Ditekan Publik, Korporasi Besar Rekrut Banyak Perempuan

Reporter : Ramdania
Selasa, 18 Agustus 2015 13:45
Ditekan Publik, Korporasi Besar Rekrut Banyak Perempuan
Siapa tak kenal perusahaan komunikasi terbesar Apple. Perusahaan ini mendapatkan tekanan untuk memperkerjakan perempuan, kulit berwarna, dan penyandang disabilitas lebih banyak.

Dream - Perusahaan raksasa teknologi, Apple Inc mengklaim telah memperbanyak jumlah pekerja dari kalangan perempuan, kulit hitam dan Hispanik pada tahun lalu.

Seperti perusahaan teknologi besar lainnya, Apple mendapat tekanan publik untuk melipatgandakan jumlah pekerja perempuan dan minoritas di dunia tenaga kerja yang didominasi laki-laki, kulit putih atau Asia.

Pemimpin hak-hak sipil Jesse Jackson telah bergabung dengan anggota Kongres AS dan kritikus lainnya menyerukan perusahaan-perusahaan Silicon Valley agar merekrut karyawan yang mewakili semua populasi.

CEO Apple Tim Cook mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Kamis bahwa dia bangga dengan usaha perusahaannya merangkul berbagai populasi, tapi mengakui, " Kami tahu ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” seperti dikutip dari Emirates247, Selasa, 18 Agustus 2015.

Pembuat iPhone, iPads dan komputer Mac ini membuat laporan tentang tenaga kerja tersebut pada Kamis mengikuti jejak Google, Facebook, Intel dan perusahaan teknologi besar lainnya.

Sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut baru mulai mengungkapkan keragaman tenaga kerja mereka setelah Jackson melakukan tekanan pada mereka untuk melakukannya tahun lalu.

Satu pengecualian adalah Intel, yang telah merilis statistik keragaman pekerja mereka untuk lebih dari satu dekade.

Apple Inc mengatakan 35 persen dari karyawan baru di seluruh pabriknya yang tersebar di beberapa negara tahun lalu adalah perempuan. Sementara 24 persen dari karyawan di pabrik Amerika adalah kulit hitam atau Hispanik.

Sehingga, tenaga kerja global Apple yang saat ini mencapai 110.000 orang, 31 persen di antaranya perempuan, naik dari 30 persen tahun lalu.

Sedangkan tenaga kerja di AS 19 persen adalah kulit hitam atau Hispanik, naik dari 18 persen tahun lalu. Mereka termasuk karyawan dalam pekerjaan non-teknis, seperti karyawan di toko-toko Apple. Sebagai perbandingan, sekitar 26 persen dari pekerja AS di semua industri adalah kulit hitam atau Hispanik.

Kritukus sangat prihatin dengan rendahnya tingkat keragaman di antara pekerja teknis, seperti pengembang perangkat lunak atau insinyur perangkat keras, yang biasanya memiliki bayaran tertinggi di sebagian besar perusahaan Silicon Valley, di luar level manajer.

Jumlah pekerja kulit hitam dan Hispanik di AS berdasarkan pekerjaan teknis di Apple meningkat dari 13 persen tahun lalu menjadi 15 persen tahun ini.

Jumlah pekerja teknis kulit putih dan Asia di Apple juga meningkat dari 77 persen tahun lalu menjadi 78 persen tahun ini.

Dalam kategori lain, Apple mengatakan jumlah karyawan kulit putih di posisi puncak yang berbasis di AS turun menjadi 63 persen dari 64 persen, namun jumlah orang Asia, Hispanik dan kulit hitam tetap sama di posisi 21 persen, 6 persen dan 3 per persen.

Dalam sebuah pernyataan, Cook mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk mempekerjakan lebih banyak perempuan dan kaum minoritas.

Dia mengatakan Apple juga memberikan kontribusi berupa dana untuk perguruan tinggi dan program yang menyediakan teknologi dan pelatihan keterampilan kepada mereka yang kurang beruntung.

" Keragaman penting untuk inovasi dan sangat penting untuk masa depan Apple," kata Cook. " Kami bercita-cita untuk tidak sekedar membuat perusahaan kami beragam tapi juga menyediakan bakat yang selalu ada untuk direkrut."

Baca Juga: Wah, 8 iPhone Ini Dipakai Buat Kampas Rem Porsche Jangan Bagikan Nomor Telepon di Profil Facebook Ilmuwan: Manusia Bisa Punya Kekuatan Seperti 'Fantastic Four' Uang Tunai Apple Dua Kali Lipat Cadangan Devisa Indonesia Isi Baterai Ponsel di Kereta Bisa Ditunduh Pencuri!

Beri Komentar