Dibuka Menguat, Bursa Syariah Terdesak Aksi Jual

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 25 September 2015 09:23
Dibuka Menguat, Bursa Syariah Terdesak Aksi Jual
Kurs rupiah terhadap dollar AS semakin mengkhawatirkan.

Dream - Sentimen negatif masih memayungi bursa saham Indonesia. Meski dibuka menguat, seluruh indeks acuan saham terkulai lemas akibat aksi jual investor.

Berondongan aksi jual saham sektor keuangan dan barang konsumsi membuat indeks acuan saham berguguran.

Dua indeks acuan saham syariah juga tak lepas dari tekanan tersebut. Memulai sesi perdagangan Jumat, 24 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,484 poin ke level 135,872.

Pembukaan positif juga berhasil dibukukan indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII)dibuka menguat 3,119 poin ke level 564,650.

Laju positif ini sayangnya hanya bertahan sesaat. Hingga 13 menit waktu perdagangan, ISSi tercatat sudah turun 0,727 poin (0,54%) menjadi 134,661.

Indeks JII yang tertekan pelemahan harga saham dari 18 emitennya juga turun 3,349 poin (0,60%) ke level 558,182.

Transaksi perdagangan saham syariah di Harpitnas sudah mencapai Rp 226 miliar dengan 2,07 miliar saham berpindahtangan.

Sementara itu, tekanan pelemahan Wall Street yang melemah imbas pernyataan Gubernur The Federeal Reserves, Janet Yellen, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lemah.

Pada prapembukaan perdagangan, IHSG sempat melaju naik 6,303 poin (0,15%) ke level 4.250,730. Penguatan masih berlanjut hingga sesi pembukaan ketika IHSG naik 3,794 poin (0,09%) ke level 4.248,221.

Sama dengan indeks syariah, IHSG juga akhirnya terdesak melemah akibat hantaman sentimen negatif regional.

Di pasar keuangan, rupiah masih belum tertolong. Usai menyentuh level 14.600, rupiah kini semakin terdesak dan hampir menyentuh level 14.700 per dollar AS.

Hingga 19 menit waktu perdagangan, rupiah sudah melemah 16 poin (0,11%) ke level 14.696 per dollar AS.

Beri Komentar