Muncul Isu Suap, Tony Fernandes Mundur Sementara dari AirAsia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Februari 2020 13:23
Muncul Isu Suap, Tony Fernandes Mundur Sementara dari AirAsia
Fernandes dan Kamaruddin akan mundur dari posisinya selama dua bulan.

Dream - CEO AirAsia Group, Tony Fernandes dan Chairman AirAsia, Kamarudin Meranun, mundur dari jabatannya. Keduanya dituding telah menerima suap dari Airbus senilai US$50 juta (Rp687,28 miliar) untuk memenangkan pemesanan pesawat.

Fernandes dan Meranun akan mundur selama dua bulan dari perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada komite dan pihak terkait melakukan penyelidikan..

Dikutip dari Straits Times, Selasa 4 Februari 2020, keputusan mundur Fernandes dan Kamaruddin dibuat setelah maskapai penerbangan tersebut mbentuk komite untuk menyelidiki dugaan suap yang melibatkan perusahaan. Komite juga akan mengambil tindakan yang diperlukan. 

“ Kami tidak ingin merugikan perusahaan yang telah kami bangun sepanjang hidup dan telah mendunia seperti saat ini,” kata Tony dan Meranun.

Sekadar informasi, tuduhan ini terungkap setelah Airbus sepakat menyisihkan uang senilai US$4 miliar (Rp54,98 triliun) untuk merampungkan penyelidikan korupsi oleh pihak berwenang di Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Saat berita penyelidikannya meluas, AirAsia di Malaysia juga terseret dalam penyelidikan suap oleh Serious Fraud Office (SFO) di Inggris.

Sebuah dokumen pengadilan di situs web SFO menyebutkan EADS France SAS (lalu berganti nama menjadi Airbus Group SAS) membayar US$50 juta untuk sponsor tim olahraga yang dimiliki oleh dua pejabat eksekutif AirAsia. Nama pejabat tak disebutkan namanya. Keduanya disebut sebagai pengambil keputusan utama di AirAsia dan AirAsia X. Mereka diduga diberikan hadiah dengan pesanan 180 pesawat dari Airbus.

1 dari 6 halaman

AirAsia Angkat Bicara

Untuk menanggapi tuduhan ini, maskapai penerbangan murah membentuk komite untuk menyelidiki kasus tudingan suap. Tak hanya itu, AirAsia juga bekerja sama dengan komite antikorupsi Malaysia dan Komite Sekuritas Malaysia. Komite Sekuritas Malaysia akan memeriksa apakah maskapai ini melanggar hukum sekuritas atau tidak.

Sementara itu , AirAsia mengaku tidak pernah membuat keputusan pembelian yang berdasarkan pada sponsor Airbus.

“ Perjanjian ini isinya diterima tanpa referensi kepada kami. Tak ada penjelasan yang dicari dari kami. Ini jelas melanggar prinsip-prinsip hukum dasar keadilan,” kata Fernandes dan Meranun.

2 dari 6 halaman

Tony Fernandes `Buka-bukaan` Kenapa Air Asia Bisa Sukses

Dream – Siapa yang tidak mengenal Tony Fernandes? Setelah membangun bisnis maskapai selama 16 tahun, pria ini sukses membawa Air Asia terbang tinggi.

Dari yang awalnya punya dua pesawat dan 250 karyawan, kini Fernandes punya 220 pesawat dan 20 ribu karyawan. Belum lagi, Air Asia punya fintech pembayaran, BigPay.

Tapi, ada yang unik dari Fernandes. Dia justru membangun bisnis maskapai dari industri yang sama sekali tidak diketahui.

“ Saya berasal dari industri musik dan benar-benar tak tahu apa-apa tentang airlines dan saya tak tahu apa-apa tentang fintech. Jadi, kami berpikir untuk sukses,” kata dia di Singapura, dikutip dari Business Insider, Senin 19 Maret 2018.

Fernandes mengatakan ada garis tipis antara kebodohan dan kecemerlangan ketika menjalankan bisnisnya.

Pria ini tak segan membeli maskapai ini dari DRB Hicom dengan harga 1 ringgit (Rp3.517). Sang pemilik tak ragu melepas AirAsia karena maskapai ini terlilit utang.

“ Saat itu, saya berpikir, ‘Saya seharusnya berkata, ‘Bayar aku supaya bisa mengambil maskapai ini’,” kata dia. (ism) 


[crosslink_1]

3 dari 6 halaman

Nama Binatang Jadi Nama Maskapai?

Ketika mengambil Air Asia, Fernandes tak mengambil nama hewan untuk dijadikan nama baru maskapai. dia juga keheranan mengapa maskapai doyan sekali memakai nama satwa untuk merek nama penerbangan.

“ Di Malaysia, ada maskapai bernama Firefly (artinya kunang-kunang), ini sangat bodoh karena serangga ini tidak berumur panjang. Ada juga yang bernama Tiger (baca: macan). Oh tak ada lagi Macan, itu pelari cepat,” kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Strategi Rute Penerbangan

Dream - Walaupun terbilang sukses, Fernandes mengakui Air Asia kerap jatuh bangun. Tapi, dia optimistis ada hikmah dan peluang di balik musibah. Contohnya, pada 2002-2003, ada wabah SARS yang membuat warga Malaysia takut terbang. Saat itu, dia dan karyawannya untuk menggencarkan pemasaran dan banting harga.

Berhasil? Ya.

“ Saya tahu orang Malaysia dengan baik. Kalau kamu menaruh harga serendah mungkin, mereka akan mengambilnya. Kami memang tak memenuhi target, tapi bisa menghasilkan sedikit uang dan bertahan,” kata dia.

Fernandes tak segan berbagi rahasia kesuksan Air Asia. Dia berkata Air Asia mengambil celah pasar dalam berbagai jalan.

Misalnya, mereka mengambil rute “ kurus” alias jarang diambil maskapai lain. Ada 60 persen rute penerbangan Air Asia yang mengambil rute ini.

“ Kami mulai dengan satu penerbangan per hari. Kini, kamu punya 22 penerbangan per hari dan lebih besar daripada Air Macau,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Enggan Berpenampilan Necis

Dream - Pria kelahiran Kuala Lumpur ini juga memegang teguh prinsip bahwa aset terbesar perusahaan adalah pegawainya. Dia juga sebisa mungkin berpakaian sederhana.

Faktanya, Fernandes tidak berpenampilan necis di depan karyawan. Karena tidak terlihat seperti bos-bos besar, taipan pemilik Queen Park Rangers (klub sepak bola Inggris) ini malah kerap disangka sebagai imigran ilegal oleh bandara Malaysia.

Tapi, ada makna di balik gaya pakaian Fernandes.

“ Ketika kamu terlihat lebih baik, akan ada jarak (dengan karyawanmu). Kalau kamu berdandan lebih buruk dari karyawan, mereka akan nyaman berbincang-bincang denganmu,” kata dia.

Satu hal lagi, dia juga berpesan kepada perusahaan untuk mempercayai tim dan ide-idenya karena pemikiran itu bisa membuahkan hasil yang baik.

 

6 dari 6 halaman

Punya Pilot Wanita, Salah Satunya Mantan Miss Thailand

Dream - Fernandes mengatakan Air Asia menjadi maskapai pertama di Malaysia dan ASEAN yang memiliki pilot wanita. Sepuluh persen pilot Air Asia adalah wanita.

Jumlah ini lebih banyak dari maskapai di Kanada dan Amerika Serikat, di mana pilot wanitanya hanya 5 persen. Ada juga pilot wanita Air Asia yang merupakan Miss Thailand 2005, Chananaporn Rosja.

“ Kami juga satu-satu maskapai di dunia dengan Miss Thailand. Kalahkan ini, Singapore Airlines,” kata dia.

Meskipun bercanda, Fernandes menyampaikan perusahaan sebaiknya membuka pintu untuk orang-orang yang ingin mengejar mimpi.

“ Sehingga setiap orang bisa percaya bahwa mereka dapat meminta sesuatu, berinivasi, atau bermimpi untuk maju atau maju dalam perusahaan,” kata dia. (ism)

Beri Komentar