Dirut BRI Syariah Hadi Santoso: Kami Tetap `Game Changer`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 Desember 2017 13:13
Dirut BRI Syariah Hadi Santoso: Kami Tetap `Game Changer`
BRI yakin menghadapi persaingan dan tantangan bisnis perbankan syariah 2018. Startegi tengah dirancang. Tak hanya soal pendapatan tapi menyiapkan para ahli

Dream – Tahun 2017 tinggal hitungan mingguan. Semua pelaku bisnis sudah mulai bersia-siap tutup buku dan menatap tahun 2018. Satu diantara industri tersebut  adalah keuangan syariah.

Sejak sekitar tiga tahun yang lalu, industri keuangan syariah memang tengah menjadi sorotan. Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla memberi perhatian serius pada industri yang relatif baru ini. Sebuah badan baru, Komunitas Nasional Keuangan Syariah (KNKS) bahkan dibentuk untuk fokus mengembangkan bisnis yang dijalankan dengan prinsip syariah ini. 

Di tengah beragam upaya pemerintah, masih banyak rintangan dihadapi pelaku bisnis syariah. Industri syariah, khususnya keuangan, masih belum beranjak dari angka 5 persen. Tak sepenuhnya karena faktor internal. Kondisi ekonomi yang sempat melambat juga jadi penghambat. 

PT BRI Syariah, sebagai salah satu bank yang jadi motor bisnis keuangan syariah di Tanah Air, turut merasakan pasang surut itu. Namun manajemen tetap optimistis dengan pertumbuhan bank syariah di Indonesia. Potensi perbankan syariah masih sangat besar.

Bagi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), perbankan syariah masih mengalami tantangan-tantangan. Misalnya, permodalan. Permodalan ini menjadi hambatan bagi bank syariah untuk berkembang.

Lalu, apa yang harus dilakukan bank syariah menatap 2018? Apa pula pelajaran yang bisa dipetik dari tahun 2017? Berikut tanya jawab Dream.co.id dengan Direktur Utama BRI Syariah, Moch. Hadi Santoso, di Jakarta, ditulis Senin 11 Desember 2017.

Standard and Poor memprediksi industri keuangan syariah secara global akan melambat, tapi pertumbuhan akan dijaga di angka 5 persen. Bagaimana pendapat BRI Syariah?

Menurut pandangan saya, yang terpenting adalah bagaimana caranya kami sebagai pelaku perbankan syariah dapat tetap saling bahu-membahu meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia. Saat ini, pangsa pasar di Indonesia adalah sebesar 5,4 persen dan Indonesia sendiri menduduki peringkat 9 Indeks Keuangan Syariah.

Kami akan membantu dengan cara peningkatan SDM, menambah variasi produk, mengintegrasikan digital banking, serta memperbesar pasar dimana ini semua akan membantu peningkatan industry ini sendiri

Kalau di Indonesia sendiri, bagaimana outlook keuangan syariah tahun 2018? Apa yang akan terjadi dengan keuangan syariah di tahun depan?

Sampai saat ini, BRISyariah mencatatkan pertumbuhan aset double digit selama 5 tahun terakhir dan laba operasi BRISyariah yang meningkat di atas 50 persen, bertumbuh 3 kali pada tahun 2015, dan 60 persen pada tahun 2016.

Kami optimis dengan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Potensi yang ada masih sangat besar. Dengan memberikan pemahaman, literasi serta edukasi yang tepat atas manfaat-manfaat dari perbankan syariah, kami yakin masyarakat secara berkesinambungan akan bergabung bersama kami.

Isu-isu apa sajakah yang sekiranya akan dihadapi oleh industri keuangan syariah pada tahun depan?

Isu permodalan akan menjadi isu utama. Isu permodalan ini yang menghambat ekspansi  perbankan syariah, oleh karenanya kami perkirakan di tahun 2018 mendatang akan ada bank-bank syariah yang mencari tambahan permodalan baik itu melalui mitra strategis maupun dengan cara-cara lainnya.

Di industri perbankan syariah sendiri, tantangan apa yang akan dihadapi?

Literasi yang masih kurang atas manfaat-manfaat yang ada dari perbankan syariah, masih adanya anggapan bank syariah hanya untuk muslim saja, serta kurangnya tenaga ahli yang benar-benar memahami ekonomi syariah.

Dari sisi birokrasi, apakah pemerintah sudah cukup tanggap untuk mengantisipasi tantangan-tantangan ini?

Kami melihat pemerintah memberikan perhatian khusus kepada perkembangan perbankan syariah di Indonesia. KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) yang dibawahi oleh Presiden Jokowi dinilai dapat mendorong peningkatan pangsa pasar ekonomi syariah di Indonesia.

Untuk menghadapi tantangan ini, adakah solusi dari BRI Syariah?

Dalam mendorong pertumbuhan perbankan Syariah Indonesia, BRISyariah berperan aktif untuk membuka akses perbankan Syariah kepada seluruh lapisan masyarakat serta mendorong literasi keuangan syariah untuk hijrah bersama menuju “ ethical finance”. Untuk itu, kami akan terus membuka jaringan kantor baru dan jaringan e-channel untuk membangun image bahwa bank syariah memberikan kemudahan dan solusi atas kebutuhan perbankan masyarakat.

Sebagai bank syariah retail modern, kami berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan perbankan syariah yang inovatif dan berbasis teknologi untuk menyentuh kehidupan masyarakat dan keluarga Indonesia.

Prinsip perbankan syariah yang mengedepankan kepercayaan, keadilan, menghormati sesama, kebenaran, dan toleransi, adalah ruh dari semua kegiatan perbankan BRISyariah yang membawa manfaat secara lahir dan batin demi memajukan seluruh lapisan masyarakat dan bangsa.

Dari sisi pengembangan SDM, BRISyariah senantiasa menciptakan ahli perbankan syariah masa depan dengan berbagai kerjasama dengan universitas salah satunya melalui penyediaan laboratorium bank syariah lengkap.

Untuk masa depan organisasi, BRISyariah memiliki program Sharia Bank Development Program yang pada tahun 2016 diadakan sebanyak dua kali, demi menyiapkan pemimpin baru BRISyariah yang dibutuhkan selama ekspansi perusahaan.

Berbicara tentang tahun depan, kalau boleh tahu, apakah visi dan misi BRI Syariah?

BRISyariah memiliki visi untuk menjadi bank syariah terkemuka di Indonesia. Kami membawa nilai yang dipegang teguh dalam menjalankan bisnis perbankan yakni amanah, terbuka, dan menjadi agen perubahan yang positif untuk masyarakat sekitar.

Strategi akselerasi ekspansi perusahaan dimulai dengan masuknya BRISyariah di kategori BUKU III.

Sinergidengan BRI untuk membuka potensi yang luar biasa dalam mendorong industri perbankan Syariah di Indonesia. Sebagai bagian dari jaringan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, kami berkomitmen untuk menyentuh kehidupan dan bertumbuh bersama seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kesejahteraan.

Komitmen memberikan produk dan layanan perbankan syariah yang inovatif dan berbasis teknologi untuk menyentuh kehidupan masyarakat dan keluarga Indonesia.

Prinsip perbankan syariah adalah ruh dari semua kegiatan perbankan BRISyariah yang membawa manfaat secara lahir dan batin demi memajukan seluruh lapisan masyarakat dan bangsa.

Saat ini, kami siap lepas landas untuk berekspansi dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Dengan menjalankan komitmen kami untuk membuka akses masyarakat kepada produk dan layanan perbankan Syariah, serta mendorong literasi keuangan Syariah di Indonesia.

Adakah target khusus yang akan dilakukan oleh BRI Syariah? Apa kendala yang mungkin muncul dalam mencapai target itu?

Pertama, ekspansi inorganik lewat peningkatan retail banking pengembangan produk yaitu commercial banking kami khususnya untuk proyek infrastruktur serta peningkatan produk perbankan retail.

Kedua, secara organik BRISyariah akan meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dan memanfaatkan teknologi terbaru

Dari sisi pengembangan SDM, BRISyariah senantiasa menciptakan ahli perbankan syariah masa depan dengan berbagai kerjasama dengan universitas salah satunya melalui penyediaan laboratorium bank syariah lengkap.

Untuk masa depan organisasi, BRISyariah memiliki program Sharia Bank Development Program yang pada tahun 2016 diadakan sebanyak dua kali, demi menyiapkan pemimpin baru BRIS yang dibutuhkan selama ekspansi perusahaan.

Langkah-langkah apa saja yang akan ditempuh oleh BRI Syariah untuk mencapai target ini? Senjata rahasia apa yang dipersiapkan BRI untuk menyambut 2017?

Dari sisi pengembangan teknologi, BRISyariah adalah bank syariah pertama dengan m-banking yang dapat diakses melalui ketiga digital store pertama yaitu Apple Store, Google Play, BlackBerry World – Mendapatkan penghargaan MURI. BRISyariah juga merupakan Bank syariah pertama dengan software mini banking untuk CSR Peduli Pendidikan.

Selanjutnya kami akan terus mengembangkan digital banking kami untuk selalu menjadi yang terbaik, agar kedepannya tetap menjadi ‘game changer’ di industri perbankan syariah ini.

Keuangan syariah begitu bergaung di 2016 setelah pemerintah, OJK, dan BI kompak menyuarakan hal ini. Apakah hal yang sama akan terjadi di 2018? Bagaimana Bapak melihat kinerja 2016?

Satu hal yang menjadi perhatian bagi kami adalah dalam hal literasi keuangan syariah di masyarakat. Memberikan edukasi mengenai apa itu ‘ekonomi syariah’ dan apa manfaat ‘bank syariah’ merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak terkait, pemerintah, regulator, dan pelaku industri syariah. Ini bukan hanya pekerjaan rumah BRISyariah, mari kita bersama-sama memberikan pemahaman yang menyeluruh serta mudah diserap oleh masyarakat.

(Sah)

 

Beri Komentar
Finding Beauty by Natural Honey Episode 1 (Web Series)