Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang distributor beras di Malaysia merasa terganggu setelah merek berasnya dituduh sebagai beras palsu asal China. Tan Chien Hung, pemilik perusahaan TKC yang merupakan distributor beras lokal mengatakan tuduhan tersebut datang dari media sosial seperti Facebook dan WhatsApp sejak tanggal 15 Mei lalu.
Awalnya, dia tidak menanggapi tuduhan tersebut sampai akhirnya tuduhan itu menyebar di media sosial. Tan pun melaporkan hal itu kepada kepolisian dan Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) pada tanggal 16 Mei.
Dia mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan terhadap orang-orang yang menyebarkan kebohongan tersebut.
Seperti dikutip dari The Star Online, Rabu 20 Mei 2015, Tan menegaskan perusahaannya tidak diizinkan mengimpor beras dari China.
" Produk kami 100% beras murni dari pemasok lokal dan kami tidak menggunakan segala jenis zat konyol untuk menggantikan beras," tegasnya.
Tan menambahkan perusahaannya telah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan telah mendapatkan jaminan bahwa semua beras bermerek TKC merupakan beras yang aman dikonsumsi dan berkualitas.
Kasus beras plastik yang ditemukan di pasar China, terutama Taiyuan, menyebar dalam platform media sosial di Malaysia. Beras dari kentang dan ubi dengan resin sintetik ini disebut-sebut sudah masuk ke negara berpenduduk besar seperti India, Indonesia, dan Vietnam.
Kabar terbaru yang beredar, beras plastik mulai masuk ke Singapura dan Malaysia. Meski begitu, Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mengatakan kementeriannya belum menerima laporan apapun tapi akan menyelidik klaim tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya