Dubai Islamic Bank Menjadi Salah Satu Pemegang Saham Bank Panin Syariah
Dream - Bergabungnya bank syariah terbesar dari Timur Tengah, Dubai Islamic Bank (DIB) menambah tenaga bagi kinerja PT Bank Panin Syariah Tbk (PNBS). PT Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tetap mempertahankan rating A+ untuk PNBS.
Dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Juni 2014, masuknya DIS yang memiliki 24,9 persen saham PNBS tak mengubah struktur pemegang saham mayoritas. DIB diketahui berencana menambah porsi sahamnya secara bertahap hingga menjadi 40 persen.
Pefindo juga memberikan outlook stabil terhadap rating PNBS. Rating ini dianggap menunjukan potensi pertumbuhan industri bank syariah di INdonesia, serta kuatnya permodalan.
Namun Pefindo mengakui, masih adanya kendala pertumbuhan laba yang bergerak di level moderat serta lebih banyaknya simpanan dari pihak ketiga.
Bank Panin Syariah pertama kali menjadi bank syariah pada 2009. Bank Panin Syariah bertransformasi menggarap bisnis syariah setelah Bank Panin mengakuisisi Bank Harfa.
Struktur pemegang saham pada 9 Juni 2014 mencatat Bank Panin sebagai pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham mencapai 52,51 persen. Diikuti oleh DIB sebesar 24,9 persen dan 22,59 persen dimiliki publik. (Ism)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global