Dahsyatnya Sedekah di Tengah Pandemi dan Ramadhan

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 29 April 2020 15:01
Dahsyatnya Sedekah di Tengah Pandemi dan Ramadhan
Situasi ini menjadi sebuah momentum untuk memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita

Dream- Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi.

Dalam situasi prihatin akibat pandemi covid-19, hendaknya seluruh elemen masyarakat bisa saling bahu membahu untuk meringankan beban sesama.

Maka, seharusnya momentum ini dapat menjadi ladang pahala bagi umat muslim utamanya, melalui sedekah di bulan suci Ramadhan.

Di bulan Ramadhan saat pandemi ini, justru merupakan momen yang tepat untuk memperbanyak sedekah. Karena kita bersedakah dapat dua keutamaan, yakni bersedekah pada bulan yang pahalanya berlipat-lipat, dan bersedekah pada kala orang kesulitan.

Ramadhan tahun ini tentunya akan sangat berbeda. Sebab, sudah ada imbauan dari pemerintah dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk kaum Muslimin tetap beribadah di rumah saja.

Maka, di sinilah keimanan kita diuji. Apakah ketika kita beribadah di rumah itu sebaik ketika beribadah di dalam masjid, dilihat banyak orang? Jadi, ini sebenarnya menjadi sebuah momentum untuk memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kita.

1 dari 6 halaman

Bersedekah Antara Situasi Pandemi dan Bulan Ramadhan

bersedekah antara situasi pandemi dan bulan ramadhan© sumber foto: bhayangkari.or.id
Sumber foto : Bhayangkari.or.id

Begitu banyak hadis yang menyatakan keutamaan atau kelebihan ketika kita bersedekah, khususnya saat bulan suci Ramadhan. Dalam salah satu hadis riwayat at-Tirmizi, dikatakan, Rasulullah SAW bersabda,

" Barangsiapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala layaknya orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala sedikitpun (orang yang berpuasa)."

Bulan ini kita berada dalam dua situasi yang sangat penting bagi kita untuk menggiatkan momen berbagi. Apalagi, bulan puasa tahun ini di tengah situasi pandemi. Tentunya, sedekah berapa pun itu pasti akan sangat bermanfaat.

Ketika kita harus tinggal di dalam rumah, maka akan berdampak pada persoalan lainnya.

Efeknya tidak hanya pada persoalan ibadah atau keagamaan, sosial, serta budaya, melainkan juga ekonomi. Sebab, tidak semua orang memiliki tabungan. Banyak masyarakat bekerja dalam sehari, untuk kemudian penghasilannya itu habis dalam waktu sehari untuk makan. Terlebih hari-hari ini mereka tidak bisa bekerja.

Alhasil, bulan Ramadhan di tengah (pandemi) Covid-19 ini menjadi momentum yang sangat bagus bagi orang yang diberi kelebihan rezeki oleh Allah SWT, untuk berbagi kepada orang-orang yang kesusahan ataupun kekurangan.

2 dari 6 halaman

Manfaat Sedekah Bagi Pemberi Maupun Penerima

manfaat sedekah© Ilustrasi foto : istock

Harapannya, dengan sedekah yang kita berikan itu akan meringankan beban orang-orang yang sedang dalam kesulitan. Lebih dari itu, diyakini bahwa sedekah bisa menolak bencana. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, " Sedekah itu bisa menolak bala."

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menyatakan, " Sungguh, Allah akan menolong hamba-Nya manakala sang hamba mau berbagi dengan saudaranya."

Jadi, kalau hari-hari ini kita melihat orang susah, tetapi justru kita diam, maka kelak kalau kita susah, Allah pun akan diam. Namun, kalau hari ini kita melihat orang susah dan berbagi, maka sebelum kita susah, Allah sudah akan menolong kita.

Momen saat ini merupakan kesempatan untuk menjadikan harta atau kekayaan yang kita miliki sebagai sebuah jalan kebaikan.

Tentunya, kebaikan harta itu adalah ketika digunakan untuk menolong sesama, terutama kepada mereka yang tidak mampu. Yang kaya menolong yang miskin dengan hartanya. Sementara, yang miskin menolong orang kaya dengan doa-doanya.

3 dari 6 halaman

Harta Tidak Akan Berkurang Karena Bersedekah

harta tidak berkurang dengan sedekah© Ilustrasi : antara foto

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).

Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan bahwa, Para ulama menyebutkan harta yang dimaksud disini mencakup 2 hal. Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya.

Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.

Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.

4 dari 6 halaman

Sedekah Menghadirkan Rasa Bangga dan Bahagia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

“ Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan.

5 dari 6 halaman

Menutupi Cacat atau Kekurangan Saat Berpuasa

Dalam puasa pasti ada kalanya kita melakukan perbuatan yang kurang menyenangkan, sehingga menjadikan pahala puasa kita tidak sempurna. Maka dengan sedekah itulah akan menutupi kekurangan tersebut. Oleh karenanya di akhir Ramadhan, kaum muslimin disyari’atkan menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa.

Disebutkan dalam hadits, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

“ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR. Abu Daud, no. 1609; dan Ibnu Majah, no. 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

6 dari 6 halaman

Menjadikan Lebih Bersyukur

Sebagian ulama teladan di masa silam ditanya, “ Kenapa kita diperintahkan untuk berpuasa?” Jawab mereka, “ Supaya yang kaya dapat merasakan penderitaan orang yang lapar. Itu supaya ia tidak melupakan deritanya orang yang lapar.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 300)

Di saat kita diberikah kelebihan harta oleh Allah, sangat patut kita syukuri mengingat di luar sana banyak orang yang tidak bisa makan akibat penyebaran virus covid-19. Sehingga itulah mengapa bulan Ramadhan di situasi pandemi seperti saat ini disebut bulan muwasaah, yaitu bulan yang diperintahkan banyak bersedekah.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “ Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 301)

Beri Komentar