. Malee Tangsin

Pimpinan Ramada Plaza ini menyumbangkan uang US$2 juta untuk membiayai 450 pelajar SMA di Bangkok, Thailand.

 

12 dari 12 halaman

Vietnam dan Jepang

Vietnam

39. Dominic Scriven

Pimpinan Dragon Capital ini menyumbang uang US$3,5 juta untuk Wildlife At Risk, perusahaan non pemerintah yang memerangi jual beli hewan ilegal. Organisasi nirlaba ini juga telah melepas 6.500 satwa ke alam liar.

Jepang

40. Kazuo Inamori

Kazuo Inamori, melalui Inamori Foundation, memberikan hadiah Kyoto Prize senilai US$930 ribu. Penghargaan ini diberikan untuk bidang teknologi, sains, filsafat, dan seni.

Pada 2017, Inamori menyumbangkan saham senilai US$71 juta di Kyocera untuk Kagoshima University.

Beri Komentar